Category Archive : Umum

Masih Ada Harapan

Masih Ada Harapan

Masih Ada Harapan

Masih Ada Harapan

Di Brooklyn, New York, Cush adalah sebuah sekolah luar biasa bagi anak-anak cacat. Beberapa anak tetap tinggal di Cush selama masa sekolahnya. Sedangkan yang lain diperbolehkan melanjutkan ke sekolah biasa.

Pada suatu malam pengumpulan dana, salah seorang ayah yang anaknya bersekolah di Cush memberikan pidato yang tak terlupakan oleh para hadirin.

Setelah memuji sekolah dan para staff yang telah menunjukkan dedikasinya yang tinggi, ia menangis, “Dimanakah kesempurnaan diri anak saya, Shay ? Bukankah semua yang Tuhan ciptakan adalah sempurna ? Tetapi mengapa anak saya tidak bisa mengerti sebagaimana anak-anak lain ? Mengapa anak saya tidak bisa mengingat angka dan gambar sebagaimana anak-anak lain ? Dimanakah kesempurnaan Tuhan ?”

Para hadirin amat terkejut, tersentuh dengan kesedihan si ayah dan terdiam oleh pertanyaan itu.”Saya percaya,” jawab si ayah, “bahwa ketika Tuhan melahirkan seorang anak seperti anak saya ke dunia ini, kesempurnaan yang dicarinya terletak pada bagaimana perlakuan orang-orang lain terhadap anak itu”.Kemudian ia menceritakan kisah berikut ini mengenai anaknya, Shay.

Suatu sore, Shay dan ayahnya berjalan-jalan melintasi taman dimana beberapa anak lelaki yang Shay kenal sedang bermain Baseball. Shay memohon pada ayahnya, “Yah, menurut ayah, apakah mereka membolehkan saya ikut bermain ?”

Ayah Shay mengerti bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan atletik dan pasti semua anak lelaki takkan mengijinkan bermain dalam tim mereka. Tetapi, ayah Shay mengerti juga bahwa jika anaknya bisa ikut bermain maka Shay akan merasakan kebahagiaan bisa turut memiliki. Kemudian, ayah Shay mendekati seorang anak lelaki yang ada di lapangan itu dan bertanya kalau-kalau Shay boleh ikut bermain. Anak lelaki itu melihat ke sekeliling meminta pertimbangan dari rekan-rekan lainnya. Karena tak ada yang memberikan pertimbangan, ia memutuskan sendiri dan katanya, “Kami sedang kalah enam angka, sedangkan pertandingan ini berlangsung sembilan inning. Saya pikir anak anda bisa bergabung dalam tim. Kami akan menempatkannya sebagai pemukul di inning ke sembilan.”

Ayah Shay amat senang. Shay pun tersenyum lebar. Shay diminta untuk mengena kan sarung tangan dan menunggu di barisan tunggu luar lapangan. Di akhir inning ke delapan, tim Shay memperoleh beberapa angka tetapi tetap tertinggal tiga angka dari tim lawan. Kemudian di inning ke sembilan mereka memperoleh angka lagi. Dua orang berhasil berdiri di base dan siap-siap untuk memperoleh kemenangan angka. Kini tiba giliran Shay memukul. Apakah tim Shay akan benar-benar memasukkan Shay sebagai pemukul berikutnya dan mengambil resiko untuk kemenangan mereka yang sudah berada di dalam genggaman ?

Amat mengejutkan, Shay diijinkan untuk memukul. Semua orang tahu bahwa hal itu hampir-hampir mustahil karena Shay sama sekali tidak tahu bagaimana memegang tongkat pemukul baseball. Bagaimana pun Shay maju ke papan pemukul, pitcher bergerak beberapa langkah dan melemparkan bola itu perlahan ke arah Shay sehingga memungkinkan Shay untuk menyentuh bola itu.

Lemparan pertama dilakukan. Shay memukul tanpa arah dan gagal. Salah seorang teman Shay mendekati dan bersama-sama mereka memegang pemukul itu dan menghadapi sang pitcher yang sudah bersiap-siap untuk melemparkan bola kedua.Sekali lagi si pitcher maju beberapa langkah dan melemparkan bola itu dengan perlahan sekali ke arah Shay.

Ketika bola dilemparkan, Shay dan rekannya yang membantu memegangi tongkat pemukul itu akhirnya bisa memukul bola itu perlahan sekali ke arah pitcher.Sang pitcher menangkap bola yang menggelinding di tanah dengan perlahan. Iaharus melemparkan bola itu ke penjaga di base pertama. Dengan demikian Shay bisa saja gagal mencapai base pertama, keluar dari pertandingan dan timnya pasti menderita kekalahan.

Tapi apa yang terjadi ? Si Pitcher melemparkan bola itu ke kanan jauh ke atas melewati kepala penjaga base pertama sehingga tak terjangkau. Semua orang lalu berteriak-teriak, “Shay, ayo lari ke base pertama. Lari ke base pertama”.Belum pernah selama hidupnya Shay lari ke base pertama. Ia tergesa-gesa lari ke base pertama, bola matanya berbinar-binar. Ketika ia tiba di base pertama, penjaga base di sebelah kanan memungut bola. Ia bisa saja melemparkan bola itu ke penjaga base kedua yang akan mengalahkan Shay, tetapi ia melempar bola itu jauh ke atas kepala sehingga tak tertangkap oleh penjaga base kedua.

Lalu semua orang berteriak, “Shay, ayo lari ke base kedua, ayo lari ke base kedua.” Shay lari ke base kedua. Begitu itu tiba di base kedua, penjaga tim lawan melempar bola jauh ke atas sehingga tak terjangkau oleh penjaga base ke tiga. Lalu mereka semua berteriak agar Shay lari ke base ketiga. Ketika Shay menyentuh base ketiga, semua anak di kedua tim yang sedang saling berlawanan itu berteriak, “Ayo Shay, lari sampai akhir base. Lari sampai akhir base !” Maka Shay pun berlari sampai ke akhir base, menginjak papan base terakhir. Serentak ke delapan belas anak yang sedang bermain itu memeluk dan mengangkat Shay di atas pundak dan membuatnya seperti pahlawan kemenangan untuk timnya.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Phobia Paling Aneh

Phobia adalah rasa kegalauan yang terlalu berlebih pada suatu hal perihal atau fenomena. Fobia sanggup dikatakan sanggup menghindar kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi lebih dari satu orang, perasaan risau seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut kerap dijadikan bulan bulanan oleh kawan sekitarnya. Ada perbedaan “bahasa” antara pengamat fobia bersama seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika saat seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu kalau seseorang berbadan besar, risau bersama hewan kecil layaknya kecoak atau tikus. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut jadi benda yang amat besar, berwarna, amat menjijikkan ataupun menakutkan.

Sebagian orang punya rasa risau terlalu berlebih pada dunia yang kita tinggali. Terkadang, rasa risau itu terkesan tidak masuk akal bagi orang lainnya. Misalnya saja, risau terbang, risau dapat ruang sempit, atau risau pada laba-laba. Selama ini, kita udah kenal lebih dari satu tipe fobia yang lazim di masyarakat. Namun, tipe fobia tersebut ini kemungkinan tidak pernah terlintas di benak Anda tapi amat ada.

1. Ablutophobia:
Rasa risau untuk mandi, mencuci, atau membersihkan badan. Banyak ditemukan pada anak-anak dan kaum wanita dibandingkan pria.

