Category Archive : Pendidikan

Mengenal Tentang Kawasan Hutan

Mengenal Tentang Kawasan Hutan

Mengenal Tentang Kawasan Hutan

Mengenal Tentang Kawasan Hutan

Pengertian Kawasan Hutan

Kawasan hutan adalah wilayah tertentu, yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Kawasan hutan perlu ditetapkan untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunjuk sebagai kawasan hutan menjadi kawasan hutan tetap. Yang dimana pula  Penutupan Lahan/Vegetasi adalah kondisi permukaan bumi yang menggambarkan kenampakan penutupan lahan dan vegetasi.
Berdasarkan hasil penafsiran citra satelit tahun 2013, total daratan Indonesia yang ditafsir adalah sebesar ±187.918,3 Juta ha, dengan hasil sebagai berikut:

  • Areal berhutan: 96.490,8 juta ha (51,53%)
  • Areal tidak berhutan: 91.427,5 juta ha (48,7%)

 

Pengelompokan Kawasan Hutan

Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan dibagi kedalam kelompok Hutan Konservasi, Hutan Lindung dan Hutan Produksi dengan pengertian sebagai berikut:

Hutan Konservasi

Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Hutan Lindung

Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan  erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Hutan Produksi

Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi  hasil hutan. Hutan Produksi terdiri dari Hutan Produksi Tetap (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK)

Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Jenis-jenis HHBK adalah rotan, getah damar, getah pinus, dan lain-lain.
HHBK bisa diambil hasilnya melalui dan didalam:

  1. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) dan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHBKHA)adalah izin usaha yang diberikanuntukmemanfaatkan hasil hutan berupa kayu dan/atau bukan kayu dalam hutan alam pada hutan produksi melalui kegiatan pemanenan atau penebangan, pengayaan, pemeliharaan, dan pemasaran.
  2. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) dan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHBK-HT) adalah izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dan/atau bukan kayu dalam hutan tanaman pada hutan produksi melalui kegiatan pemanenan atau penebangan, pengayaan, pemeliharaan, dan pemasaran.

HHBK dapat diolah dalam:

  • Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Bukan Kayu (IUIPHHBK) adalah izin untuk mengolah hasil hutan bukan kayu menjadi satu atau beberapa jenis produk pada satu lokasi tertentu yang diberikan kepada satu pemegang izin oleh pejabat yang berwenang.

Adapun juga hasil hutan yang dapat dikategorikan tetapi tidak dijual, seperti hewan buruan, rambut hewan, buah beri, jamur, minyak, daun, rempah daun, gambut, ranting untuk kayu bakar, pakan hewan ternak, tumbuhan paku, dan lumut.

Hal yang mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Hal yang mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Hal yang mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Hal yang mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia saat ini menjadi bahasa nasional negara kita.

Tetapi masih banyak masyarakat yang menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari, hal tersebut terjadi karena negara Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa.

 

Pengaruh bahasa asing dari luar juga sangat berperan serta

dalam mulai diabaikannya bahasa Indonesai. Pemerintah dalam hal ini telah melakukan tindakan dengan memasukan pelajaran Bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Namun menurut saya itu saja tidaklah cukup selama pembangunan di Indonesia yang tidak merata.

Sejak Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober

November 1954 yang menghasilkan satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. Setelah kongres tersebut belum ada lagi pertemuan-pertemuan yang membahas bagaimana kritisnya bahasa Indonesia saat ini. Memang kita masih membutuhkan orang-orang seperti Ki Hajar Dewantara yang sangat bersemangat untuk melesatarikan bahasa Indonesia.


Sumber: https://airborn.co.id/

Dunia tanaman mencakup semua organisme multiseluler, fotosintesis, atau totropik. Dinding sel tanaman terdiri dari senyawa selulosa dan menyimpan lebih banyak karbohidrat dalam bentuk pati. Namun, ternyata tidak semua organisme dengan sifat seperti itu dapat diklasifikasikan sebagai tanaman. Bagaimana dengan Green Alley? Tahukah Anda bahwa alga bersifat fosintetik, jika demikian, betapa berbedanya dengan tanaman alga multiseluler?

