Category Archive : Umum

ADIL DALAM AL-QUR’AN

Pengertian Adil

Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti sama dengan seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah,tidak memihak,berpihak pada yang benar,berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Dan menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya, dan menghukumyang jahat sesuai dan kesalahan dan pelanggaranya.

Secara Bahasa Adil Berasal dari bahasa arab yang berarti proporsional, tidak berat sebelah, jujur Secara Istilah ada beberapa makna antara lain: menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Menurut Al Ghozali adil adalah keseimbangan antara sesuatu yang lebih dan yang kurang

Menurut Ibnu Miskawaih keadilan adalah Memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu.

Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, Kata adil dilawankan dengan kata dzalim yaitu menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya.
Adil adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah swt saja.
Islam memerintahkan kepada kita agar kita berlaku adil kepada semua manusia
Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu .” (An-Nisa’: 135)

Dalil tentang adil
Artinya:”Dan Allah Telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan).8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.9. Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”. (QS. Ar-Rahman:7-9)
Artinya:“Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al-Hadidi:25)
“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu).” (QS. Al-An’âm : 152)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (QS. An-Nisâ` : 135)
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mâ`idah : 8)
“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS. Al-A’râf : 181)
“Dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kalian.” (QS. Asy-Syûrô: 15)

Recent Posts

Cara Mengobati Penyakit Hati

Banyak faktor yang mempengaruhi penyakit hati, sebagai contoh adalah faktor lingkungan, pergaulan, kurang mengenal Allah Swt, dan lain-lain. Faktor terbesar yang mempengaruhi penyakit hati ialah kurang mengenal Allah Swt, seseorang yang mental dan imannya kuat, sehebat apapun cobaanya akan tegar dan tabah dalam menjalankan cobaan tersebut.
Apabila hati sudah terkena penyakit maka perlu diobati, Menurut Syaikh Ibrahim al-Khawas, obat hati ada lima macam, yaitu:
1. Membaca Al-Qur’an dengan mengangan-angan maknanya.
2. Perut harus dikosongkan yang artinya berpuasa.
3. Melakukan shalat malam.
4. Merendah, tafakur atau berdzikir disaat seperempat malam akhir, yaitu waktu sahur.
5. Harus selalu bergaul dengan orang-orang shalih.[5]
Sedangkan menurut buku yang berjudul Mengobati 7 Penyakit Hati karangan Sayyid Muhammad Nuh, cara mengobati hati adalah sebagai berikut :
1. Selalu mengingat Allah Swt.
2. Menghadiri majelis-majelis ilmu.
3. Menerima dengan ikhlas kritik dan saran orang lain.
4. Berdo’a dan memohon pertolongan Allah Swt.
5. Menjalankan perintah dan menjauhi hal yang buruk yaitu hal yang dilarang Allah.
6. Bergaul dengan orang yang baik.
7. Introspeksi diri dan memperbaiki diri dengan menjalankan rutinitas yang positif dan meninggalkan hal yang bersifat negatif.
8. Berpikir ke depan sebelum melakukan sesuatu, apakah nantinya yang kita lakukan berdampak baik atau buruk.
9. Menjauhi perkara yang shubhat.
10. Mengontrol nafsu dan syahwat.[6]
Dalam rangka pengobatan hati yang sedang sakit, HAMKA membarikan arahan agar seseorang melakukan 4 hal, yaitu :
1. Shajaah, yaitu berani melakukan kebenaran dan takut melakukan kesalahan.
2. Iffah, yaitu pandai menjaga kehormatan batin.
3. Hikmah, yaitu tahu rahasia dari pengalaman kehidupan.
4. Adalah, berlaku adil walaupun kepada diri sendiri.[7]

 

Kesimpulan

Hati adalah salah satu organ tubuh manusia yang terletak dibagian kanan atas rongga perut, hati juga dapat diartikan sebagai perasaan atau hal yang bersifat kerohanian. Setiap manusia pernah memiliki penyakit hati dan penyakit tersebut hanya dapat diketahui oleh orang lain, maka dari itu kita diharuskan untuk menerima kritik dan saran dari orang lain, karena itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang yang lebih baik. Contoh penyakit hati ada sombong, riya, ujub, dll. Dan cara mengobatinya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sejatinya semua yang diperintahkan Allah itu baik, dan ada manfaatnya.