2. Alektorophobia:
Rasa risau terlalu berlebih pada ayam. Bahkan tersedia lebih dari satu orang yang udah dilanda gelombang kegalauan saat menyaksikan bulu atau telur ayam. Sementara untuk lebih dari satu orang, rasa takutnya itu hanya semata-mata menyentuh daging ayam yang belum dimasak.

3. Bromidrosiphobia:
Jarang sekali tersedia orang yang berpikir bahwa ia punya bau badan. Namun, orang-orang yang mengalami bromidrosiphobia senantiasa dihantui rasa risau terlalu berlebih bahwa badannya mengeluarkan aroma yang amat bau, agar sanggup menyebabkan orang lain pergi.

4. Caligynephobia:
Rasa risau terlalu berlebih pada wanita yang cantik. Hal ini sanggup dialami baik oleh wanita maupun pria. Rasa risau ini kemungkinan nampak akibat pengalaman jelek bersama wanita cantik.

5. Somniphobia:
Orang-orang yang mengalami keadaan ini mulai risau untuk pergi tidur, karena mereka terhitung risau tidak dapat sanggup terbangun lagi atau dapat bermimpi buruk. Kebanyakan penderita fobia ini dapat minum minuman atau pil mengandung kafein, agar sanggup senantiasa terjaga. Sayang sekali, padahal tidur amat penting bagi kebugaran dan jiwa, ya.

6. Dendrophobia:
Rasa risau pada pohon dan hutan. Penderitanya dapat mulai risau untuk memasuki area hutan atau semak-semak berdaun lebat. Mereka kemungkinan percaya bahwa pohon dapat sanggup melukai mereka. Apalagi ditambah bersama kegelapan di didalam hutan dan desiran angin yang sanggup menyebabkan mereka jadi risau dan dilumpuhkan rasa takut.

7. Heliophobia
Rasa risau pada matahari dan sinarnya. Para penderitanya dapat pilih untuk senantiasa berada di didalam ruangan dan menutup semua jendela atau celah-celah yang sanggup diterobos oleh cahaya matahari. Tak jarang, para penderita fobia ini kerap diberi julukan “vampir” karena risau pada cahaya matahari langsung.

8. Ichthyophobia:
Rasa risau pada ikan, entah didalam keadaan hidup ataupun mati, baik yang tersedia di laut maupun di atas piring makan. Kemungkinan besar, penampilan ikan bersama matanya yang besar dan badannya yang berlendir itu merupakan pemicu timbulnya fobia aneh ini. Sementara untuk fobia pada ikan hiu, udah tersedia istilah spesifiknya, yakni galeophobia. Fobia ikan hiu ini banyak dipicu oleh banyaknya penampilan seputar ikan hiu dan tragedi yang sanggup disebabkan ikan ini, yang banyak terdapat di televisi maupun film.

9. Mageirocophobia
Rasa kegalauan terlalu berlebih pada aktivitas memasak. Terkadang, fobia ini diasosiasikan bersama tindakan memasak untuk orang lain atau kelompok yang besar. Namun, pada lebih dari satu persoalan ekstrem ditemukan, penderitanya bahkan tidak sanggup memasak makanan yang simple layaknya roti panggang atau telur goreng!

10. Nomophobia:
Fobia yang satu ini relatif baru dan terkait bersama tren. Nomophobia adalah fobia yang nampak dikala tidak sanggup membuka kontak yang terdapat di ponsel, baik karena ponselnya hilang, habis baterai, atau kehilangan jangkauan sinyal.

Tentu saja, “penyakit” ini hanya dimiliki oleh orang-orang modern. Orang-orang yang tidak rela lepas dari gadget yang saling menghubungkan mereka satu sama lain. Memang, modernitas layaknya dibilang sosiolog Zygmunt Baumant terjadi secara ambigu. Di satu sisi menyuguhkan kemudahan yang tidak diperoleh orang-orang di zaman sebelumnya (katakanlah dua dekade silam). Di sisi lain, modernitas terhitung menyuguhkan aneka risiko. Salah satunya adalah alienasi manusia pada dirinya sendiri. Orang jadi terasing bersama dirinya. Dan, nomophobia adalah perumpamaan konkretnya.

Bagaimana sanggup seorang merasakan risau tidak sanggup membuka bersama orang lain lantaran ponselnya ketinggalan? Menariknya, perihal ini tidak terjadi di jaman sebelum ponsel berada. Dulu, orang hidup sendiri didalam arti tidak membuka bersama orang, terhitung bukan sebuah masalah. Sekarang, tidak kontak bersama orang lain, entah telepon, BBM, WhatsApp, chatting, dan sebagainya, hidup mulai kurang. Persis di sinilah sistem alienasi teknologi terjadi. Padahal eksistensi kemanusiaan orang itu sama sekali tidak tergantung pada tersedia dan tidaknya ponsel tersebut.

Menurut information SecurEnvoy yang laksanakan survei atas 1.000 responden di UK mendapatkan 66 prosen responden risau dirinya ketinggalan maupun kehilangan telepon selulernya. LA Times terhitung melaporkan perihal senada yang mana pada th. lalu, tersedia 53 prosen responden memperlihatkan khawatir ponsel mereka ketinggalan.

Perempuan, menurut kajian di atas, jadi pihak yang mulai paling menderita dari nomophobia ini. Survei terbaru mendapatkan 70 prosen perempuan risau kehilangan ponsel mereka. Hanya 61 prosen laki-laki menjelaskan mereka terjangkiti nomophobia.