Ses Moss dan Karakteristik Tanaman (Sempurna)

Tumbuhan adalah organisme yang beradaptasi sempurna untuk kehidupan di darat, meskipun beberapa hidup di air, seperti bunga lili. Oleh karena itu, tanaman dalam bentuk cormus (mereka juga memiliki akar, batang dan daun sejati), bahan yang dibutuhkan oleh tanaman, seperti cahaya, air CO2 dan mineral, diperoleh melalui berbagai proses yang terjadi di ketiga organ ini. Selain itu, semua tanaman mengandung klorofil A dan klorofil B. Ganggang hijau hanya dikenal untuk klorofil B.

Karakteristik dan sifat Lumur

Kami biasanya mengatakan tanaman yang hidup di permukaan tanah, dinding, batu atau pohon basah, bagi mereka yang hidup di air. Meskipun tidak semua orang berbeda, jika kita perhatikan lebih dekat, mereka semua masih mengenakan tulle, jadi mereka belum memiliki umbi bersih.

Baca juga: Karakteristik jamur dan klasifikasinya
Semua alga adalah fotosintesis dari tanaman totropik, mereka bukan vaskular, tetapi mereka sudah memiliki batang dan daun yang jelas yang dapat dilihat. Akarnya masih merupakan Rhizoid id. Transisi dari ganggang ke tanaman thalamus ke tanaman oromous karena itu dianggap memiliki sifat warna kental tanah dan kormus, menunjukkan adanya batang dan daun.

Klasifikasi dan peran ganggang

Lumut, yang hidup di berbagai belahan dunia, dapat diklasifikasikan ke dalam:

Dedaunan alga
Lumut ini mudah ditemukan di tempat basah atau lembab yang menempel pada permukaan batu bata, dinding, dan ruang terbuka. Tubuhnya kecil, kuda pseudo dan daun Dow disusun spiral. Di pangkal batang ada rhizoid bercabang dan juga memiliki fungsi akar. Anthridia dan Archegonia memiliki lokasi berbeda. Meskipun lumut musim gugur kecil, efek keseluruhannya pada tanah sangat besar.

Hati ganggang
Piring musim gugur dalam bentuk lumut, tidak bercabang di bawah batang rizoid, tidak bercabang di bawah batang atau daun. Antheradium dan archegonium juga berbeda. Secara umum, bintik-bintik hati mudah ditemukan pada batu basah.

Sumber: https://ruangguru.co

Baca juga:

Jenis biaya akuntansi yang digunakan untuk menganalisis, mengklasifikasikan, dan mencatat biaya produksi atau pemasaran produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Keunikan akuntansi biaya adalah bahwa ia memberikan informasi kepada klien eksternal (investor, kreditor, dll.) Atau kepada klien internal (manajemen) di perusahaan. Secara umum, tujuan perhitungan biaya adalah sebagai berikut.

Tujuan Akuntansi Biaya

Harga barang yang dijual dengan mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas produk yang dihasilkan (menentukan cara menghitung harga barang yang dijual).
Ini memberikan siklus penetapan biaya untuk kepentingan manajemen sebagai ukuran kinerja perusahaan.
Rencanakan beberapa bisnis terkait dengan pendapatan dan transaksi bisnis perusahaan sehingga tidak mempersulit pengendalian biaya secara keseluruhan.
Bandingkan biaya pembuatan produk dengan biaya aktual yang digunakan oleh perusahaan.

Pengantar berbagai metode untuk mencapai minat secara efektif dan efisien.
Membantu manajemen dalam membuat keputusan spesifik. Salah satunya adalah sebagai alat untuk mengelola pemantauan sistematis dan pencatatan transaksi biaya dan untuk memberikan informasi biaya dalam sistem pelaporan biaya.
Di bawah ini adalah sasaran akuntansi biaya para profesional yang dapat meningkatkan pengetahuan pembaca.

1. Setelah Horngren, Datar, dan Foster

Sebuah. Sistem akuntansi pengeluaran bertujuan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menyimpan akun dan akun keuangan.

B. Tujuannya adalah untuk mengukur dan melaporkan semua informasi keuangan dan non-keuangan terkait dengan akuntansi biaya, akuisisi atau penggunaan sumber daya kelembagaan atau bisnis.

2. Setelah Bastian dan Nurleli

Akuntansi pengeluaran berarti mencatat, mengukur, dan melaporkan informasi biaya yang digunakan oleh perusahaan.

3. Setelah Kholmi dan Yuningsih

Tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk melacak, merekam, mengalokasikan, melaporkan dan menganalisis berbagai biaya yang terkait dengan kegiatan perusahaan atau organisasi dalam produksi barang dan jasa.

