Category Archive : Pendidikan

Pengertian, Ciri dan Contoh Artikel

Pengertian, Ciri dan Contoh Artikel

Pengertian, Ciri dan Contoh Artikel

Pengertian, Ciri dan Contoh Artikel

Pengertian Artikel

Secara umum artikel di artikan sebagai karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

 

Ciri-Ciri Artikel

  • Isi tulisan didasari oleh fakta bukan sekedar mitos yang belum terjamin kebenaranya Bersifat faktual dan informative, mengungkapkan informasi yang berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, dan dapat di pertanggung jawabkan kebenaranya.
  • Artikel ilmiah juga memiliki opini atau analisa pemikiran-pemikiran penulis. Akan tetapi, pemikiran itu dikuatkan / didasari oleh data valid berupa hasil penelitian sebelumnya, teori, maupun fakta yang ditulis ke dalam artikel.
  • Menggunakan metode penulisan yang sistematis. Dengan tujuan agar semua informasi dalam arikel dapat di terima oleh masyarakat luas.
  • Menggunakan ragam bahasa yang resmi dan baku. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahasa resmi yang bercirikan lugas, logis, denotatif, dan efektif, akan membuat bahasa artikel ilmiah terasa padat, dan berisi.

Contoh Artikel Kesehatan Lingkungan

Menjaga Kesehatan Lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu, selain merupakan anugerah yang diberikan sang pencipta kepada hamba-Nya, Kesehatan Lingkungan harus tetap dijaga agar keluarga kita terhindar penyakit. Karena kesehatan tidak ternilai harganya. Terkadang pada saat kita sehat, kita lupa akan nikmat tersebut dan ketika sakit kita baru sadar dan merasakan betapa kesehatan itu sungguh sangat berharga.
Tubuh yang sehat bisa didapatkan dari berolahraga secara teratur, menkomsumsi makananan bergizi, dan lingkungan yang sehat dan bersih. Lingkungan yang sehat terkadang sering tidak kita perhatikan karena kesibukan dalam bekerja sehingga lingkungan sekitar tidak dijaga kebersihannya. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satu yang mengkhawatirkan adalah deman berdarah (DBD) karena dapat menyebabkan kematian.
Fungsi Wirausaha

Fungsi Wirausaha

Fungsi Wirausaha

Fungsi Wirausaha

Menurut Suryana (2000: 50) dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi, yaitu fungsi makro dan fungsi mikro. Secara makro, wirausaha berperan sebagai penggerak pengendali dan pemacu perekonomian suatu bangsa. Sedangkan secara mikro, peran wirausaha adalah penanggung resiko dan ketidakpastian, mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru.

Dalam melakukan fungsi mikronya, menurut Marzuki Usman (dalam Suryana, 2000: 51), secara umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu:
1. Sebagai penemu (innovator). Sebagai innovator wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan:
a. Produk baru (the new product)
b. Teknologi baru (the new technology)
c. Ide-ide baru (the new image)
d. Organisasi usaha baru (the new organization)

2. Sebagai perencana (planner). Sebagai planner wirausaha berperan dalam merancang:
a. Perencanaan perusahaan (corporate plan)
b. Strategi perusahaan (corporate strategy)
c. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image)
d. Organisasi perusahaan (corporate organization)

Menurut Zimmerer (2009) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru berbeda untuk dapat bersaing.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/

Pandangan Masyarakat Tentang Kewirausahaan

Pandangan Masyarakat Tentang Kewirausahaan

Pandangan Masyarakat Tentang Kewirausahaan

Pandangan Masyarakat Tentang Kewirausahaan

Kewirausahaan merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang membangun. Kemajuan atau kemuduran ekonomi suatu bangsa ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok entrepreneur ini. Melalui kewirausahaan akan memunculkan banyak manfaat pada masyarakat. Menurut Alma (2008) manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  • Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan,  kesejahteraan, dan sebagainya.
  • Menjadi pribadi unggul yang patut diteladani, karena sebagai seorang wirausaha yang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.
  • Memberi contoh bagaimana bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat dengan Tuhan.
  • Selalu menghomati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan.
  • Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dalam bidang pembangunan sosial, sesuai dengan kemampuannya.
  • Berusaha mendidik karyawan menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, dan tekun dalam menghadapi pekerjaan.
  • Hidup tidak berfoya-foya dan tidak boros.
  • Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan.

Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat, sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain sifat agresif, exspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah, dan sebagainya. Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian orang, sehingga mereka tidak tertarik. Mereka tidak menginginkan anakanaknya menekuni bidang ini, dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri. Apalagi bila anaknya sudah lulus perguruan tinggi. Mereka berkata: ”Untuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau menjadi pedagang atau semacamnya?”. Landasan filosofis inilah yang menyebabkan banyak orang tidak termotivasi terjun ke dunia bisnis.

Sebagian lain memandang bahwa profesi wirausaha cukup menjanjikan di masa depan. Hal ini didorong oleh kondisi persaingan di antara pencari kerja yang semakin ketat. Lowongan pekerjaan mulai terasa sempit. Ditambah lagi dengan policy zero growth oleh pemerintah dalam bidang kepegawaian.

Kelompok yang kedua ini memandang wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas. Banyak di antaranya yang lebih melihat profesi wirausaha sebagai individu yang mempunyai peluang besar dalam hal memberi manfaat pada orang lain.

Lambannya menyikapi pentingnya kewirausahaan ini, menyebabkan kita tertinggal jauh dari negara tetangga, yang seakan-akan memiliki spesialisasi dalam profesi bisnis. Mereka dapat mengembangkan bisnis besar-besaran mulai dari industri hulu sampai ke industri hilir, meliputi usaha jasa, perbankan, perdagangan besar (grosir), perdagangan eceran besar (departement store, swalayan), eceran kecil (retail), eksportir, importir, dan berbagai bentuk usaha lainnya dalam berbagai jenis komoditi.

Telah disadari bersama oleh semua pihak betapa penting peran kewirausahaan dalam mengatasi masalah pengangguran. Untuk menumbuh-kembangkan jiwa dan aktivitas kewirausahaan–sehingga lulusan PT lebih menjadi pencipta lapangan kerja dari pada pencari kerja–diperlukan suatu usaha nyata.

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/

PENGERTIAN PASAR VALUTA ASING

PENGERTIAN PASAR VALUTA ASING

PENGERTIAN PASAR VALUTA ASING

PENGERTIAN PASAR VALUTA ASING

Pasar valuta asing ( foreign exchange market ) adalah suatu mekanisme dimana mata uang satu ditukar dengan mata uang lainnya. Suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara llainnya ( pasangan mata uang / pair ) yang meliatkan pasar – pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

E.     TUJUAN PASAR VALUTA ASING

Tujuan dari pasar valuta asing adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan keuntungan berupa selisih harga beli dan harga jual.
  2. Mendaatkan bunga atau selisih suku bunga atau swap,
  3. Untuk transaksi pembayaran,
  4. Mempertahankan daya beli,
  5. Pengiriman uang keluar negeri,
  6. Mencari keuntungan,
  7. Pemagaran risiko,
  8. Kemudahan berbelanja.

 F.     JENIS TRANSAKSI VALUTA ASING

Dilihat dari jangka waktu perpindahan dananya, pasar valuta asing digolongkan menjadi dua macam transaksi:

  1. Transaksi Spot, jual beli valuta asing yang disertai kewajiban bagi pihak pembeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya dalam kurun waktu maksimum dua hari kerja setelah terjadinya kontrak.
  2. Transaksi Forward, jual beli valuta asing yang disertai kewajiban bagi pihak pembeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya dalam kurun waktu lebih dari dua hari kerja settelah tanggal kontrak. Kata “ lebih dari dua hari kerja” bisa berarti serah terima forward dituntaskan dalam kurun waktu sau hari, sau minggu, sau bulan, tiga bulan, atau satu tahun setelah value spot.

Jenis – jenis transaksi yang dapat dikelompokkan secara lebih rinci, yaitu:

  1. Komersial        : Ekspor impor lalu lintas modal, lalu lintas jasa.
  2. Funding           : Pinjaman valuta asing, kebutuhan cash flow.
  3. Hedging          : Untuk keperluan hadging atas resiko perubahan kurs valuta asing.
  4. Investasi          : Commercial investment, property investment & portofolio investment.
  5. Individu          : Turis dan kebutuhan individu lainnya.

 G.    PESERTA PASAR VALUTA ASING

Ada lima peserta pasar valuta asing, yaitu:

  1. Bank  – bank komersial,
  2. Nasabah komersial,
  3. Nasabah kecil,
  4. Bank sentral,
  5. Investment atau Merchant Bank ( Money Market ).