Artikel Lainnya : blackpink members

Macam-macam Jenis Phobia:
Achluophobia – Takut dapat gelap/kegelapan.
Acousticophobia – Takut dapat suara.
Acrophobia – Takut dapat ketinggian.
Aerophobia – Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang tersedia di udara.
Aeroacrophobia – Takut dapat area tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia – Takut dapat muntah atau mabuk udara.
Agateophobia – Takut dapat kegilaan.
Agliophobia – Takut dapat rasa sakit.
Agoraphobia – Takut pada area terbuka, risau di kerumunan orang, area lazim layaknya pasar. Takut untuk meninggalkan area yang aman.
Agraphobia – Takut dapat pelecehan seksual.
Agrizoophobia – Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia – Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia – Takut pada jarum atau benda benda yang membawa ujung.
Ailurophobia – Takut pada kucing.
Albuminurophobia – Takut dapat penyakit ginjal.
Alektorophobia – Takut pada ayam.
Algophobia – Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia – Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia – Takut dapat pendapat orang.
Altophobia – Takut dapat ketinggian.
Amathophobia – Takut dapat debu.
Amaxophobia – Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia – Takut berjalan.
Amnesiphobia – Takut amnesia.
Amychophobia – Takut pada goresan atau risau tergores.
Anablephobia – Takut menyaksikan ke atas.
Ancraophobia – Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia – Takut pada laki-laki.
Anemophobia – Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia – Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia – Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia – Takut pada kemarahan atau risau marah.
Ankylophobia – Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia – Takut pada bunga.
Anthropophobia – Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia – Takut dapat banjir.
Anuptaphobia – Takut hidup sendiri.
Apeirophobia – Takut dapat suatu hal yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia – Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia – Takut pada lebah.
Apotemnophobia – Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia – Takut pada selai kacang yang melekat pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia – Takut pada laba-laba.
Arithmophobia – Takut pada angka.
Arrhenphobia – Takut pada laki-laki.
Arsonphobia – Takut pada api.
Asthenophobia – Takut pingsan dan risau lemah.
Astraphobia or Astrapophobia – Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia – Takut pada bintang-bintang atau perihal yang terkait bersama angkasa.
Asymmetriphobia – Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia – Takut dapat ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia – Takut dapat ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia – Takut dapat ketidaksempurnaan.
Atephobia – Takut dapat runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia – Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia – Takut dapat ledakan atom.
Atychiphobia – Takut dapat kegagalan.
Aulophobia – Takut dapat seruling.
Aurophobia – Takut pada emas.
Auroraphobia – Takut dapat cahaya di utara.
Autodysomophobia – Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia – Takut pada boneka yang berkata lewat nada perut , makhluk-makhluk animasi, patung lilin – segala suatu hal yang secara menambahkan sensasi hidup
Automysophobia – Takut kotor.
Autophobia – Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia – Takut terbang.
Bacillophobia – Takut pada mikroba.
Bacteriophobia – Takut pada bacteria.
Ballistophobia – Takut pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia – Takut pada Bolsheviks.
Barophobia – Takut pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia – ketidakmampuan untuk berdiri. Takut untuk terjadi atau jatuh.
Bathmophobia – Takut dapat tangga atau area sempit.
Bathophobia – Takut kedalaman.
Batophobia – Takut ketinggian atau dekat bersama bangunan tinggi.
Batrachophobia – Takut pada binatang amphibi, layaknya katak, kadal air, salamander, dll.
Belonephobia – Takut pada peniti dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia – Takut pada buku.
Blennophobia – Takut pada lumpur/kotoran.
Bogyphobia – Takut pada bogey atau bogeyman.
Botanophobia – Takut pada tanaman.
Bromidrosiphobia or Bromidrophobia – Takut pada bau badan.
Brontophobia – Takut pada guntur dan petir.
Bufonophobia – Takut pada kodok.
Cacophobia – Takut dapat keburukan.
Cainophobia or Cainotophobia – Takut pada perihal yang baru, kesenangan baru.
Caligynephobia – Takut pada wanita cantik.
Cancerophobia or Carcinophobia – Takut kanker.
Cardiophobia – Takut pada hati/jantung.
Carnophobia – Takut pada daging.
Catagelophobia – Takut ditertawakan.
Catapedaphobia – Takut melompat dari area tinggi dan area rendah.
Cathisophobia – Takut untuk duduk.
Catoptrophobia – Takut dapat cermin.
Cenophobia or Centophobia – Takut pada perihal atau inspirasi baru.
Ceraunophobia or Keraunophobia – Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Chaetophobia – Takut pada rambut.
Cheimaphobia or Cheimatophobia – Takut pada hawa dingin.(Frigophobia, Psychophobia)
Chemophobia – Takut pada bahan kimia atau bekerja bersama bahan kimia.
Cherophobia – Takut pada keriangan/kegembiraan.
Chionophobia – Takut pada salju.
Chiraptophobia – Takut disentuh.
Chirophobia – Takut pada tangan.
Cholerophobia – Takut marah atau risau pada kolera.
Chorophobia – Takut menari.
Chrometophobia or Chrematophobia – Takut pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia – Takut pada warna.
Chronophobia – Takut pada waktu.
Chronomentrophobia – Takut pada jam.
Cibophobia – Takut pada makanan.(Sitophobia, Sitiophobia)
Claustrophobia – Takut pada ruang terbatas.
Cleithrophobia or Cleisiophobia – Takut terkunci di area tertutup.
Cleptophobia – Takut kecurian.
Climacophobia – Takut pada tangga, mamanjat, atau risau jatuh dari tangga.
Clinophobia – Takut untuk tidur.
Clithrophobia or Cleithrophobia – Takut untuk disertakan.
Cnidophobia – Takut pada sengatan.
Cometophobia – Takut pada komet.
Coimetrophobia – Takut pada kuburan.
Coitophobia – Takut unutk bersetubuh.
Contreltophobia – Takut dapat pelecehan seksual.
Coprastasophobia – Takut dapat sembelit.
Coprophobia – Takut pada kotoran/tinja.
Consecotaleophobia – Takut pada sumpit.
Coulrophobia – Takut pada badut.
Counterphobia – Preferensi para phobia untuk keadaan yang menakutkan.
Cremnophobia – Takut pada keadaan berbahaya.
Cryophobia – Takut pada dingin yang ekstrim, es atau beku.
Crystallophobia – Takut pada kristal atau kaca.
Cyberphobia – Takut pada computer atau bekerja menggunakan komputer.
Cyclophobia – Takut pada sepeda roda dua.
Cymophobia or Kymophobia – Takut pada ombak atau gerkan menyerupai ombak.
Cynophobia – Takut apada anjing atau rabies.
Cypridophobia or Cypriphobia or Cyprianophobia or Cyprinophobia – Takut pada wanita tuna susila or penularan penyakit lewat jalinan intim.
Decidophobia – Takut untuk menyita keputusan.
Defecaloesiophobia – Takut dapat pergerakan isikan perut yang menyakitkan.
Deipnophobia – Takut dapat makan malam dan obrolan pada saat makan malam.
Dementophobia – Takut dapat kegilaan.
Demonophobia or Daemonophobia – Takut pada iblis.
Demophobia – Takut pada kerumunan orang. (Agoraphobia)
Dendrophobia – Takut pada pohon.
Dentophobia – Takut pada doktor gigi.
Dermatophobia – Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia or Dermatophobia or Dermatopathophobia – Takut pada penyakit kulit.
Dextrophobia – Takut pada benda yang tersedia di sebelah kanan badan.
Diabetophobia – Takut pada diabetes.
Didaskaleinophobia – Takut pergi ke sekolah.
Dikephobia – Takut dapat keadilan.
Dinophobia – Takut dapat kepeningan/kepusingan atau whirlpool.
Diplophobia – Takut dapat penglihatan ganda.
Dipsophobia – Takut pada minuman.
Dishabiliophobia – Takut membuka baju didepan seseorang.
Domatophobia – Takut pada rumah atau berada di didalam rumah.(Eicophobia, Oikophobia)
Doraphobia – Takut pada bulu, atau bulu binatang.
Doxophobia – Takut memberikan pendapat atau terima pujian.
Dromophobia – Takut menyebrang jalan.
Dutchphobia – Takut pada orang belanda.
Dysmorphophobia – Takut pada kelainan bentuk/bentuk yang cacat.
Dystychiphobia – Takut pada kecelakaan.
Ecclesiophobia – Takut pada gereja.
Ecophobia – Takut pada kampung halaman/rumah sendiri.
Eicophobia – Takut pada lingkungan sekitar rumah.(Domatophobia, Oikophobia)
Eisoptrophobia – Takut pada cermin atau menyaksikan diri sendiri pada cermin.
Electrophobia – Takut pada listrik.
Eleutherophobia – Takut dapat kebebasan.
Elurophobia – Takut pada kucing. (Ailurophobia)
Emetophobia – Takut muntah/ muntahan.
Enetophobia – Takut pada peniti.