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/

Pengertian Hati

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Hati adalah alat organ badan yang berwana kemerah-merahan dibagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu. Hati juga dapat diartikan sesuatu yang ada didalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dsb).
Kata Hati atau Qalb ((القلب berasal dari bahasa Arab yang berarti membalik. Hal ini dikarenakan keadaan hati manusia seringkali berbolak-balik, terkadang susah, terkadang bahagia, sesekali setuju bahkan menolak.[1]
Dimensi insaniah psikis manusia yang lain adalah Hati atau qalb, ia adalah bentuk masdar (kata benda dasar) dari kata qalabaI yang berarti berubah, berpindah, atau berbalik. Sedangkan dalam pengertian psikis, Hati adalah suatu keadaan rohaniah yang selalu bolak-balik dalam menentukan suatu ketetapan.[2]

B. Hati Mengandung Penyakit

Hati menduduki posisi sentral dalam kehidupan manusia, tidak saja karena hati menjadi hakim dalam menentukan berbagai aktivitas setelah terlebih dahulu mendapatkan berbagai alternatif yang diinformasikan oleh kecerdasan nalar rasionaltas otak tetapi juga karena hati menjadi tolak ukur dalam mengukur sehat tidaknya kondisi jiwa seseorang. Apabila hati secara rohani berada dalam kondisi sakit tak tertahankan, maka kondisi tersebut berpengaruh kepada kondisi fisik secara lahiriah. Seseorang yang memiliki penyakit hati tidak dapat mengetahui penyakitnya sendiri walaupun dengan alat medis canggih sekalipun. Penyakit hati susah untuk diobati dan akan mendapatkan siksa di akhirat kelak.[3]
Setiap organ tubuh manusia memiliki pasti pernah mengalami penyakit, salah satu contohnya adalah hati. Jika seseorang tidak kuat secara iman dan mental maka hatinya akan mudah terkena penyakit. Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit hati :
1. Ujub, secara bahasa, membanggakan diri (al-ijab) yaitu mengagumkan dan menganggap baik atau dibuat kagum akan hal itu. Secara istilah berarti membanggakan diri dengan segala sesuatu yang muncul dari dirinya baik ucapan maupun perbuatan, sambil tidak membandingkan dengan orang lain.
2. Al-Ghurur, secara bahasa kata al-ghurur berarti terpedaya oleh diri sendiri. Secara istilah berarti seseorang yang berjuang di jalan Allah merasa bangga terhadap dirinya sendiri sampai meremehkan dan menyepelekan segala sesuatu yang dilakukan orang lain, tetapi tidak menghina pribadi orang tersebut.
3. Al-Takabbur, secara bahasa berarti merasa besar atau menunjukan kebesaran. Secara istilah berarti menunjukkan kebanggaan pada diri sendiri dengan melecehkan pribadi orang lain dan tidak mau menerima kebenaran yang datang dari mereka.
4. Riya, secara bahasa berasal dari kata Ru’yah berarti memperlihatkan. Secara istilah berarti usaha seseorang untuk menampakkan amal-amal baiknya agar diketahui oleh orang lain dengan tujuan agar mendapatkan tempat dan kedudukan yang baik disisi mereka atau karena untuk mendapatkan keuntungan duniawi dari mereka.[4]


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Gerak Sejarah

Gerak sejarah adalah suatu alur yang menggambarkan bagaimana jalannya proses sejarah, yakni berupa suatu pola kejadian dalam berbagai peristiwa kehidupan manusia[1]. Sejarah adalah manusia, aktor,penulis, dan peminatnya adalah manusia. Maka manusialah yang dipandang sebagai inti dari sejarah. Oleh sebab itu dapat dipahami apabila masalah itu dipandang sebagai akibat daripada pada pendapat manusia tentang dirinya, yaitu:
1.Manusia bebas menentukan nasibnya sendiri (interpersional Otonom)
2.Manusia tidak benbas menentukan nasibnya atau manusia ditentukan oleh kekuatan diluar pribadinya (Heteronom atau Determinism)
Dari dua faham diatas Heteronom atau determinism adalah faham yang tertua.

