Category Archive : Pendidikan

Kemendikbud Akan Melaksanakan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMK – Menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia mengenai Revitalisasi SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengemban sertifikasi keahlian untuk guru produktif dan tenaga kependidikan di SMK.

Sertifikasi keahlian dilaksanakan sebagai upaya peningkatkan kualitas guru produktif dan tenaga kependidikan laksana laboran, teknisi, dan kepala bengkel di SMK.

Dilansir dari berita Direktorat Pembinaan SMK, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano menyatakan pada etape satu telah dibentuk Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 4 guna 58 Kompetensi Keahlian dan telah diabsahkan pada 23 Agustus 2017.

Selanjutnya, ketika ini adalahtahap dua telah dibentuk lagi sejumlah 81 skema sertifikasi kompetensi kemahiran untuk guru dan 38 skema sertifikasi guna tenaga kependidikan.

“Semua skema tersebut untuk membalas tantangan zaman. Karena tersebut semua skema sertifikasi kemahiran guru dan tenaga kependidikan tersebut telah melewati proses validasi dan verifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan siap guna mendapatkan pengesahan,” kata Supriano usai Penandatangan Skema Sertifikasi KKNI Level 4 di Gedung Kemendikbud, Kamis (15/11/2018).

Dia menerangkan, skema sertifikasi adalahpersyaratan sertifikasi spesifik sehubungan kategori profesi yang diputuskan dengan memakai standar dan aturan eksklusif sama, serta formalitas sama.

Sertifikasi, lanjutnya bertujuan meyakinkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang sudah didapat melewati proses pembelaran baik formal, nonformal, pelatihan kerja, ataupun empiris kerja.

“Dengan adanya skema ini diinginkan terjadi kesetaraan dan keserupaan lebel kompetensi guru produktif dan tenaga kependidikan di SMK negeri atau swasta, serta kejuruan level kompetensi dan tenaga kependidikan di madrasah,” jelas dia.

Sementara tersebut Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti mengatakan, skema sertifikasi kemahiran KKNI level IV ini didominasi oleh skema sertifikasi kompetensi kemahiran teknik dan sains.

Untuk permulaan, skema sertifikasi ini bakal diterapkan guna guru atau tenaga kependidikan di SMK Revitalisasi.

“Setelah itu, ke SMK reguler. Diharapkan bakal terwujud edukasi yang berkualitas dan bisa menghasilkan alumni SMK yang kompeten,” harap Supriano.

Sumber: bahasainggris.co.id

Kelulusan CPNS Rendah Berdampak Pada Tenaga Pendidik dan Kesehatan – Ketersediaan tenaga pendidik dan kesehatan dijamin terkena akibat bersangkutan rendahnya tingkat kelulusan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Pasalnya lowongan CPNS tahun ini memang didominasi kedua susunan tersebut.

Kondisi ini menciptakan tujuan untuk meningkatkan tenaga pendidik dan kesehatan sulit menjangkau target. Ditambah lagi tahun bakal ada aparatur yang pensiun.

“Pasti terdampak. Tenaga edukasi dan kesehatan dapat kosong. Lowongan kan memang paling tidak sedikit untuk kedua tersebut di daerah,” kata Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, Rabu (14/11/2018).

Seperti diketahui, lebih dari setengah dari 238.015 lowongan CPNS 2018 itu diperuntukan guna tenaga pendidik. Dimana guna lowongan guru dan dosen dimulai 122 ribuan. Dari jumlah tersebut, 88.000 guna guru ruang belajar dan mata latihan di instansi pemerintah daerah.

Sementara itu, tenaga kesehatan menduduki urutan kedua susunan terbanyak. Dimana guna tahun ini pemerintah bakal membuka 60.315 lowongan baik guna dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis.

“Sementara, tingkat kelulusan di wilayah sangat rendah. Untuk susunan umum di distrik Barat kelulusan melulu 3,7%. Lalu distrik Tengah 2,2% dan Timur 1,5%. Itu tingkat kelulusan susunan umum di daerah,” jelasnya.

Dia juga mengakui tidak sedikit daerah tentu mengeluhkan urusan ini. Pasalnya pemerintah daerah (pemda) bercita-cita dengan seleksi CPNS 2018 ini bisa mengisi kelemahan tenaga guru dan kesehatan.