Enochlophobia – Takut pada kerumunan orang.
Enosiophobia or Enissophobia – Takut mengalami dosa tak termaafkana atau risau kecaman.
Entomophobia – Takut pada serangga.
Eosophobia – Takut pada senja atau subuh.
Ephebiphobia – Takut pada anak muda.
Epistaxiophobia – Takut pada hidung berdarah.
Epistemophobia – Talut pada ilmu pengetahuan.
Equinophobia – Takut pada kuda.
Eremophobia – Takut sendirian atau ditinggal sendirian.
Ereuthrophobia – Takut wajah memerah.
Ergasiophobia – 1) Takut pada pekerjaan. 2) pakar bedah : Takut untuk mengoperasi.
Ergophobia – Takut unutk bekerja.
Erotophobia – Takut pada cinta seksual atau pertanyaan seksual.
Euphobia – Takut mendengarkan kabar baik.
Eurotophobia – Takut pada alat kelamin wanita.
Erythrophobia or Erytophobia or Ereuthophobia – 1) Takut pada lampu merah. 2) memerah. 3) warna merah.
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia – Takut dapat demam.
Felinophobia – Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia – Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia – Takut dingin atau benda-benda yang dingin.(Cheimaphobia, Cheimatophobia, Psychrophobia)
Galeophobia or Gatophobia – Takut pada Kucing.
Gallophobia or Galiophobia – Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Francophobia)
Gamophobia – Takut dapat pernikahan.
Geliophobia – Takut tertawa.
Geniophobia – Takut pada dagu.
Genophobia – Takut pada sex.
Genuphobia – Takut pada lutut.
Gephyrophobia or Gephydrophobia or Gephysrophobia – Takut lewat jembatan.
Germanophobia – Takut pada bangsa dan kebudayaan jerman.
Gerascophobia – Takut jadi tua.
Gerontophobia – Takut pada orang tua/lanjut usia dan risau jadi tua.
Geumaphobia or Geumophobia – Takut pada cita rasa/selera.
Glossophobia – Takut berkata di depan umum, atau risau coba untuk berbicara.
Gnosiophobia – Takut pada ilmu pengetahuan.
Graphophobia – Takut unutk menulis atau risau pada tulisan tangan.
Gymnophobia – Takut pada kedaan telanjang.
Gynephobia or Gynophobia – Takut pada wanita.
Hadephobia – Takut neraka.
Hagiophobia – Takut pada orang suci dan segala suatu hal yang suci.
Hamartophobia – Takut berbuat dosa.
Haphephobia or Haptephobia – Takut disentuh.
Harpaxophobia – Takut dirampok.
Hedonophobia – Takut melakukan/mendapat kesenangan.
Heliophobia – Takut pada matahari.
Hellenologophobia – Takut pada istilah-istilah yunani atau terminologi ilmu ilmu yang kompleks.
Helminthophobia – Takut dikerubuti oleh cacing.
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia – Takut pada darah.
Heresyphobia or Hereiophobia – Takut dapat tantangan pada ajaran resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia – Takut pada reptil atau binatang merayap yang mengerikan.
Heterophobia – Takut pada lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia – Takut pada no 666.
Hierophobia – Takut pada pendeta atau hal-hal keramat.
Hippophobia – Takut pada kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia – Takut pada kata-kata panjang.
Hobophobia – Takut pada gelandangan dan pengemis.
Hodophobia – Takut untuk laksanakan perjalanan darat.
Hormephobia – Takut pada goncangan/getaran.
Homichlophobia – Takut pada kabut.
Homilophobia – Takut pada khotbah/nasehat.
Hominophobia – Takut pada laki-laki.
Homophobia – Takut pada kesamaan, monotony atau homoseksual atau jadi homoseks.
Hoplophobia – Takut pada senjata api.
Hydrargyophobia – Takut pada obat-obatan yang mengandung merkuri.
Hydrophobia – Takut pada air atau rabies.
Hydrophobophobia – Takut pada rabies.
Hyelophobia or Hyalophobia – Takut pada kaca.
Hygrophobia – Takut pada benda cair, kelembabpan.
Hylephobia – Takut dapat materialisme atau risau dapat epilepsi
Hylophobia – Takut pada hutan.
Hypengyophobia or Hypegiaphobia – Takut untuk laksanakan tanggung jawab.
Hypnophobia – Takut untuk tidur atau Takut dihipnotis.
Hypsiphobia – Takut pada ketinggian.
Iatrophobia – Takut pergi ke doktor atau risau pada doktor.
Ichthyophobia – Takut pada ikan.
Ideophobia – Takut pada ide-ide.
Illyngophobia – Takut vertigo atau mulai pusing kalau menyaksikan ke bawah.
Iophobia – Takut pada racun.
Insectophobia – Takut pada serangga.
Isolophobia – Takut diasingkan, atau sendirian.
Isopterophobia – Takut pada rayap, serangga yang memakan kayu.
Ithyphallophobia – Takut untuk melihat, berkhayal atau mengalami ereksi.
Japanophobia – Takut pada orang jepang.
Judeophobia – Takut pada orang yahudi.
Kainolophobia or Kainophobia – Takut dapat suatu hal yang baru,ide baru.
Kakorrhaphiophobia – Takut dapat kegagalan atau dikalahkan.
Katagelophobia – Takut ditertawakan.
Kathisophobia – Takut untuk duduk.
Kenophobia – Takut pada kekosongan atau area yang kosong.
Keraunophobia or Ceraunophobia – Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia or Kinesophobia – Takut pada gerakan.
Kleptophobia – Takut kecurian/mencuri.
Koinoniphobia – Takut pada ruangan.
Kolpophobia – Takut pada alat kelamin, khusunya alat kelamin wanita.
Kopophobia – Takut kelelahan/kepenatan.
Koniophobia – Takut pada debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia – Takut pada fenomena luar angkasa.
Kymophobia – Takut pada ombak.gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia – Takut rabies.
Kyphophobia – Takut unutk berhenti.
Lachanophobia – Takut pada sayuran.
Laliophobia or Lalophobia – Takut untuk berbicara.
Leprophobia or Lepraphobia – Takut pada penyakit kusta.
Leukophobia – Takut pada warna putih.
Levophobia – Takut pada suatu hal di sebelah kiri tubuh.
Ligyrophobia – Takut pada nada keras/kencang.
Lilapsophobia-Takut pada topan dan angin puyuh.
Limnophobia – Takut pada danau.
Linonophobia – Takut pada tali.
Liticaphobia – Takut pada tuntutan hukum.
Lockiophobia – Takut pada kelahiran anak.
Logizomechanophobia – Takut pada komputer.
Logophobia – Takut pada kata-kata.
Luiphobia – Takut pada shipilis.
Lutraphobia – Takut pada berang-berang.
Lygophobia – Takut pada kegelapan/takut gelap.
Lyssophobia – Takut pada rabies atau jadi gila.
Macrophobia – Takut dapat menanti lama.
Mageirocophobia – Takut untuk memasak.
Maieusiophobia – Takut pada kelahiran anak.
Malaxophobia – Takut pada permainan cinta. (Sarmassophobia)
Maniaphobia – Takut pada kegilaan.
Mastigophobia – Takut pada hukuman.
Mechanophobia – Takut pada mesin.
Medomalacuphobia – Takut kehilangan ereksi.
Medorthophobia – Takut pada ereksi penis.
Megalophobia – Takut pada benda-benda yang besar.
Melissophobia – Takut pada lebah.
Melanophobia – Takut pada warna hitam.
Melophobia – Takut atau benci musik.
Meningitophobia – Takut pada penyakit otak.
Menophobia – Takut pada mentruasi.
Merinthophobia – Takut terikat atau diikat.
Metallophobia – Takut pada logam.
Metathesiophobia – Takut pada perubahan.
Meteorophobia – Takut pada meteor.
Methyphobia – Takut pada alkohol.
Metrophobia – Takut atau benci pada puisi.
Microbiophobia – Takut pada mikroba. (Bacillophobia)
Microphobia – Takut pada benda-benda kecil.
Misophobia or Mysophobia – Takut terkontaminasi kotoran atau kuman.
Mnemophobia – Takut pada kenangan.
Molysmophobia or Molysomophobia – tajut pada kotoran atau kontaminasi.
Monophobia – Takut pada pengasingan atau diasingkan.
Monopathophobia – Takut pada penyakit tertentu/nyata.
Motorphobia – Takut pada kendaraan bermotor.
Mottephobia – Takut pada ngengat.
Musophobia or Muriphobia – Takut pada tikus.
Mycophobia – Takut atau keseganan pada jamur.
Mycrophobia – Takut dapat benda-benda yang kecil.
Myctophobia – Takut gelap/kegelapan.
Myrmecophobia – Takut pada semut.
Mythophobia – Takut pada mitos atau cerita atau pengakuan salah.
Myxophobia – Takut pada kotoran. (Blennophobia)
Nebulaphobia – Takut pada anjing. (Homichlophobia)
Necrophobia – Takut mati atau benda/sesuatu yang mati.
Nelophobia – Takut pada kaca.
Neopharmaphobia – Takut pada obat-obatan baru.
Neophobia – Takut pada segala suatu hal yang baru.
Nephophobia – Takut pada awan.
Noctiphobia – Takut pada malam.
Nomatophobia – Takut pada nama.
Nosocomephobia – Takut pada rumah sakit.
Nosophobia or Nosemaphobia – Takut sakit.
Nostophobia – Takut untuk lagi ke rumah.
Novercaphobia – Takut pada ibu tiri.
Nucleomituphobia – Takut pada senjata nuklir.
Nudophobia – Takut telanjang.
Numerophobia – Takut pada angka.
Nyctohylophobia – Takut pada hutan yang gelap atau hutan pada malam hari
Nyctophobia – Takut pada kegelapan atau risau pada malam hari.
Obesophobia – Takut bertambah berat badan. (Pocrescophobia)
Ochlophobia – Takut pada kerumunan atau gerombolan orang banyak.
Ochophobia – Takut pada kendaraan.
Octophobia – Takut pada angka 8.
Odontophobia – Takut pada gigi atau preasi gigi.
Odynophobia or Odynephobia – Takut sakit/kesakitan. (Algophobia)
Oenophobia – Takut pada wine.