Menurut kepercayaan manusia tentang penentu nasibnya adalah :

A). Alam dan sekitarnya
B). Kekuatan
C). Tuhan
Pada umumnya orang lebih condong menerima kekuatan diluar pribadinya daripada ia percaya bahwa segala sesuatu itu ditentukan oleh diri sendiri. (Ali, 2012, hal. 82-83)
2.1.1 Gerak Sejarah Menurut Hukum Fatum
Salah satu sendi pemikiran Yunani adalah anggapan tentang alam dan manusia. Pada dasarnya alam rayaa sama dengan alam kecil yaitu manusia. Makro kosmos sama dengan mikro kosmos. kosmos menunjukkan bahwa alam teratur dan di alam itu hukum alam berkuasa. Hukum yang berlaku dalam makro dan mikro kosmos yaitu alam raya dan alam manusia dikuasai oleh nasib (kadar) yaitu suatu kekuatan gaib yang menguasai makrocosmos-mikrocosmos.
Perjalanan hidup alam semesta ditentukan oleh nasib perjalanan matahari, bulan, bintang, manusia dan sebagainya. Tak dapat menyimpang dari jalan yang sudah ditentukan oleh nasib.Hukum alam yang menjadi dasar dari segala hukum kosmos ialah hukum lingkaran atau hukum cyclus (siklus). Setiap kejadian, setiap peristiwa akan terjadi lagi, terulang lagi. Hukum cyclus di Indonesia di sebut dengan cakra manggilingan yang berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari cakram itu dan bahwa segala kejadian-peristiwa berlangsung dengan pasti. Cakram adalah lambang nasib (kadar) yang berputar terus serba abadi tanpa putus.
Qadar ,nasib atau Fatum bagi alam Yunani merupakan kekuatan tanggal yang tak dikenal dan tak perlu dikenal. Penggerak kosmos diterima pemberiannya dengan gembira. Oleh sebab itu, cerita sejarah dari masa itu melukiskan kejadian-peristiwa dengan rasa gembira dan menyerah kepada qadar. (Ali, 2012, hal. 83-85)

Recent Posts

GERAK SEJARAH DAN KEKUATAN SEJARAH

1.1 Latar Belakang Masalah


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/
Dalam sejarah terdapat teori-teori yang mana dapat memecahkan suatu masalah manusia. Masalah yang dimaksud dapat ditegaskan sebagai apa peranan manusia dalam sejarah atau dapatkah manusia itu menentukan sejarahnya atau manusia itu seperti boneka yang digerakkan oleh sejarah.

Pada historiografi selalu dituliskan hanya seputar peristiwa-peristiwa penting atau tentang suatu tokoh yang memiliki pengaruh. Dari pernyataan tersebut kita tahu bahwa sejarah itu memiliki faktor penggerak dan sumber kekuatan yang berpengaruh dalam perkembangan suatu sejarah.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian gerak sejarah ?
2. Siapakah yang menentukan gerak sejarah ?
3. Bagaimana sifat gerak sejarah ?
4. Apa saja kekuatan-kekuatan sejarah ?
5. Apakah tugas manusia dalam sejarah?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan memahami beberapa teori gerak sejarah
2. Untuk mengetahui macam-macam kekuatan sejarah
3. Untuk mengetahui tentang gerak sejarah
4. Untuk mengetahui tentang kekuatan-kekuatan sejarah