“Pasti lah mengeluh. Kan data telah masuk. Jadi pemerintah membuat kepandaian baru semata-mata supaya tidak terdapat kekosongan dan bisa menjauhkan program pemerintah,” ungkap Ridwan.

Sumber: sekolahan.co.id

Unsur yang Terdapat dalam Konstitusi Negara Indonesia

Unsur yang Terdapat dalam Konstitusi Negara Indonesia

Unsur yang Terdapat dalam Konstitusi Negara Indonesia

Unsur yang Terdapat dalam Konstitusi Negara Indonesia

 

 

Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Konstitusi Negara Indonesia
Sumber dari segala sumber hukum bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila. UUD 1945 memuat hal-hal pokok bagi penyelenggaraan pemerintahan dan bernegara.
UUD 1945 sebagai landasan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial, sejahtera, demokratis. dan terlindungi oleh hukum.
Sebagai Negara hukum menurut UUD 1945 ada tujuh unsur pokok, yaitu:

1. Unsur hukum

Negara berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. Itu berarti segala kegiatan dan perilaku dalam masyarakat Indonesia tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945.
Namun demikian, UUD 1945 hanya rnemuat aturan-aturan pokok, sedangkan pelaksanaan dituangkan kepada perundang-undangan yang ada di bawahnya.
Ada tata urutan perundang-undangan Republik Indonesia yaitu:
a. UUD 1945
b. Ketetapan MPR (Tap MPR)
c. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU)
d. Peraturan Pemerintah (PP)
e. Keputusan Presiden (Keppres)
f. Peraturan pelaksana lainnya

2. Unsur Sistem Konstitusi

Minya pemerintahan berdasar pada konstitusi (hukum dasar), tidak absolutisme (kekuasaan tidak terbatas).

3. Unsur Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan rakyat dipegang oleh MPR sebagai• penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, jadi MPR memegang kekuasaan negara yang tertinggi.

4. Unsur Persamaan Hak

Setiap manusia Indonesia diakui memilki hak asasi yang sama, yang wajib mendapat perlindungan hukum, seperti yang tertuang pada pasal-pasal UUD 1945.
5. Unsur Kekuasaan Kehakiman
Kekuasaan kehakiman haws mandiri dan bebas dari pengaruh atau tekanan dari kekuatan manapun

6. Unsur Pembentuk Undang-Undang

Presiden dan DPR sebagai Lembaga Negara Pembentuk UndangUndang. Di samping Presiden adalah DPR. Presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama. Presiden harus mendapat persetujuan DPR untuk membuat Undang-Undang dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Dalam menjalankan tugas Presiden harus bekerja sama dengan DPR, tetapi Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR.
7. Unsur Sistem Pemerintahan
Presiden sebagai mandataris MPR yang berkewajiban melaksanakan Ketetapan-Ketetapan MPR.
Presiden berhak membentuk kabinet, dan para menteri bertanggung jawab kepada Presiden.
Presiden berhak mengangkat dan memberhentikan Menteri (Pasal 17 UUD 1945). Presiden juga memegang kekuasaan Pemerintahan (Pasal 4 UUD1945).

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Mahasiswa ITB Temukan dan Kembangkan Membran Penyimpan Energi Tinggi

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menemukan membran penukar ion heterogen yang dapat menyimpan energi laksana baterai. Penemuan ini diandalkan sebagai langkah mula bagi masa mendatang penyelamatan energi.

Teknologi tersebut adalah temuan Khoiruddin, mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Kimia ITB. Temuan tersebut sekaligus menjadi disertasinya guna program Doktor Teknik Kimia dengan judul Preparasi dan Karakterisasi Membran Penukar Ion Heterogen Berbasis Polivinil Klorida. Penyimpan energi ini sudah disidangkan dan dijaga di depan penguji pada 6 Juli 2018.

Dalam siaran pers ITB yang diterima, riset tentang membran penukar ion heterogen memiliki tidak sedikit manfaat. Misalnya dapat digunakan untuk buatan air ultramurni, pembangkit energi listrik fuel cell, dan penyimpanan energi (energy storage).

“Membran penukar ion yang kami kembangkan ini memiliki ciri khas pemisahan yang lumayan baik, proses fabrikasinya pun relatif sederhana, dan diciptakan dari material yang murah dan tidak sedikit tersedia di pasaran, laksana PVC,” katanya.