Oikophobia – Takut pada lingkungan rumah, rumah.(Domatophobia, Eicophobia)
Olfactophobia – Takut pada bau-bauan.
Ombrophobia – Takut pada hujan atau risau kehujanan.
Ommetaphobia or Ommatophobia – Takut pada mata.
Oneirophobia – Takut pada mimpi.
Oneirogmophobia – Takut mimpi basah.
Onomatophobia – Takut mendengarkan kata atau nama tertentu.
Ophidiophobia – Takut pada ular. (Snakephobia)
Ophthalmophobia – Takut ditatap orang lain.
Opiophobia – Takut pada pengalaman doktor pengobatan menulis resep unutk penyakit pasiennya
Optophobia – Takut pada mata yang terbuka sebelah.
Ornithophobia – Takut pada burung.
Orthophobia – Takut pada lahan/properti.
Osmophobia or Osphresiophobia – Takut pada bau yang tak sedap.
Ostraconophobia – Takut pada kerang.
Ouranophobia or Uranophobia – Takut pada surga.
Pagophobia – Takut pada es atau beku.
Panthophobia – Takut pada penderitaan dan penyakit.
Panophobia or Pantophobia – Takut pada segala hal.
Papaphobia – Takut pada Paus(pimpinan tertinggi katholik roma).
Papyrophobia – Taut pada kertas.
Paralipophobia – Takut untuk membiarkan tugas dan bertanggung jawab.
Paraphobia – Takut pada kelakuan seks tak wajar.
Parasitophobia – Takut pada parasit.
Paraskavedekatriaphobia – Takut pada hari jumat tanggal 13.
Parthenophobia – Takut pada perawan atau wanita muda.
Pathophobia – Takut pada penyakit.
Patroiophobia – Takut pada keturunan/hal yang baka/abadi.
Parturiphobia – Takut pada kelahiran anak.
Peccatophobia – Takut berdosa atau berkhayal kejahatan.
Pediculophobia – Takut pada kutu.
Pediophobia – Takut pada boneka.
Pedophobia – Takut pada anak-anak.
Peladophobia – Takut pada orang botak/plontos/gundul.
Pellagrophobia – Takut pada penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Peniaphobia – Takut pada kemiskinan.
Pentheraphobia – Takut apda ibu mertua. (Novercaphobia)
Phagophobia – Takut untuk menelan,makan atau risau dimakan.
Phalacrophobia – Takut jadi botak.
Phallophobia – Takut pada penis, terutama yang ereksi.
Pharmacophobia – Takut untuk mobilisasi pengobatan.
Phasmophobia – Takut pada hantu.
Phengophobia – Takut pada siang hari atau cahaya matahari.
Philemaphobia or Philematophobia – Takut berciuman.
Philophobia – Takut jatuh cinta atau dicintai.
Philosophobia – Takut pada filosofi.
Phobophobia – Takut pada phobia.
Photoaugliaphobia – Takut pada cahaya terang.
Photophobia – Takut pada cahaya.
Phonophobia – Takut pada suara,atau suarnya sendiri di telepon.
Phronemophobia – Takut unutk berfikir.
Phthiriophobia – Takut pada kutu. (Pediculophobia)
Phthisiophobia – Takut pada TBC.
Placophobia – Takut pada batu nisan.
Plutophobia – Takut kaya/menjadi kaya/kekayaan.
Pluviophobia – Takut hujan atau kehujanan.
Pneumatiphobia – Takut pada roh.
Pnigophobia or Pnigerophobia – Takut tersedak atau risau tercekik.
Pocrescophobia – Takut bertambah berat badan. (Obesophobia)
Pogonophobia – Takut pada jenggot.
Poliosophobia – Takut penyakit lumpuh.
Politicophobia – Takut atau ketidaksukaan berlebih pada politisi.
Polyphobia – Takut dapat banyak hal.
Poinephobia – Takut dapat hukuman.
Ponophobia – Takut amat banyak kerja atau kesakitan.
Porphyrophobia – Takut pada warna ungu.
Potamophobia – Takut pada sungai atau air mengalir.
Potophobia – Takut pada alkohol.
Pharmacophobia – Taku pada obat-obatan.
Proctophobia – Takut pada rectums.
Prosophobia – Takut pada perkembangan.
Psellismophobia – Takut berkata gagap.
Psychophobia – Takut pada pikiran.
Psychrophobia – Takut pada dingin.
Pteromerhanophobia – Takut terbang.
Pteronophobia – Takut dikelitik bulu.
Pupaphobia – Takut pada boneka/wayang .
Pyrexiophobia – Takut pada demam.
Pyrophobia – Takut pada api.
Radiophobia – Takut pada radiasi, cahaya x.
Ranidaphobia – Takut pada katak.
Rectophobia – Takut pada rectum atau penyakit dubur.
Rhabdophobia – Takut dapat dihukum berat atau dipukul bersama balok, atau dikecam keras. terhitung risau pada perihal magis. (tongkat sihir)
Rhypophobia – Takut buang air besar.
Rhytiphobia – Takut mendapat kerutan.
Rupophobia – Takut pada debu.
Russophobia – Takut pada orang rusia.
Samhainophobia – Takut pada Halloween.
Sarmassophobia – Takut pada permainan cinta. (Malaxophobia)
Satanophobia – Takut pada setan.
Scabiophobia – Takut pada kudis.
Scatophobia – Takut pada persoalan feses.
Scelerophibia – Takut pada orang jahat atau perampok.
Sciophobia Sciaphobia – Takut pada bayangan.
Scoleciphobia – Takut pada cacing.
Scolionophobia – Takut sekolah.
Scopophobia or Scoptophobia – Takut diamati atau ditatap orang.
Scotomaphobia – Takut kebutaan visual.
Scotophobia – Takut pada keggelapan. (Achluophobia)
Scriptophobia – Takut menanti di area umum.
Selachophobia – Takut pada hiu.
Selaphobia – Takut pada kilasan cahaya
Selenophobia – Takut pada bulan.
Seplophobia – Takut pada benda membusuk.
Sesquipedalophobia – Takut pada kata-kata panjang.
Sexophobia – Takut pada lawan jenis. (Heterophobia)
Siderodromophobia – Takut pada kereta, rel kereta api atau berpergian bersama kereta api.
Siderophobia – Talut pada bintang-bintang di langit.
Sinistrophobia – Takut pada benda di sebelah kiri.atau kidal
Sinophobia – Takut pada bangsa dan kebudayaan cina.
Sitophobia or Sitiophobia – Taut pada makanan atau risau makan. (Cibophobia)
Snakephobia – Taut pada ular. (Ophidiophobia)
Soceraphobia-Takut pada orang tua angkat.
Social Phobia – Takut dievaluasi negatif didalam lingkungan sosial.
Sociophobia – Takut pada masyarakat atau orang secara umum.
Somniphobia – Takut tidur.
Sophophobia – Takut untuk bersandar.
Soteriophobia – Takut tergantung pada orang lain.
Spacephobia – Takut pada angkasa luar.
Spectrophobia – Takut pada hantu.
Spermatophobia or Spermophobia – Takut pada kuman.
Spheksophobia – Takut pada ngengat.
Stasibasiphobia or Stasiphobia – Takut unutk berdiri atau berjalan. (Ambulophobia)
Staurophobia – Takut pada salib dan risau disalibkan.
Stenophobia – Takut pada benda atau area sempit.
Stygiophobia or Stigiophobia – Takut pada neraka.
Suriphobia – Takut pada tikus.
Symbolophobia – Takut pada simbolisme.
Symmetrophobia – Takut pada benda simetris.
Syngenesophobia – Takut pada orang dekat/keluarga.
Syphilophobia – Takut pada syphilis.
Tachophobia – Takut pada kecepatan.
Taeniophobia or Teniophobia – Takut pada cacing pita.
Taphephobia Taphophobia – Tajut dikubur hidup-hidup atau risau kuburan.
Tapinophobia – Takut menular.
Taurophobia – Takut pada banteng.
Technophobia – Takut pada teknologi.
Teleophobia – 1) Takut pada rancangan tertentu. 2) risau acara keagamaan.
Telephonophobia – Takut pada telepon.
Teratophobia – tkut melahirkan anak yang jelek atau risau pada monster atau risau orang berpenampilan buruk.
Testophobia – Takut untuk merintis test.
Tetanophobia – Takut kejang mulut atau risau tetanus.
Teutophobia – Takut segala suatu hal tetang jerman.
Textophobia – Takut pada bahan kain tertentu.
Thaasophobia – Takut untuk duduk.
Thalassophobia – Takut pada lautan.
Thanatophobia or Thantophobia – Takut mati atau sekarat.
Theatrophobia – Takut pada teater/bioskop.
Theologicophobia – Taut pada teology.
Theophobia – Takut pada tuhan atau suatu agama.
Thermophobia – Takut kepanasan.
Tocophobia – Takut pada kehamilan dan kelahiran anak.
Tomophobia – Takut dioperasi.
Tonitrophobia – Takut dapat guntur.
Topophobia – Takut pada area atau keadaan tertentu, layaknya pentas horor.
Toxiphobia or Toxophobia or Toxicophobia – Takut pada racun atau tidak sengaja keracunan.
Traumatophobia – Takut dapat cedera.
Tremophobia – Takut menggigil.
Trichinophobia – Takut dapat penyakit yang diakibatkan oleh cacing pita babi.
Trichopathophobia or Trichophobia – Takut pada rambut. (Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia – Takut pada angka 13.
Tropophobia – Takut untuk bergerak maju atau untuk berubah.
Trypanophobia – Takut disuntik.
Tuberculophobia – Takut TBC.
Tyrannophobia – Takut pada tirani.
Uranophobia or Ouranophobia – Takut pada surga.
Urophobia – Takut pada urine.
Vaccinophobia – Takut pada vaksinaasi.
Venustraphobia – Takut pada wanita cantik.
Verbophobia – Takut pada kata-kata.
Verminophobia – Takut pada kuman.
Vestiphobia – Takut pada pakaian.
Virginitiphobia – Takut diperkosa.
Vitricophobia – Takut pada bapak angkat.
Walloonphobia – Takut pada Walloons.
Wiccaphobia – Takut pada penyihir dan perihal berbau sihir.
Xanthophobia – Takut pada warna kuning atau kata “kuning”.
Xenoglossophobia – Takut dapat bahasa asing.
Xenophobia – Takut pada orang tak dikenal atau orang asing.
Xerophobia – Takut dapat kekeringan.
Xylophobia – 1) Takut pada objek dari kayu. 2) hutan.
Xyrophobia – Takut pada pisau cukur.
Zelophobia – Takut cemburu.
Zeusophobia – Takut pada tuhan atau dewa.
Zemmiphobia – Takut pada tahi lalat besar.
Zoophobia – Takut pada binatang