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

SEJARAH PENULISAN SEJARAH

1.1 LATARBELAKANG

Penulisan sejarah adalah usaha rekontruksi peristiwa yang tejadi di masa lampau. Penulisan itu bagaimana pun baru dapat dikerjakan setelah dilakukannya penelitian, karena tanpa penelitian penulisan menjadi rekontruksi tanpa pembuktikan. Baik penelitian dan penulisan membutuhkan keterampilan. Dalam penelitian dibutuhkan kemampuan untuk mencari, menemukan, dan menguji sumber-sumber yang benar. Sedangkan dalam penulisan dibutuhkan kemampuan menyusun fakta-fakta, yang bersifat fragmentasi itu, kedalam suatu uraian yang sistematis, utuh dan komunikatif.
Keduanya membutuhkan kesadaran teoritis yang tinggi serta imajinasi historis yang baik. Sehingga, sejarah yang dihasilkan bukan saja dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan elementer, yang terkait pada pertanyaan pokok, tentang “apa, siapa, dimana, dan apabila”, tetapi juga mengenai “bagaimana” serta “mengapa dan apa jadinya”. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan elementer dan mendasar itu adalah “fakta sejarah” dan merupakan unsur yang memungkinkan adanya “sejarah”. Sedangkan jawaban terhadap “bagaimana” adalah suatu rekontruksi yang berusaha menjadikan semua unsur itu terikat dalam suatu deskripsi yang disebut “sejarah”, dan secara teknis disebut “keterangan historis” (historical explanation). Adapun jawaban terhadap pertanyaan “mengapa dan apa jadinya” yang menyangkut masalah kasualitas adalah hasil puncak yang bisa diharapkan dari studi sejarah yang biasa juga disebut sebagai studi sejarah kritis.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa itu sejarah penulisan sejarah?
2. Bagaimana sejarah perkembangan penulisan sejarah di dunia?
3. Bagaimana sejarah perkembangan penulisan sejarah periode Islam?
4. Bagaimana sejarah perkembangan penulisan sejarah di Indonesia?

1.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian dari sejarah penulisan sejarah.
2. Mengetahui perkembangan penulisan sejarah di dunia.
3. Mengetahui perkembangan penulisan sejarah periode Islam.
4. Mengetahui perkembangan penulisan sejarah di Indonesia.


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

ISTILAH DAN DEFINISI SEPUTAR KEWARGANEGARAAN

Civics atau ilmu kewarganegaraana adalah ilmu yang membicarakan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan perkumpulan-perkumpulan yang teroganisir, dan hubungan individu-individu dengan negara. Civics merupakan salah satu cabang ilmu politik dan pada intinya berhubungan dengan pemerintahan, hak dan kewajiban warga dalam sebuah negara.
Istilah lain yang hampir sama dengan Civics adalah Citizenship yang berarti kewarganegaraan. Menurut Stanley E. Diamond citizenship adalah sesuatu yang berkenaan dengan aktivitas sekolah yang mempunyai dua lipatan, lebih mengerucut lagi ia mencakup kelegalan status negara dan aktivitas yang berhubungan dengan politik, organisasi pemerintahan, saham perusahaan, dan tentang hak dan tanggung jawab. Gerakan Community Civics yang dipelopori oleh W.A Dunn pada tahun 1907 adalah gerakan yang bermula dari keinginan yang lebih funsgsional terhadap matakuliah bagi para peserta didik dengan menghadapkan mereka pada lingkungan atau kehidupan sehari-hari dalam hubungan ruang lingkup lokal, nasional, maupun internasioanal. Gerakan lain yang memiliki alasan lahir yang sama dengan Community Civics adalah gerakan Civic Education atau bisa disebut Citizenship Education, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pendidikan kewarganegaraan dan kewargaan. [4]