Temuan tersebut urgen lantaran situasi cadangan energi dari bahan bakar fosil semakin lama semakin menipis. Banyak penelitian dilaksanakan untuk mengejar energi baru tersalurkan. Juga riset bagaimana menyimpan energi-energi pilihan tersebut.

“Membran penukar ion bisa berperan dalam bidang penyimpanan energi, misalnya redox flow battery,” terangnya.

Redox flow battery adalah salah satu jenis baterai yang andal dan dapat menyimpan energi lebih lama dibanding jenis baterai lainnya. Baterai jenis ini dapat menyimpan energi dalam skala sedang sampai besar dengan memanfaatkan sistem elektrokimia.

Berdasarkan keterangan dari pelajaran.id dia, membran tersebut kualitasnya lumayan bagus. Sudah diuji dalam skala lab, dan tidak kalah dengan membran yang dikembangkan oleh peneliti lain.

Penelitian dilaluinya sekitar empat tahun semenjak 2014. Penelitian yang tadinya didanai sendiri oleh pembimbing, lantas mendapatkan pertolongan beasiswa disertasi dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2016.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN BERFIKIR KRITIS Yang Efektif

 

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

 

  1. Latar Belakang

Adanya kebijakan peningkatan jaminan kualitas lulusan SLTP membawa konsekuensi di bidang pendidikan, antara lain perubahan dari model pembelajaran yang mengajarkan mata-mata pelajaran (subject matter based program) ke model pembelajaran berbasis kompetensi (competencies based program). Model pembelajaran berbasis kompetensi bermaksud menuntun proses pembelajaran secara langsung berorientasi pada kompetensi atau satuan-satuan kemampuan. Pengajaran berbasis kompetensi menuntut perubahan kemasan kurikulum, dari model lama berbentuk silabus yang berisi uraian mata pelajaran yang harus diajar ke dalam kemasan yang berbentuk paket-paket kompetensi. Hal ini membawa konsekuensi bahwa proses pembelajaran harus berorientasi pada pembentukan seperangkat kompetensi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Hal demikian  menuntut kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bidang kajian dan karakteristik siswa agar mencapai hasil yang maksimal. Oleh kerana itu peran guru dalam konteks pembelajaran menuntut perubahan, antara lain : (a) peranan guru sebagai penyebar informasi semakin kecil, tetapi lebih banyak berfungsi sebagai pembimbing, penasehat, dan pendorong, (b) peserta didik adalah individu-individu yang kompleks, yang berarti bahwa mereka mempunyai perbedaan cara belajar sesuatu yang berbeda pula, (c) proses belajar mengajar llebih ditekankan pada belajar daripada mengajar (Laster, 1985).


Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan pergeseran peran guru dalam pembelajaran, yaitu :

  1. Cara pandang guru terhadap siswa perlu diubah. Siswa bukan lagi sebagai obyek pengajaran, tetapi siswa sebagai pelaku aktif dalam proses pembelajaran. Dalam diri siswa terdapai berbagai potensi yang siap dikembangkan. Oleh katena itu dalam konteks pembelajaran guru diharapkan mampu memberikan dorongan kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  2. Guru diharapkan mampu mengajarkan bagaimana siswa bisa berhubungan dengan masalah yang dihadapi dan mengatasi persoalan yang muncul di masyarakat. Antara lain dengan cara  memberikan tantangan yang berupa kasus-kasus yang sering terjadi di masyarakat yang terkait bidang studi. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya, yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai bekal kemandirian dalam menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. Bahkan lebih jauh lagi diharapkan bisa ikut ambil bagian dalam mengembangkan potensi masyarakatnya.

  • Prinsip pembelajaran KBK

Prinsip pembelajaran yang dikembangkan untuk mencapai kefektifan dan efisiensi pengelolaan KBK di SLTP, antara lain :