4. Menurut Ryburn

Akuntansi Umum berupaya mengidentifikasi, menetapkan, mengukur, melaporkan, dan menganalisis berbagai komponen biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan produksi dan pemasaran barang dan jasa.

Hubungkan sponsor

5. Oleh Armanto Witzak Caso

Sifat akuntansi biaya adalah untuk meningkatkan perencanaan dan pengendalian.

6. Menurut Abdul Halim

Tujuan dari perhitungan biaya adalah untuk menentukan harga produk yang diproduksi dan akan dijual di pasar sebagai persediaan barang untuk memenuhi atau menjual pesanan.

7. R.A. Menurut dugaan itu. Supriyo

Tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk secara sistematis memonitor dan meminimalkan biaya dan menyediakan informasi biaya dalam bentuk informasi biaya sesuai dengan metode pengumpulan biaya untuk klien sosial internasional.

8. Menurut evaluasi

Tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk menciptakan dan menjual biaya pencatatan, klasifikasi, ringkasan dan studi, dan produk dan layanan dan dengan cara dan interpretasi tertentu.

Sumber: https://guruakuntansi.co.id/

Baca juga:

Pengertian Kekerasan

Pengertian Kekerasan

Pengertian Kekerasan

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia

ensiklopedia bebas. Kekerasan (Violence berasal dari bahasa Latin violentus yang berasal dari kata vī atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat Romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secaraverbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini.

            Sementara menurut Sosiolog, Dr Imam B. Prasodjo dalam. Melihat maraknya kekerasan akhir-akhir ini dipengaruhi oleh banyaknya orang yang mengalami ketertindasan akibat krisis berkepanjangan. Aksi itu juga dipicu oleh lemahnya kontrol sosial yang tidak diikuti dengan langkah penegakkan hukum. Ini, kata Imam, ditanggapi secara keliru oleh para pelaku tindak kejahatan. Kesan tersebut seolah message (tanda) yang diterjemahkan bahwa hal yang terjadi akhir-akhir ini, lebih membolehkan untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut. Sementara itu pada saat kontrol sosial melemah, juga terjadi demoralisasi pihak petugas yang mestinya menjaga keamanan. Aparat yang harusnya menjaga keamanan, justru melakukan tindak pelanggaran. Masyarakat pun kemudian melihat bahwa hukum telah jatuh. Pada saat yang sama masyarakat belum atau tidak melihat adanya upaya yang berarti dari aparat keamanan sendiri untuk mengembalikan citra yang telah jatuh tersebut.

            Sosiolog lain, Sardjono Djatiman dalam, memperkirakan masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada hukum, sistem, dan aparatnya. Ketidakpercayaan itu sudah terakumulasi sedemikian lama, karena ketidakadilan telah menjadi tontonan masyarakat sehari-hari. Mereka yang selama ini diam, tiba-tiba memberontak. Ketika negara yang mewakili masyarakat sudah tidak dipercaya lagi, maka masyarakatlah yang akan mengambil alih kendali hukum. Tentunya dengan cara mereka sendiri


Baca Juga :

GLOBALISASI

GLOBALISASI

GLOBALISASI

Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik melipatgandakan akselerasi komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi. Disintegrasi negara-negara komunis yang mengakhiri Perang Dingin memungkinkan kapitalisme Barat menjadi satu-satunya kekuatan yang memangku hegemoni global. Itu sebabnya di bidang ideologi perdagangan dan ekonomi, globalisasi sering disebut sebagai Dekolonisasi (Oommen), Rekolonisasi ( Oliver, Balasuriya, Chandran), Neo-Kapitalisme (Menon), Neo-Liberalisme (Ramakrishnan). Malahan Sada menyebut globalisasi sebagai eksistensi Kapitalisme Euro-Amerika di Dunia Ketiga. Secara sangat sederhana bisa dikatakan bahwa globalisasi terlihat ketika semua orang di dunia sudah memakai celana Levis dan sepatu Reebok, makan McDonald, minum Coca-Cola. Secara lebih esensial, globalisasi nampak dalam bentuk Kapitalisme Global berimplementasi melalui program IMF, Bank Dunia, dan WTO; lembaga-lembaga dunia yang baru-baru ini mendapat kritik sangat tajam dari Dennis Kucinich, calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, karena lembaga-lembaga itu mencerminkan ketidakadilan global. Program-program dari lembaga-lembaga itu telah menjadi alat yang ampuh dari kapitalisme Barat yang mengguncangkan, merontokkan dan meluluh-lantakkan bukan hanya ekonomi, tetapi kehidupan negara-negara miskin dalam suatu bentuk pertandingan tak seimbang antara pemodal raksasa dengan buruh gurem. Rakyat kecil tak berdaya di negara-negara miskin, menjadi semakin terpuruk dan merana.