` Pendidikan kewargaan secara substantif

tidak mendidik generasi muda Indonesia menjadi warga negara yang cerdas dan sadar akan hak dan kewajibanya dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara, melainkan juga membangun kesiapan warga negara untuk menjadi warga global (dunia). Jadi cakupan Pendidikan Kewarganegaraan secara substantif lebih luas daripada Pendidikan Kewarganegaraan.
Pada tahun 1990 an Pendidikan Kewargaan menemukan momentumnya dengan pemahaman yang berbeda-beda. Beberapa ahli menyatakan bahwa pendidikan kewargaan diidentikan dengan dengan Pendidikan Demokrasi dan dan Pendidikan HAM. Menurut Azyumardi Azra Pendidikan Demokrasi secara substantif menyangkut sosialisasi, penyebarluasan dan aktualisasi konsep, sistem, nilai, budaya, dan praktik demokrasi pendidikan. Sedangkan Pendidikan HAM mengandung pengertian sebagai aktivitas mentransformasikan nilai-nilai HAM agar tumbuh kesadaran dan penghormatan , perlindungan, dan penjaminan HAM sebagai suatu kodrat yang dimiliki setiap manusia. Masih menurut Azra, Pendidikan Kewargaan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokrasi dan pendidikan HAM karena mencakup kajian dan pembahasan tentang pemerintahan, konstitusi, rule of law, hak dan kewajiban warga negara, proses demokrasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan kewarganegaraan.[5]
Dengan adanya Civic Education diharapkan dapat menolong peserta didik untuk mengetahui, memahami, dan dapat mengapresiasi cita-cita nasioanal. Serta dapat membuat keputusan-keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai masalah, baik masalah pribadi,masyarakat, dan negara.

Recent Posts

PRINSIP-PRINSIP KEWARGANEGARAAN

DASAR HUKUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Prinsip adalah suatu asas atau dasar kebenaran yang menjadi pokok dasar berfikir dan bertindak. Sedangkan kewarganegaraan adalah hal-hal yang berhubungan dengan warga negara[1]. Jadi prinsip kewarganegaraan adalah asas-asas yang berhubungan dengan warga negara.
Berdasarkan undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 ayat (2) menyebutkan bahwa isi kurikulum setiap jenis dan jalur pendidikan wajib harus memuat (a) Pendidikan Pancasila, (b) Pendidikan Kewarganegaran, (c) Pendidikan Agama. Dalam tingkat perguruan tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan dalam tingkat perkuliahan diwujudkan melalui matakuliah Pendidikan Kewiraan yang diterapakan dari UU No. 2/1989. Setelah perubahan politik dari era ototiter ke era demokrasi, Pendidikan Kewarganegaraan melalui Pendidikan Kewiraan dianggap sudah tidak relevan dengan semangat demokrasi dan reformasi. Jadi setelah lahirnya masa Orde Baru Pendidikan Kewiraan digantikan dengan Pendidikan Kewargaan (Civic Education).[2]
Upaya pergantian matakuliah Pendidikan Keperwiraan menjadi Pendidikan Kewargaan tidak lepas dari peran serta kalangan perguruan tinggi untuk menemukan format baru pendidikan demokrasi yang relevan. Dalam catatan historis Indonesia, kurikulum pendidikan nasional tentang pendidikan demokrasi di Indonesia terus mengalami perkembangan dan perubahan sebagai berikut :
1. Civic (1957-1962)
2. Manipol dan USDEK Pancasila dan UUD (1960 an)
3. Pendidikan Kemasyarakatan (1964)
4. Pendidikan Kewarganegaraan Negara (1968-1969)
5. Pendidikan Civics dan Hukum (1973)
6. Pendidikan Moral Panacasila (1975-1984)
7. Filsafat Pancasila (1970-sekarang)
8. PPKN (1994)
9. Pendidikan Kewiraan (1989-1990)
10. Pendidikan Kewargaan (2000-sekarang)[3]
Pergantian nama dan istilah dalam pendidikan demokrasi di Indonesia menunjukkan adanya suatu dinamika untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak bangku pelajar. Yang patut disayangkan adanya distorsi atau penyelewengan hakikat pendidikan kewarganegaraan. Banyak yang dimanfaatkan untuk kepentingan para penguasa yang mana ingin mempertahankan kekuasaan dan mencitapkan status quo. Adanya kehadiran Pendidikan Kewargaraan pada masa reformasi, diharapkan akan mampu mengantar bangsa Indonesia menciptakan negara demokrasi, negara hukum, negara madani yang ideal bagi seluruh masyarakat. Maka implementasi dan apresiasi Pendidikan Kewargaan harus diperhatikan terutama dalam dunia pendidikan.