  1. Pembelajaran berfokus pada siswa (student cenrtered), artinya orientasi pembelajaran terfokus kepada siswa. Siswa menjadi subyek pembelajaran dan kecepatan belajar siswa yang tidak sama perlu diperhatikan.
  2. Pembelajaran terpadu (integrated learning), maksudnya pengelolaan pembelajaran/KBM dilakukan secara integratif. Semua tujuan pembelajaran yang berupa kemampuan dasar yang ingin dicapai bermuara pada satu tujuan akhir, yaitu mencapai kemampuan dasar lulusan.
  3. Pembelajaran individu (individual learning), artinya siswa memiliki peluang untuk melakukan pembelajaran secara individual.
  4. Belajar tuntas (mastery learning), maksudnya pembelajaran mengacu pada ketuntasan belajar kemampuan dasar melalui pemecahan masalah. Setiap individu dan kelompok harus menuntaskan pembelajaran satu kemampuan dasar baru belajar ke kemampuan dasar berikutnya.
  5. Pemecahan masalah (problem solving), artinya proses dan hasil pembelajaran mengacu pada aktifitas pemecahan masalah yang ada di masyarakat, yaitu dengan menggunakan pendekatan belajar kontekstual.
  6. Experience-based learning, yakni pembelajaran dilaksanakan melalui pengalaman-pengalaman belajar tertentu dalam mencapai kemampuan belajar tertentu.
  7. Selain pemanfaatan prinsi-prinsip tersebut, guru dimungkinkan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran lain yang sesuai dengan tuntutan perkembangan.

  1. BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
  2. Belajar Aktif

Winkel (1996) mendefinisikan belajar sebagai suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap. Perubahan itu bersifat tetap dan berbekas. Belajar dapat dipandang sebagai usaha untuk melakukan proses perubahan tingkah laku kearah menetap sebagai pengalaman berinteraksi dengan lingkungannya.

Belajar merupakan usaha seseorang untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam proses belajar terjadi perubahan dan peningkatan mutu kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan siswa, baik dari segi kognitif, psikomotor maupun afektif.


Belajar aktif (sering dikenal sebagai “cara belajar siswa aktif”) merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara-cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar mandiri merupakan tujuan akhir dari belajar aktif. Untuk dapat mencapai hal tersebut, kegiatan pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar bermakna bagi siswa. Belajar yang bermakna terjadi bila siswa berperan secara aktif dalam proses belajar dan akhirnya mampu memutuskan apa yang akan dipelajarinya.

Belajar aktif merupakan perkembangan dari teori Dewey learning by doing (1859-1952). Dewey sangat tidak setuju pada rote learning “belajar dengan menghafal”. Dewey merupakan pendiri sekolah Dewey School  yang menerapkan prinsip-prinsip learning by doing, yaitu bahwa siswa perlu terlibat dalam proses belajar secara spontan. Keingintahuan siswa akan hal-hal yang belum diketahuinya mendorong keterlibatannya secara aktif dalam suatu proses belajar. Menurut Dewey, guru berperan untuk menyediakan sarana bagi siswa untuk dapat belajar. Dengan peran serta siswa dan guru dalam belajar aktif, akan tercipta suatu pengalaman belajar yang bermakna.

Belajar aktif mengandung berbagai kiat yang berguna untuk menumbuhkan kemampuan belajar aktif pada diri siswa dan menggali potensi siswa dan guru untuk sama-sama berkembang dan berbagi pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman.


Pengelolaan Kelas Berbasis Pendidikan Karakter

Pengelolaan Kelas Berbasis Pendidikan Karakter

Pengelolaan Kelas Berbasis Pendidikan Karakter

Latar Belakang
Sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas merupakan aset bangsa dan negara dalam melaksanakan pembangunan nasional di berbagai sektor dan dalam menghadapi tantangan kehidupan masyarakat dalam era globalisasi. Sumber daya manusia ini tiada lain ditentukan oleh hasil produktivitas lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, yang terdiri atas jalur sekolah dan luar sekolah, dan secara spesifik merupakan hasil proses belajar-mengajar di kelas.
Pendidikan jalur sekolah terdiri atas tiga jenjang yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi serta bersifat formal, karena dilaksanakan secara berkesinambungan dan adanya saling keterkaitan dalam kurikulum yang diajarkan. Jenjang pendidikan yang lebih tinggi baru bisa diikuti apabila jenjang sebelumnya telah selesai diikuti dan berhasil (St. Vembriarto,dkk., 1994 : 48).
Inti kegiatan suatu sekolah atau kelas adalah proses belajar mengajar (PBM). Kualitas belajar siswa serta para lulusan banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan PBM tersebut atau dengan kata lain banyak ditentukan oleh fungsi dan peran guru. Pada dewasa ini masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan PBM. Seringkali muncul berbagai keluhan atau kritikan para siswa,orang tua siswa ataupun guru berkaitan dengan pelaksanaan PBM tersebut.