Baca Juga :

Emosi Cerdas Kunci Sukses Belajar

Sebuah kejadian di sekolah, saat anak-anak tengah lewat kewajiban untuk ikuti ujian akhir sekolah. Sebelumnya, mereka sudah mengusahakan belajar berbulan-bulan di bawah bimbingan guru, dan mengerjakan beratus-ratus soal-soal latihan. Padahari pelaksanaan ujian, mereka merasa mantap dengan persiapan yang sudah dijalankan selama ini.

Kesiapan mental mereka ternyata merasa goyah setelah merasa membaca soal-soal ujian yang dibuat oleh sekolah lain. Ternyata tipe soal serta materi yang ditanyakan di sana sangat jauh tidak serupa dengan apa yang selama ini diajarkan oleh guru mereka! Tentu saja, anak-anak pun kelabakan menghadapinya.

Seorang anak segera mengalami down, kejatuhan mental karenanya. Timbul perasaan kecewa yang sangat berat karena ternyata persiapan matang yang sudah dijalankan selama ini salah dan tak berguna. Tiba-tiba kepalanya merasa pusing, wajahnya tegang, dan hafalan-hafalan rumus yang mula-mula sudah lekat di kepala pun tiba-tiba hilang tak bersisa. Ia menghabiskan sementara dengan mencoret-coret lembar jawaban, terus-menerus
mendesah dan mengeluh jengkel, sambil melirik kanan kiri, menyaksikan reaksi teman di kanan kirinya, menghendaki ada teman yang serupa bingungnya dengan dirinya. Akhirnya iapun menyelesaikan ujiannya dengan hampir separuh soal tak terisi.