Sumber: https://belantaraindonesia.org/

Sistem Pendidikan Surau

Surau merupakan istilah yang banyak digunakan di asia tenggara seperti sumatera selatan , semenanjung mlaysia petani. Namun yang paling banyak dipergunakan di pergunakan di minangkabau. Surau berasal dari India yang merupakan tempat yang digunakan sebagai pusat pembelajaran dan pendidikan Hindu Budha.
Dalam lembaga pendidikan surau tidak mengeal birokdiasi formal,sebagaimana yang di jumpai pada lembaga pendidikan modern.Sistem pendidikan di surau tidak mengenal jenjang atau tingkatan kelas, muridnya diberikan kebebasan utuk memilih belajar pada kelompok mana yang ia kehendaki

Sistem Pendidikan Pesantren

Asal usul Pesantren
Pertama pesantren adalah institusi pendidikan islam, yang memang berasal dari tradisi islam.Pesantran lahir dari pola kehidupan tasawuf yang kemudian berkembang diwilayah islam, seperti timur tengah dan afrika utara yang dikenal dengan sebutan zawiyat. Kedua pesantren merupkan kelanjutan dari tradisi Hindu Budha yang sudah mengalami proses islamisasi. Mereka melihat adanya hubungan antara perkataan pesantren dengan kata shastri dari bahasa sanskerta.
Pengaruh Kebijakan Kolonial Belanda Terhadap Pendidikan Islam
Setidaknya ada dua kebijakan belands yaitu: politik etis dan Ordonansi( peraturan pemerintah) Guru/ Sekolah Liar.

a). Politis etis
Secara konsep politik etis sangat baik karena adanya keberpihankan kepada kaum pribumi.Namun dalam pelaksanaannya kolonial belanda bekerjasama dengan kaum liberal( pemegang saham), tetap mengeksplotir daerah jajahannya untuk kepentingan ekonominya. Dalam menjalankan politik etis belanda menerapkan trilogy program, yaitu meliputi: edukasi( pendidikan), irigasi( pengairan) dan transmigrasi( pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah perkebunan jawa). Di samping trilogi program tersebut, penjajah belanda menerapkan prinsip assosiasi,asimilasi dan unifikasi
b). Ordonasi Guru/ Sekolah Liar
Sehubungan dengan berdirinya madarasah dan sekolah Agama yang diselenggarakan oleh kalangan Islam pembaru, Adanya kekhawatiran pemerintah tersebut cukup beralasan. Tetapi setelah melihat perkembangan lebih lanjut, seperti peningkatan jumlah madrasah dan sekolah-sekolah swasta sebagai istitusi pendidikan diluar sistem persekolahan pemerintah, kalangan pemerintah semakin hati-hati terhadap sikap netral mereka selama ini. Adanya latar belakang tersebut pula barangkali, yang mendorong pemerintah Belanda merubah sikapnya dalam menghadapi kemungkinan buruk yang bakal timbul dari penigkatan jumlah madrasah dan sekolah-sekolah agama. Sebagai tindakan pencegahan, langkah itu dilakukan melalui pengawasan terhadap sekolah-sekolah liar. Sejak adanya penurunan sikap tersebut, dalam rangka pengawasan dikeluarkan ordinansi tanggal 28 Maret 1923 Lembaran negara no 136 dan 260. Bahkan dalam orodinansi yang dikeluarkan tahun 1932, dinyatakan bahwa semmua sekolah yang tidak di bangun pemerintah atau tidak memperoleh subsidi dari pemerintah, diharuskan minta izin terlebih dahulu, sebulum sekolah itu didirikan.