Jadi walaupun ada dampak positif globalisasi seperti misalnya hadirnya jaringan komunikasi dan informasi yang mempermudah kehidupan umat manusia, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat miskin, globalisasi lebih banyak dampak negatifnya. Kita melihat aspek negatif itu dalam ketidak-adilan perdagangan antar-bangsa, akumulasi kekayaan dan kekuasaan di tangan para kapitalis negara-negara maju yang mengakibatkan kemelaratan yang tak terbayangkan di negara-negara miskin, termasuk di Indonesia. Menurut Kucinich, Negara-negara miskin telah diperas lewat pembayaran beban utang ke lembaga global . Dicontohkan, setiap tahun 2,5 miliar dolar AS dana mengalir dari sub-Sahara Afrika ke kreditor internasional, sementara 40 juta warga mereka kurang gizi.

v  PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Perkembangan teknologi informasi memang sudah dirasakan sebagian besar lapisan masyarakat di planet bumi ini. Komputer, faksimile, telepon genggam, siaran televisi yang global serta satelit telah mempercepat aliran informasi menembus batas-batas negara tanpa bisa dihentikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.

Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan moderen dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya. Itulah dampak dari globalisasi yang tak terbendung lagi. Kita tidak akan bisa mengelak dari adanya globalisasi yang sudah melampaui lintas batas negara. Dalam hubungan Internasional, Globalisasi yang menjalar sedemikian cepatnya ke negara-negara lain juga akan menguatkan hubungan diplomatik antar negara.Tetapi lebih dari itu semua, globalisasi juga membawa dampak yang tidak baik seperti yang saya sebutkan di atas. Dampak itu terutama dalam bidang Teknologi informasi dan komunikasi, sehingga kita sebagai mahasiswa harus pandai-pandai untuk memfilter adanya globalisasi. Yang baik kita terapkan dan yang jelek kita tinggalkan. Dalam kemajuan internet contohnya, kita dapat menggunkannya untuk memperdalam informasi dan membuka cakrawala dunia. Jangan menggunakan akses internet untuk hal-hal yang tidak sewajarnya.


Sumber: https://penirumherbal.co.id/

Jenis Proses Sosial

Jenis Proses Sosial

Jenis Proses Sosial

  1. Asosiatif  adalah

terwujudnya persatuan dan integrasi sosial

Bentuk Asosiatif :

  1. Kerja sama : interaksi antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Akomodasi : usaha manusia untuk meredakan pertentangan  tanpa menghancurkan pihak lawan.

Tujuan Akomodasi

  1. Mencegah terjadinya pertentangan untuk sementara waktu
  2. Mengurangi pertentangan yang telah terjadi karena perbedaan paham
  3. Menghindarkan pertentangan yang terjadi jika dapat merugikan salah 1 pihak
  4. Mengkoordinasikan pihak-pihak yang berbeda paham agar tidak mengarah pada pertentangan.
  5. Memungkinkan adanya kerja sama antara kelompok sosial
  6. Melakukan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah
  7. Memberikan gambaran kepada perencanaan perubahan sosial dengan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat.
  8. Mendapatkan titik temu antara yang berbeda paham dan menghasilkan pola baru yang disepakati bersama.

ü  Asimilasi         : proses penyesuaian sifat-sifat asli dengan sifat lingkungan sekitar

ü  Akulturasi       : perpaduan unsur-unsur kebudayaan dan membentuk kebudayaan baru

tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

  1. Disasosiatif  adalah  melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Bentuk-bentuk disasosiatif

  1. Persaingan             : proses sosial dimana berbagai pihak saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu
  2. Kontraversi           : menentang secara tersembunyi agar tidak terjadi perselisihan secara terbuka.
  3. Pertikaian              : proses sosial yang perselisihannya langsung terjadi
  4. Konflik                  : suatu proses sosial dimana pihak yang satu berusaha                  untuk melemahkan pihak yang lain.

v  Tahap-tahap interaksi sosial mendekatkan :

  1. Memulai
  2. Menjajaki
  3. Meningkatkan
  4. Menyatupadukan
  5. Mempertalikan

v  Tahap-tahap interaksi sosial menjauhkan:

  1. Membedakan
  2. Membatasi
  3. Menahan
  4. Menghindari
  5. Memutuskan

Sumber: https://ironmanfactory.com/

Pengertian Akhlak Mulia

Menurut Al-Ghazali, akhlah mulia atau terpuji adalah “Menghilangkan semua adat kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama Islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan yang baik, melakukannya dan mencintainya ”. Menurut Quraish Shihab akhlak mulia adalah akhlak yang menggunakan ketentuan Allah sebagai tolak ukur dan tolak ukur kelakuan baik mestilah merujuk kepada ketentuan Allah.