Keluhan-keluhan itu sebenarnya tidak perlu terjadi atau setidak-tidaknya dapat diminimalisasikan, apabila semua pihak dapat berperan, terutama guru sebagai pengelola kelas dalam fungsi yang tepat.Sementara ini pemahaman mengenai pengelolaan kelas nampaknya masih keliru.Seringkali pengelolaan kelas dipahami sebagai pengaturan ruangan kelas yang berkaitan dengansarana seperti tempat duduk, lemari buku, dan alat-alat mengajar. Padahal pengaturan sarana belajar mengajar di kelas hanyalah sebagian kecil saja,yang terutama adalah pengkondisian kelas, artinya bagaimana guru merencanakan, mengatur, melakukan berbagai kegiatan di kelas, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dan berhasil dengan baik.
Pengelolaan kelas menurut penulis adalah upaya yang dilakukan guru untuk mengkondisikan kelas dengan mengoptimalisasikan berbagai sumber (potensi yang ada padadiri guru, sarana dan lingkungan belajar di kelas) yang ditujukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang ingin dicapai.
Sejauh pengamatan penulis jarang sekali ada sekolah di Indonesia yang melaksanakan pengelolaan kelas dengan tepat, meskipun Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sudah memberikan dan mensosialisasikan pengelolaan kelas yang seharusnya dilakukan. Depdiknas pernah melakukan pelatihan bagi guru dan kepala sekolah mengenai pengelolaan kelas, namun hasilnya belum terlihat secara nyata dalam pengelolaan kelas.
Dalam pengelolaan kelas ada dua subjek yang memegang peranan yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pengelola, sebagai pemimpin mempunyai peranan yang lebih dominan dari siswa. Motivasi kerja guru dan gaya kepemimpinan guru merupakan komponen yang akan ikut menentukan sejauh mana keberhasilan guru dalam mengelola kelas.

B. Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Classroom Management, itu berarti istilah pengelolaan identik dengan manajemen.Pengertian pengelolaan atau manajemen pada umumnya yaitu kegiatan-kegiatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, dan penilaian. Wilford A. Weber (James M. Cooper, 1995 : 230) mengemukakan bahwa Classroom management is a complex set of behaviors the teacher uses to establish and maintain classroom conditions that will enable students to achieve their instructional objectives efficiently – that will enable them to learn.
Definisi di atas menunjukkan bahwa pengelolaan kelas merupakan seperangkat perilaku yang kompleks dimana guru menggunakan untuk menata dan memelihara kondisi kelas yang akan memampukan para siswa mencapai tujuan pembelajaran secara efisien. Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual.
Keharmonisan hubungan guru dan anak didik, tingginya kerjasama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi.Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas.(Djamarah 2006:179)
Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas, baik yang bersifat paralel maupun yang menunjukkan penjenjangan. Setiap kelas merupakan untuk kerja yang berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai total sistem. Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu kesatuan organisasi, sangat tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas. Baik di lingkungan kelas masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam hubungan kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain.
Oleh karena itu setiap guru kelas atau wali kelas sebagai pimpinan menengah (middle manager) atau administrator kelas, menempati posisi dan peran yang penting, karena memikul tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing yang berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan sekolah secara keseluruhan, setiap murid dan guru yang menjadi komponen penggerak aktivitas kelas, harus didayagunakan secara maksimal agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di dalam organisasi sekolah.

Bekal Ajar Awal Peserta Didik

Bekal Ajar Awal Peserta Didik

Bekal ajar awal peserta didik bisa pula diartikan kekuatan awal (entry behavior)

adalah kekuatan yang yang telah diperoleh peserta didik sebelum akan dia memperoleh kekuatan terminal tertentu yang baru. Kemampuan awal membuktikan standing ilmu dan keterampilan peserta didik saat ini untuk menuju ke standing yang akan singgah yang diinginkan guru supaya tercapai oleh peserta didik. Dengan kekuatan ini bisa ditentukan darimana pengajaran kudu dimulai.

Bekal Ajar Awal Peserta Didik

Identifikasi bekal ajar awal peserta didik memiliki tujuan untuk:

1) Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat perihal dengan kekuatan awal peserta didik sebelum akan mengikuti program pembelajaran tertentu;

2) Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kekuatan serta kecendrungan peserrta didik berkaitan dengan penentuan program program pembelajaran tertentu yang akan diikuti mereka; dan

3) Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang kudu dikembangkan sesuai dengan kekuatan awal peserta didik.