Anak yang lain bereaksi dengan coba meredam keterkejutannya, menyaksikan betapa sukar soal yang dihadapinya. Ia menarik nafas panjang, menegakkan punggungnya, dan mengusahakan menenangkan hatinya. Sempat timbul keraguan, bisakah ia mengerjakannya?
Namun hati kecilnya cepat menepis keraguan itu. Ia mengusahakan memastikan dirinya sendiri, bahwa ia sudah mengusahakan sebaik kemungkinan untuk belajar. Diingatnya pesan ibunya, bahwa Allah menilai berdasarkan seberapa besar bisnis seseorang, bukan seberapa besar hasilnya. Maka ia pun merasa coba membaca dengan hati-hati soal demi soal dengan tenang, dan coba menjawab cuman kemampuannya. Ternyata, ia mampu menyelesaikan semua soal yang ada, kendati banyak yang diisinya penuh keraguan, tapi ia tak membiarkannya kosong tak berisi, karena bukankah coba mengisinya masih lebih baik dari pada tidak diisi serupa sekali?
Dalam kisah di atas, anak tengah dihadapkan kepada keadaan yang menegangkan dan menyebabkan kekecewaan serta kekhawatiran yang mencekam. Dan ke dua anak sudah tunjukkan dua reaksi emosi yang tidak serupa dalam menghadapinya. Anak pertama tak mampu mengatasi stress yang dialaminya, supaya ia tak mampu mengontrol kepandaian otak rasionalnya. Sebaliknya anak ke dua mampu menjaga kestabilan perasaan dan emosinya dalam hadapi ketegangan tersebut, supaya sukses menguasai otak rasionalnya. Ia sudah memiliki emosi yang cerdas, yang kelanjutannya menyelamatkan nasibnya dalam ujian tersebut.

Baca Juga :

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan… Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin kita menunjukkan seberapa banyak kita tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan kita.

Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati… memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar kita. Sebab, setiap ciptaan adalah milik kita. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila kita menganggap mereka penting, kita akan memiliki sahabat ke manapun kita pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.

Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “Aku bebas dalam diriku”.

Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup kita dengan kebahagiaan.

Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati kita terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalam an hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.

Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.

Baca Juga : 

Hidup Itu Sederhana

Hidup Itu Sederhana

Hidup Itu Sederhana

Hidup Itu Sederhana

Kalau kita tanyakan pada seseorang yang kita anggap berhasil dalam hidupnya: Bagaimana mereka merencanakan semua keberhasilan itu? Hampir dapat dipastikan mereka akan menjawab: Tidak tahu. Sebagian besar malah mengatakan bahwa mereka sama sekali tak membayangkan hasil yang didapat. Sebuah jawaban yang jujur. Justru jika bukan itu jawabannya, kita boleh sedikit mengerutkan dahi tanda bertanya-tanya.

Kenyataannya, kita tak selalu bisa merancang hidup dalam bentuk blue print. Serumit atau seteliti apa pun itu, yang menyenangkan dalam hidup adalah seringkali hidup berjalan sangat sederhana, namun teramat kuat dan mendalam.

Percayalah, kita tidak berjalan di atas rencana-rencana. Hidup mengalir di atas tindakan-tindakan kita. Jika Anda menjajakan kue sepanjang jalan kota, Anda akan mendapatkan penghasilan yang Anda cari-cari. Itulah wajah kehidupan: Sederhana.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Hindari Diri dari Dosa

Hindari Diri dari Dosa

Hindari Diri dari Dosa

Hindari Diri dari Dosa

Suatu hari, sebatang pohon alpukat menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari. “Selamat sore Kat”, sapa benalu. “Oh, kamu Lu, selamat sore juga”, balas alpukat. “Wah Kat, sekarang kamu sudah besar,ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar”, puji benalu. “Iya Lu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah”, kata alpukat dengan bangga. Kemudian benalu melanjutkan, “Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali, boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, satu malam saja?”. Tanpa berpikir panjang alpukat langsung mengabulkan permohonan sang benalu, “Jangankan satu benalu kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa,’ pikir alpukat.

Maka sejak itu benalu tinggal di pohon alpukat dan tanpa disadari oleh alpukat, benalu makin hari makin besar dan beranak banyak. Suatu hari alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering, saat itulah alpukat sadar bahwa benalu sudah merugikan dirinya. Lalu alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya. “Kat, semua akar-akar saya sudah tertancap dalam tubuhmu jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu”, kata benalu sambil tertawa. Semakin
hari Alpukat makin kurus dan akhirnya mati karena benalu terus menghisap makanan dari tubuh alpukat tanpa belas kasihan.

Banyak orang yang bertindak seperti alpukat ini, waktu dosa-dosa kecil datang menggoda, dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya, mereka pikir, ‘Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan memengaruhi keimanan saya’. Saya akan tetap rajin berdoa. Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa, yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa. “Jauhilah nafsu orang muda. Jangan merasa diri kuat iman sehingga Anda bebas bermain-main dengan dosa. Setiap perbuatan dosa, harus kita jauhi dan hindari.”

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Manfaat Metode Fonik Dalam Mengajar Bahasa Inggris

Mengajarkan menyimak Bahasa Inggris untuk anak semenjak dini sangatlah penting. Anak Anda bakal mudah menyimak dalam Bahasa Inggris dengan pengucapan yang benar asalkan memakai metode yang tepat. Salah satu cara yang dapat Anda pakai dalam mengajarkan menyimak Bahasa Inggris ialah dengan memakai metode fonik. Berikut ini ialah 6 guna metode fonik dalam mengajarkan menyimak Bahasa Inggris.

Mengenalkan nama-nama huruf dan bunyi

Salah satu guna metode fonik dalam mengajar menyimak Bahasa Inggris ialah metode ini dapat memperkenalkan anak kita pada alfabet dan sekian banyak bunyi. Bahasa Inggris mempunyai 26 huruf alfabet, 21 bunyi vokal, dan 22 bunyi huruf konsonan. Anda dapat mengajarkan si kecil huruf alfabet dan sekian banyak jenis bunyi huruf dalam Bahasa Inggris. Setelah itu, Anda dapat meminta anak Anda guna merangkai sejumlah kombinasi huruf konsonan dan vokal untuk menyusun kosakata dalam Bahasa Inggris.

Mengenalkan kata dan kalimat secara langsung

Manfaat cara fonik dalam proses melatih Bahasa Inggris ialah mempermudah Anda guna mengenalkan ucapan-ucapan dan kalimat secara langsung tanpa mengeja. Bunda dapat menggunakan cara ini dengan teknik mengajarkan ucapan-ucapan atau kalimat-kalimat Bahasa Inggris secara keseluruhan, bukan per bunyi dari huruf. Anak Anda bakal melihat sekian banyak kosakata di kartu, memperhatikan kosakata yang diucapkan, dan mengulangi pengucapan kosakata tersebut. Anak Anda bakal mendapatkan pemahaman arti dari kosakata tersebut.