Ada beberapa hal yang mendorong sesorang untuk berbuat baik, diantaranya :

  1. Karena bujukan atau ancaman dari manusia lain
  2. Mengharap pujian atau karena takut mendapat cela
  3. Karena kebaikan dirinya (dorongan hati nurani)
  4. Mengharapkan pahala dan surga
  5. Takut kepada azab Allah
  6. Mengharap keridhoan Allah semata

Akhlak mulia berarti sifat-sifat atau tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma ajaran Islam. Akhlak mulia dapat kita tiru dari keteladanan sosok pribadi Rasulullah SAW. Beliau memenuhi kewajiban dan menunaikan amanah, menyuruh manusia kepada Tauhid yang lurus, pemimpin rakyat tanpa pilih kasih, dan beragam sifat mulia lainnya. Dengan berbagai sifat dan perbuatannya, didalam berbagai bidang dan keadaan beliau menjadi panutan contoh dan suri tauladan bagi manusia.

Arab

Artinya :  Sesungguhnya aku diatas hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak (H.R. Malik)

Arab

Artinya :  Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat)Allah dan (kedatangan)hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S Al-Ahzab : 21)

  1. Aspek-aspek yang mempengaruhi Pembentukan Akhlak
  2. Insting (Naluri)

Insting merupakan seperangkat tabiat yang dibawa manusia sejak lahir. Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku.

Arab

Artinya : Manusia itu diberi hasrat atau keinginan, misalnya kepada wanita, anak-anak dan kekayaan yang melimpah. (Q.S Ali Imran : 14)

Segenap naluri insting manusia merupakan paket intern dengan kehidupan manusia yang secara fitrah sudah ada dan tanpa perlu dipelajari lebih dahulu. Dengan potensi naluri tersebut manusia dapat menghasilkan aneka corak perilaku yang sesuai dengan corak instingnya.

  1. Adat atau Kebiasaan

Adat atau kebiasaan adalah setiap tindakan dan perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Perbuatan yang telah menjadi adat kebiasaan tidak cukup hanya diulang-ulang saja tetapi harus disertai kesukaan dan kecenderungan hati terhadapnya.

  1. Wirotsah (Keturunan)

Secar istilah Wirotsah adalah berpindahnya sifat-sifat tertentu dari pokok (orang tua) kepada cabang (anak keturunan Wirotsah juga dapat dikatakan sebagai factor pembawaan dari dalam yang berbentuk kecenderungan, bakat, akal dan lain-lain. Sifat-sifat asasi anak merupakan pantulan dari sifat-sifat asasi orang tuanya. Terkadang anak mewarisi sebagian besar dari salah satu sifat orang tuanya. Meskipun keturunan tidak berperan mutlak tetapi keturunan tersebut bisa menjadikan seseorang untuk beraktual mazmumah maupun mahmudiah.

  1. Lingkungan

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pembentukan akhlak seseorang, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Arab

Artinya : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati,agar kamu bersyukur (Q.S An Nahl : 78)

Dalam ayat diatas memberi petunjuk bahwa seorang manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui segala sesuatu oleh sebab itu manusia memiliki potensi untuk dididik. Potensi tersebut bisa dididik melalui pengalaman yang timbul dilingkungan sekitar anak. Jika lingkungan tempat tinggal ia tinggal bersikap baik maka anak pun akan cendrung bersikap baik. Sebaliknya jika lingkungannya buruk maka anak akan cenderung bersikap buruk.