Teknik Mengaktifkan Bekal Ajar Awal Peserta Didik

untuk jelas kekuatan awal peserta didik, seorang pendidik bisa jalankan tes awal (pre-test). Tes yang diberikan bisa berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan saran kurikulum. Selain itu pendidik bisa jalankan wawancara, observasi, dan mengimbuhkan kuisioner kepada peserta didik atau calon peserta didik, serta guru yang biasa mengampu pelajaran tersebut. Teknik yang paling pas untuk jelas bekal ajar awal peserta didik yaitu tes. Teknik tes ini memanfaatkan tes prasyarat dan tes awal. Sebelum memasuki pelajaran sebaiknya guru membawa dampak tes prasyarat dan tes awal. Tes prasyarat adalah tes untuk jelas apakah peserta didik telah mempunyai ilmu keterampilan yang dibutuhkan atau di syaratkan untuk mengikuti suatu pelajaran.

Sedangkan tes awal adalah tes untuk jelas seberapa jauh siswa telah mempunyai ilmu atau keterampilan perihal pelajaran yang hendak diikuti. Benjamin S. Bloom melalui sebagian eksperimen membuktikan bahwa “untuk studi yang berbentuk kognitif seumpama ilmu atau kecakapan pra syarat ini tidak dipenuhi, maka betapa pun kualitas pembelajaran tinggi, maka tidak akan menunjang untuk memperoleh hasil studi yang tinggi”. Hasil pretest termasuk benar-benar berfungsi untuk jelas seberapa jauh ilmu yang dimiliki dan sebagai perbandingan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pelajaran. Jadi kekuatan awal benar-benar dibutuhkan untuk menunjang pemahaman siswa sebelum akan diberi ilmu baru karena ke dua perihal berikut saling berhubung.

Kapan sih bund waktu yang paling tepat untuk ajarkan rasa empati pada sih kecil? Mengajarkan rasa empati ini pada sih kecil ada baiknya dilakukan sedari dini. Memang pada kenyataannya seorang anak baru akan tahu konsep rasa empati di sekitar usia 8 hingga 9 tahun.

Cara Ajarkan Rasa Empati pada Sih Kecil

Cara Ajarkan Rasa Empati pada Sih Kecil

Akan tetapi, hal tersebut tak jadi masalah sebab pada saat usia 5 tahun, seorang anak sudah mulai bisa pahami konsep “jika dirinya ingin diperlakukan yang baik, maka dirinya sendiri juga harus memperlakukan orang lain dengan baik pula”. Dan berikut ini ada beberapa cara mudah untuk ajarkan sih kecil rasa empati yang bisa Anda contoh terapkan pada buah hati tercinta.

Cara ajarkan rasa empati pada sih kecil

Membiasakan untuk ungkapkan perasaan

Anak usia 5 tahun biasanya sudah bisa mengerti dan juga mengontrol emosinya dengan baik, kapan dia marah, gembira, sedih, terkejut, malu, dan lain sebagainya. Mereka hanya saja terkadang masih belum mengerti penamaan kondisi emosi yang dirasakan tersebut. Oleh sebab itulah biasakan saja untuk mengungkapkannya dengan kata-kata seperti ini “saat adik merebut mainan teman, maka teman adik akan merasa sedih atau mungkin juga marah”. Lakukan hal yang satu ini dengan cara menunjukkan ekspresin sedih dan juga marah dengan gambaran yang sesuai.

Meningkatkan kebiasaan berempati

Pada saat sih kecil berbuat sesuatu yang baik, maka jangan pernah ragu untuk mengungkapkan dan jika apa yang dia lakukan tepat, ungkapkanlah hal tersebut lebih spesifik, seperti ini “adik sangat baik sekali ya mau membagikan bekal adik dengan teman, bunda tadi melihatnya tersenyum, dan bunda tahu teman adik tadi merasa senang sebab adik mau berbagi dengannya”.

Perilaku orang lain bisa pengaruhi kondisi emosi anak

Ajari anak Anda untuk lebih peka jika orang lain yang berbuat baik padanya, contohnya saja seperti ini “apa adik ingat, saat adik masuk sekolah pertama kalinya, bu guru menyanyikan adik lagu untuk membuat adik nyaman di sekolah”. Dengan lakukan hal yang satu ini, maka anak Anda nantinya akan belajar pahami perilaku orang lain yang bisa berdampak pada kondisi emosi anak Anda.