Sumber: https://robinschone.com/

Pendekatan Filologi dalam Studi Islam

1. Pengertian Filologi

Filologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu kata “philos” yang berarti ‘cinta’ dan “logos” yang berarti ‘pembicaraan’, ‘kata’ atau ‘ilmu’.Arti ini kemudian berkembang menjadi “senang belajar”, “senang kepada ilmu” atau “senang kebudayaan”, hingga dalam perkembangannya sekarang filologi identik dengan ‘senang kepada tulisan-tulisan yang ‘bernilai tinggi’. Sebagai istilah, kata ‘filologi’ mulai dipakai kira-kira abad ke-3 SM oleh sekelompok ilmuwan dari Iskandariyah. Istilah ini digunakan untuk menyebut keahlian yang diperlukan untuk mengkaji peninggalan tulisan yang berasal dari kurun waktu beratus-ratus tahun sebelumnya.
Dalam perkembangannya, filologi menitikberatkan pengkajiannya pada perbedaan yang ada dalam berbagai naskah sebagai suatu penciptaan dan melihat perbedaan-perbedaan itu sebagai alternatif yang positif. Dalam hubungan ini suatu naskah dipandang sebagai penciptaan kembali (baru) karena mencerminkan perhatian yang aktif dari pembacanya. Sedangkan varian-varian yang ada diartikan sebagai pengungkapan kegiatan yang kreatif untuk memahami, menafsirkan, dan membetulkan teks bila ada yang dipandang tidak tepat.
Obyek kajian filologi adalah teks, sedang sasaran kerjanya berupa naskah. Naskah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peninggalan tulisan masa lampau, dan teks merupakan kandungan yang tersimpan dalam suatu naskah. ‘Naskah’ sering pula disebut dengan ‘manuskrip’ atau ‘kodeks’ yang berarti tulisan tangan, yang mempunyai karaktristik bahwa naskah tersebut tercipta dari latar social budaya yang sudah tidak ada lagi atau yang tidak sama dengan latar social budaya masyarakat pembaca masa kini dan kondisinya sudah rusak.
2. Pendekatan Filologi dalam Studi Islam
Az-Zamakhsyari, sebagaimana dikutip Nabilah Lubis, mengungkapkan kegiatan filologi sebagai tahqiq al-kutub.Secara bahasa, tahqiq berarti tashhih (membenarkan/mengkoreksi) dan ihkam (meluruskan). Sedang secara istilah, tahqiq berarti menjadikan teks yang ditahkik sesuai dengan harapan pengarangnya, baik bahasanya maupun maknanya. Dari definisi ini, dapat dipahami bahwa tahqiq bertujuan untuk menghadirkan kembali teks yang bebas dari kesalahan-kesalahan dan sesuai dengan harapan penulisnya. Tahqiq sebuah teks atau nash adalah melihat sejauh mana hakikat yang sesungguhnya terkandung dalam teks tersebut.
Bangsa Arab pra-Islam dikenal dengan karya-karya syair maupun sastra prosanya. Karya yang paling terkenal adalah “Muallaqat” (berarti “yang tergantung),berupa qasidah-qasidah panjang dan bagus yang digantungkan pada dinding Ka’bah dengan tujuan agar dibaca masyarakat Arab pada hari-hari pasar dan keramaian lainnya.
Penelitian naskah Arab telah lama dimulai, terlebih pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Pada masa itu, nash al-Qur’an mulai dikumpulkan dalam satu mushaf. Hal ini membutuhkan ketelitian untuk menyalin teks-teks al-Quran ke dalam mushaf tersebut. Ayat-ayat al-Quran yang sebelumnya tertulis secara berserakan pada tulang belulang, kulit pohon, batu, kulit binatang, dan sebagainya dipindah dan disalin pada sebuah mushaf dan dijadikan satu. Pekerjaan menyalin ayat-ayat al-Quran ini dilaksanakan dengan ketelitian menyangkut orisinalitas wahyu ilahy yang harus senantiasa dijaga.
Setelah Islam tumbuh dan berkembang di Spanyol pada abad ke-8 Masehi sampai abad ke-15 Masehi, pada zaman Dinasti Bani Umayyah ilmu pengetahuan Yunani yang telah diterima bangsa Arab kemudian kembali ke Eropa dengan epistemologi Islam. Puncak kemajuan karya sastra Islam ini mengalami kejayaannya pada masa Dinasti Abbasiyah. Karya tulis al-Ghazali, Fariduddin Attar, dan lainnya yang bernuansa mistik berkembang maju di wilayah Persia dan dunia Islam. Karya Ibnu Rusyd, Ibnu Sina dan yang lain menjadi rujukan wajib mahasiswa dan merupakan lapangan penelitian yang menarik pelajar di Eropa.

Recent Posts