Memiliki keterampilan untuk memanipulasi kata

Manfaat lainnya dari memakai metode fonik guna mengajarkan menyimak Bahasa Inggris ialah metode ini memudahkan anak Anda guna mendengar dan memanipulasi bunyi dalam ucapan-ucapan yang dibacakan sehingga anak Anda bakal lebih gampang membaca ucapan-ucapan Bahasa Inggris. Contohnya, Anda dapat menggantikan bunyi huruf c dari kata ‘cake’ menjadi bunyi huruf t dari kata ‘take’. Kedua kata itu mempunyai bunyi akhir yang sama. Yang membedakannya ialah bunyi awal.

Menyesuaikan dengan kerja otak

Metode fonik ini lumayan mudah dilaksanakan dan dicocokkan dengan kinerja benak anak Anda. kita tidak bakal merasakan kendala menggunakan cara ini. Dengan media berupa huruf dan gambar yang dapat dibeli atau diciptakan sendiri, Anda dapat mengajarkan menyimak Bahasa Inggris secara perlahan. kita juga dapat membatasi pengajaran pada sejumlah bunyi dan kata.

Mengucapkan kata dengan benar

Kebanyakan penulisan kata Bahasa Inggris bertolak belakang dengan teknik pengucapannya. Manfaat cara fonik ini ialah anak Anda dapat merangkai pengucapan kosakata Bahasa Inggris dengan baik dan benar menurut bunyi yang sudah dipelajari. Jika kita terus memakai metode fonik ini, anak Anda dapat merangkai bunyi-bunyi huruf hingga si kecil dapat menyimak kalimat dalam Bahasa Inggris. Berikan pelajaran membaca berupa ucapan-ucapan pilihan atau kalimat simpel untuk mengajar mereka membunyikan ucapan-ucapan atau kalimat tersebut. Lakukan secara teratur sampai anak Anda menyimak dengan lancar.

Menghafal huruf dan bunyi

Dengan memakai metode fonik ini, anak Anda bisa menghapal huruf dan sekian banyak bunyi dalam Bahasa Inggris. Metode ini pun menyenangkan dan gampang untuk dilakukan. Anak Anda bakal melihat format dari bunyi dan huruf alfabet dalam format flashcard sampai-sampai si kecil akan gampang mengingatnya. Di samping itu, Anda dapat mengajak si kecil mengerjakan permainan dalam Bahasa Inggrissehingga anak kita tidak bakal merasa bosan.

Baca Juga :

Jodohku Tak Akan Tertukar

Jodohku Tak Akan Tertukar

Jodohku Tak Akan Tertukar

Jodohku Tak Akan Tertukar

Aku perempuan berumur 25 tahun. Sebut saja namaku Risa. Seperti kebanyakan perempuan lainnya, di umur yang nanggung ini aku sering galau memikirkan jodoh. Sebenarnya sering kali aku menepis perasaan itu, tapi rasa ingin tahu akan jodohku lebih sering muncul dibandingkan tepisanku. Hingga aku ingat suatu pesan ibuku beberapa waktu lalu. Sebelumnya, ibuku berpesan bahwa ia hanya mengijinkan pernikahan bagi anak-anaknya. Tidak ada kamus pacaran dalam keluarga. Dalam percakapan itu, ibuku menerangkan bahwa ia akan gelisah jika anak-anaknya sampai terjerumus ke dalam hal-hal yang memalukan dan dapat mencoreng nama keluarga. Ibuku juga mengistilahkan bahwa anak ibarat intan yang berarti sebagai penghias seluruh keluarga. Hanya saja kadang karena menjadi perhiasan itulah mereka menjadi khilaf, bukan bersyukur. Dan ibarat emas, anak selalu berharga mahal jika orang tuanya pandai merawat dan menjaga emas itu. Tak peduli dengan harga emas yang fluktuatif, tapi orang tua yang baik dan mengerti bagaimana cara menjaga anak-anaknya selalu tahu waktu kapan emas itu layak untuk diperjual-belikan. Yaitu melalui pernikahan. Saat itu, aku baru tahu alasan mengapa ibu dan ayah selalu melarangku ini-itu yang terkesan overprotective. Membiarkan mereka yang mengejar kita dengan caranya, menggali lebih dalam potensi kita sebelum benar-benar teraih oleh salah satu dari mereka, membiarkan masing-masing diantara mereka dan kita saling meningkatkan kualitas hidup untuk generasi yang jauh lebih berkualitas; para pendahulunya. Membiarkan Tuhan yang menentukan siapa bidadari-bidadara kita setelah kita telah patuh terhadap perintah-Nya dan tawakkal semampunya. Membiarkan itu semua mengalir bukan apa adanya, tapi mengalir dengan tetap berjalan pada koridor-Nya. Secara tak langsung, orang tuaku telah menjadikanku sedikit lebih dekat dengan Allah melalui larangan pacaran. Aku paham bahwa melalui pacaran, pintu menuju perzinaan akan terbuka. Dan aku bangga pada ibu dan ayah yang telah melarangku untuk berpacaran, itu artinya beliau benar menjagaku sesuai syariat islam yang berlaku. Tak usahlah kita meragu dan khawatir akan siapa jodoh kita kelak. Dia telah menyiapkan yang sesuai dan benar untuk kita kelak jika telah tiba waktunya. Jodohku tak akan tertukar. Dia tidak akan cepat-cepat datang menjemputku hingga membuatku gelisah. Dia juga tidak akan terlambat datang sampai membuatku cemas. Dia akan menjemputku saat tiba waktu raga dan jiwa kami siap.

Baca Juga : 

Cinta Seluas Lautan

Cinta Seluas Lautan

Cinta Seluas Lautan

Cinta Seluas Lautan

Sering kuberpikir, bagaimana caranya bisa sering bersama keluarga membagi sayang, cinta, dan spirit. Sering kuanggap itu sebagai barang mahal karena sulitnya waktu dan kesempatan.
Mama dan Deva sering kecewa karena ditinggal untuk urusan kerja, kuliah, dan sebagainya. Kalau bisa teriak-teriak, tentunya Deva (anak pertamaku) sudah DEMO. Demo kapan dolan bareng Bapak, kapan wisata bareng, kapan bisa kalau tiap sore naik motor keliling perumahan. Yaaa ….

Deva, sayang …. Aku tak mau membuatmu senantiasa menanti, berharap kedatangan Bapak. Udah dinanti, e… pulang sore. Belum Mamanya yang juga sibuk sendiri …… Waaaa…. kapan semua ada untukuuuuu……., protes Kakak Deva.

Sampai saat ini, kebersamaan keluarga dengan suasana santai masih menjadi barang langka bagi kami. Maklum selain kesibukan, juga bagaimana menghemat anggaran. Walau langka tapi bukan lah tidak mungkin. Maka kebersamaan dalam foto ini menunjukan cinta kami yang monumental, membuktikan cinta bapak ini seluas lautan yang mana Mama dan Deva serta Adik Dwi dapat berlayar ditengah lautan cinta Bapak ini. Cinta Bapak ini untuk keluarga menuju kebahagiaan semua.

Semoga dengan cinta yang tulus ini dan rasa terima kasih atas pengertian keluargaku terutama Deva dan Mama Nana dapat menghantar kita pada cinta sejati, yaitu cinta pada Sang Pencipta yang mempunyai dunia ini. Sehingga kita suatu kesempatan nanti dapat tetap bersama di Surga-Nya. Amin.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.

Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..?

Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah.

Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Baca Juga :