Ajari bahasa non verbal

Pada saat sedang melihat orang lain dengan cara nyata sedang ungkapkan emosi tertentu, ajari anak Anda misalnya saja dengan mengucapkan seperti ini “apa adik melihat wanita yang lagi menangis itu? Sepertinya dia sedang sedih banget”, atau contoh lainnya “apa adik melihat laki-laki itu dengan wajar yang cemberut, sepertinya dia sedang marah”.

Demikianlah cara ajarkan rasa empati pada sih kecil yang bisa kami informasikan untuk Anda. Semoga saja bermanfaat. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/

Ada banyak sekali warisan yang dapat Anda beri untuk anak-anak tercinta sebagai bekal hidupnya nanti. Jadi, jangan sampai Anda salah, sebab tak hanya warisan yang berupa materi saja, dan pendidikan tinggi yang dapat And berikan pada anak, belak untuk cintai lingkungan juga mereka perlukan, sebab anak And adalah penerus untuk tetap menjaga dengan baik kelestarian lingkungan dan bumi, supaya tetap bersih dan nyaman ditinggali.

Tips Ajarkan Sih Kecil Agar Cinta Lingkungan

Tips Ajarkan Sih Kecil Agar Cinta Lingkungan

Membiasakan anak Anda untuk cinta lingkungan bisa dimulai dari rumah dan Anda sebagai contoh dari pembimbing anak Anda. Tak sulit kok untuk membiasakan anak Anda agar perduli dan cintai lingkungan hidupnya. Jika mereka memang sudah terbiasa memulai hal yang seperti ini dari rumah, maka nantinya mereka akan terus membawa kebiasan tersebut di sepanjang hidupnya.

Tips ajarkan sih kecil cinta lingkungan

Bertamsya ke alam bebas

Anak Anda nantinya akan lebih mudha melihat dan juga merasakan sendiri seperti apa sih lingkungan sehat tersebut, sehingga tak ada salahnya untuk mengajak anak Anda pergi bertamasya ke sebuah tempat yang masih pertahankan dengan baik sisi alaminya. Daripada pergi ke sebuah mall, sekali waktu Anda juga dapat mengajak sih kecil ke hutan lindung atau pun cagar alam.

Nah, dengan datang secara langsung seperti ini, maka Anda juga dapat menjelaskan fungsi dari hutan sebagai paru-paru penghasil oksigen, daerah resapan air dan juga berbagai kegunaan dari batang pepohonan. Jika Anda memang kebetulan lewati sungai kotor, maka Anda dapat menjelaskan dampak dari tercemarnya air sungai atau laut, termasuk halnya bahayanya yang akan timbul bila perairan digenangi dengan banyaknya sampah.

Anda adalah contoh bagi anak

Dikarenakan apa yang telah Anda ajarkan padanya adalah hal baik, maka Anda juga harus jadi contoh bagi anak Anda. Jangan sampai Anda berulang kali memberi nasihat untuk buang sampai di tempatnya, akan tetapi Anda sendiri buang sampah secara sembarangan.

Belajar menenam pepohonan

Keluarga Anda tentu ingin berpartisipasi di acara menanam pohon yang seringkali digalakkan berbagai lembaga pecinta lingkungan atau pemerintah. Membuat anak Anda mencintai pohon sebagai salah satu penopang kehidupan yang baik, pastinya Anda harus biasakan mulai dari kecil.

Apabila halaman depan rumah Anda tak cukup luas, maka Anda dapat memanfaatkan tanaman yang menggunakan tanaman yang menggunakan media pot. Ajak anak Anda untuk turut serta merawatnya, sebaiknya bila yang Anda tanamkan bisa hasilkan buah, contohnya saja pohon tomat.

Nah, itulah tadi sekilas informasi yang dapat kami bagikan tentang tips ajarkan sih kecil agar cinta lingkungan. Semoga saja informasi di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi. sumber : www.dosenpendidikan.com

5 Negara dengan Biaya Pendidikan Terjangkau

5 Negara dengan Biaya Pendidikan Terjangkau

 

Menyandang gelar pendidikan tinggi menjadi jaminan lebih di dalam karier. Itulah sebabnya, kendati telah bekerja, banyak orang masih bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Beasiswa, tidak benar satu yang menjadi buruan.

Ya, sesudah miliki penghasilan, banyak orang berupaya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tak puas cuma mengantungi gelar strata 1 (S1), mereka mendambakan lebih ke jenjang master atau lebih-lebih jenjang doktor.