            Arab

Artinya : Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi, nasrani atau majusi (H.R. Bukhari)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa lingkungan keluarga (dalam hal ini adalah kedua orang tua) adalah sebagai pelaksana utama dalam pendidikan akhlak anak. Ajaran Islam sudah memberi petunjuk yang lengkap kepada orang tua dalam membina akhlak anak. Jadi apabila orng tua ingin anaknya berakhlak mulia, maka sedari dini hendaklah anak-anaknya ditanami dengan nilai-nilai Islam. Sebagai orng tua yang berpengaruh terhadap pembentukan dan keprobadian anak, seharusnyalah orang tua memperhatikan pada pergaulan anak dilingkungan sekolah maupun di masyarakat. Karena lingkungan sangat berpengaruh pada proses pembentukan akhlak seseorang. Melalui kerja sama yang baik antara orang tua, guru disekolah dan tokoh-tokoh masyarakat, maka aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak.

  1. Al-Qiyam

Al-Qiyam adalah nilai-nilai Islam yang telah dipelajari selama seseorang hidup. Aspek ini sangat mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia dalam diri seseorang. Pedoman akhlak mulia atau akhlak Islami adalah Al-Quran dan Hadits. Melalui pemahaman tentang nilai-nilai ke Islaman yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits, seseorang bisa mengamalkan nilai-nilai tersebut. Sehingga tanpa disadari nilai-nilai tersebut menyatu dalam kepribadiannya dan terbentuklah akhlak mulia.

Baca juga:

Kemerosotan Perekonomian

Pada periode pertama, pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar, sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Perekonomian masyarakat sangat maju terutama dalam bidang pertanian, perdagangan dan industri. Tetapi setelah memasuki masa kemunduran politik, perekonomian pun ikut mengalami kemunduran yang drastis.Setelah khilafah memasuki periode kemunduran ini, pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. Menurunnya pendapatan negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi.Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit. Sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua, faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.

4. Munculnya Aliran-Aliran Sesat dan Fanatisme Keagamaan

Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai untuk menjadi penguasa, maka kekecewaan itu mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme, Zoroasterisme dan Mazdakisme. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda rasa keimanan para khalifah.Adalah khalifah Al-Manshur yang berusaha keras memberantasnya, beliau juga memerangi Khawarij yang mendirikan Negara Shafariyah di Sajalmasah pada tahun 140 H. setelah al Manshur wafat digantikan oleh putranya Al-Mahdi yang lebih keras dalam memerangi orang-orang Zindiq bahkan beliau mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan mereka serta melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bid’ah. Akan tetapi, semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti polemik tentang ajaran, sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. Gerakan al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu.
Pada saat gerakan ini mulai tersudut, pendukungnya banyak berlindung di balik ajaran Syi’ah, sehingga banyak aliran Syi’ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi’ah sendiri. Aliran Syi’ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan paham Ahlussunnah. Antara keduanya sering terjadi konflik yang kadang-kadang juga melibatkan penguasa. Al-Mutawakkil, misalnya, memerintahkan agar makam Husein Ibn Ali di Karballa dihancurkan. Namun anaknya, al-Muntashir (861-862 M.), kembali memperkenankan orang syi’ah “menziarahi” makam Husein tersebut. Syi’ah pernah berkuasa di dalam khilafah Abbasiyah melalui Bani Buwaih lebih dari seratus tahun. Dinasti Idrisiyah di Marokko dan khilafah Fathimiyah di Mesir adalah dua dinasti Syi’ah yang memerdekakan diri dari Baghdad yang Sunni.
Selain itu terjadi juga konflik dengan aliran Islam lainnya seperti perselisihan antara Ahlusunnah dengan Mu’tazilah, yang dipertajam oleh al-Ma’mun, khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (813-833 M), dengan menjadikan mu’tazilah sebagai mazhab resmi negara dan melakukan mihnah. Pada masa al-Mutawakkil (847-861 M), aliran Mu’tazilah dibatalkan sebagai aliran negara dan golongan ahlusunnah kembali naik daun. Aliran Mu’tazilah bangkit kembali pada masa Bani Buwaih. Namun pada masa dinasti Seljuk yang menganut paham Asy’ariyyah penyingkiran golongan Mu’tazilah mulai dilakukan secara sistematis. Dengan didukung penguasa, aliran Asy’ariyah tumbuh subur dan Berjaya.

Sumber: https://carbomark.org/

PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

  1. Penanggulangan secara administratif

Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut :

  1. a)     Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratofer.
  2. b)    Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungansudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.
  3. c)     Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman.
  4. d)    Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).
  5. e)     Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air , sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.
  6. Penanggulangan secara teknologis

Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator.

  1. Penanggulangan secara Edukatif

Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan.

Dengan penyuluhan dan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran baik secara individu maupun secara berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan.


Baca Juga :