5 Negara dengan Biaya Pendidikan Terjangkau

5 Negara dengan Biaya Pendidikan Terjangkau

Namun, banyak terhitung yang tak sudi melanjutkan pendidikan bersama dengan ongkos sendiri. Mereka pun mengulik beragam kesempatan capai beasiswa. Saat ini, Anda bisa menemukan banyak sekali kesempatan beasiswa yang di tawarkan oleh institusi pendidikan, pemerintah, universitas, lebih-lebih perusahaan. Beasiswa yang di tawarkan pun beragam, merasa berasal dari beasiswa parsial sampai beasiswa penuh untuk jenjang S1 (undergraduate degree), S2 (master degree), sampai S3 (doctoral degree).

Namun, tanpa beasiswa pun, banyak sekali negara-negara yang sejak awal sedia kan pendidikan bersama dengan ongkos murah. Menariknya lagi, kendati murah tapi tetap bersama dengan mutu pendidikan benar-benar tinggi. Cara ini patut dicoba. Terutama,bagi Anda yang miliki idaman sekolah di luar negeri.


Memilih Negara Tujuan Pendidikan

Bagi Anda yang miliki mimpi mendapat gelar S2 berasal dari perguruan tinggi di luar negeri, ada beberapa perihal yang harus diperhatikan. Terutama soal penentuan negara tujuan.

Nah, selanjutnya beberapa pilihan negara yang bisa Anda jadikan pertimbangan, seperti dikutip berasal dari wormtraders.com:

1. Berlin, Jerman

Sejak dulu, Jerman sebenarnya menjadi tujuan kuliah populer. Berlin, ibukota Jerman, terhitung kota yang ramah terhadap pelajar pendatang. Banyak perguruan tinggi di Jerman miliki reputasi benar-benar baik terhadap sikap toleran dan multikultural.

Universitas itu terhitung Universitas Humboldt dan Universitas Teknik Berlin. Berlin terhitung menawarkan kuliah gratis bagi semua mahasiswa lokal maupun pendatang.

2. Wina, Austria

Salah satu kampus paling baik di Austria adalah The Vienna University di Wina. Kampus ini berdiri terhadap 1815 sebagai Imperial Royal Polytechnic Institute.

Kampus menawarkan sarana paling baik bersama dengan delapan fakultas yang tersedia. Fakultas selanjutnya pada lain Fakultas Perencanaan dan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Industri dan Mekanik, Fakultas Teknik Elektro dan Teknologi Indormasi, Fakultas Matematika dan Geoinformasi, Fakultas Fisika, Fakultas Teknik Kimia, dan Fakultas Sistem Informasi.

Serupa bersama dengan Berlin, ongkos kuliah di Wina gratis bagi semua mahasiswa asal Eropa. Untuk mahasiswa luar Eropa, dikenakan ongkos kuliah terjangkau sebesar 500 dollar AS per tahun.

3. Spanyol

Biaya pendidikan di negara matador ini benar-benar terjangkau. Anda cuma harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 15 jutaan per tahunnya. Biaya hidup di Spanyol terhitung memadai bersahabat, kira-kira Rp 7 juta per bulan. Jika ditotal, ongkos yang harus dikeluarkan tak lebih berasal dari Rp 84 juta per tahun.

4. Prancis

Negara ini sama juga bersama dengan ongkos hidup mahal. Namun, fakta berkata lain. Jika punya niat melanjutkan kuliah di negeri ini, anda butuh ongkos hidup kira-kira 300 sampai 500 Euro (Rp 5-8 jutaan) per bulan. Kuliah pun benar-benar terjangkau, kira-kira Rp 5 jutaan per tahun.

5. Taiwan

Untuk lokasi Asia, Taiwan menjadi kota paling tepat untuk melanjutkan kuliah. Di sini, Anda butuh USD 3.800 (Rp 52 jutaan) untuk masuk ke tidak benar satu kampus paling baik di sana.

Taiwan terhitung berikan kesempatan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Artinya, Anda bisa menempuh pendidikan di sana bersama dengan sejumlah ongkos yang jauh lebih rendah, atau lebih-lebih gratis.

Beberapa kampus paling baik di Taiwan adalah Chaoyang University of Technology, China Medical University, Chung Shan Medical University, National Changhua University of Education ataupun National Chin-Yi University of Technology. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/