H.    MARGIN TRADING

1.      Pengertin Margin Trading

Margin dalam perdagang forex merupakan uang jaminan yang disetorkan investor kepada perusahaan pialang berjangka, agar investor bisa melakukan transaksi melalui perusahaan pialang berjangka tersebut.

Dalam Undang – undang No. 32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, margin didefinisikan sebagai sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka kepada anggota kliring berjangka, atau anggota kliring berjangka kepada lembaga kliring berjangka, untuk menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka

2.      Jenis – jenis Margin Trading

Ada empat jenis margin trading, antara lain:

  • Initial Margin ( Original Margin ),
  • Variation Margin,
  • Maintenance Margin,
  • Margin Call.

 3.      Mekanisme Margin Trading

Perdagangan forex dengan sistem margin trading mendasarkan prinsip mekanismenya pada pertukaran  atau perdagangan mata uang dengan mata uang lainnya dalam sattuan kontrak atau jaminan transaksi ( necessary margin ). Mekanismenya adalah investor tidak perlu menyetorkan modal sebesar nilai fisik transaksinya. Mekanisme ini dapat berlangsung karena fisik dari mata uang dalam perdagangan forex seperti ini tidak dilibatkan.

Secara umum margin trading yang dilakukan oleh Bank haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Dilaksanakan berdasarkan kebijakan direksi bank dan dengan kontrak yang sudah disetujui sebelumnya.
  2. Dialkukan atas dasar tersedianya margin deposit yang ada.
  3. Ditempatkan stinggi – tingginya 10 % dari modal bank untuk kepentingan bank.
  4. Harus dicantumkan ke dalam laoran mingguan dan juga laporan bulanan.

I.       INTERAKSI ANTARA PASAR VALUTA ASING DAN PASAR UANG

Pemilihan dana dalam pasar uang selalu berkaitan dengan pasar valas. Artinya jika kita hendak menginvestasikan uang kita dalam pasar uang maka, kita akan selalu mempertimbangkan kegiatan yang terjadi di pasar valas, demikian pula sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi mana yang paling menguntungkan di pasar uang atau valas. Interakasi antara pasar uang dan valas ini menjadi lebih penting apabila jumlah dana yang ada dalam jumlah besar atau kondisi ekonomi pada saat yang kurang baik.

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/

Pengertian Piagam Jakarta

Pengertian Piagam Jakarta

Pengertian Piagam Jakarta

Pengertian Piagam Jakarta

Piagam Jakarta (Jakarta Charter)

adalah teks tertulis yang isinya memuat rumusan dari hukum dasar Negara Republik Indonesia.

Nama piagam Jakarta diberikan oleh salah satu tokoh Nasional 1945, Muhammad Yamin.

Piagam ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 di rumah bung Karno dan disetujui Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 10-16 Juli 1945.

Setelah melalu proses yang sangat alot melibatkan dua kelompok bangsa yang berpengaruh saat itu, kelompok Islam dan kelompok nasionalis (kebangsaan). Panitia Sembilan itu sendiri merupakan panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI. Piagam yang juga memuat rumusan sila Pancasila ini, selanjutnya menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. (Ilmusiana.com)

Pada 22 Juni 1945, Panitia 9 mencapai suatu kesepakatan vivendi (kesepakatan luhur) yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta yang berisi rancangan naskah Mukadimah Undang-Undang Dasar. Pada awalnya Piagam Jakarta ini disusun untuk dijadikan sebagai teks proklamasi kemerdekaan.

Rumusan Dasar Negara Dalam Piagam Jakarta

Dalam alinea keempat Piagam Jakarta, dicantumkan rumusan dasar negara, yaitu sebagai berikut.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-Nya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Hasil kesepakatan ini disampaikan Panitia Kecil dan Badan Penyelidik pada 10 Juli 1945. Panitia Kecil menerima dengan bulat hasil rancangan Preambule (pembukaan) yang disusun oleh Panitia Sembilan.

Dalam sidang II BPUPKI pada 10 Juli 1945 telah diambil keputusan tentang bentuk negara. Hasilnya, dari 64 suara (karena ada beberapa anggota yang berhalangan hadir), 55 orang setuju bentuk negara Republik, 6 orang memilih bentuk kerajaan, 2 orang bentuk lain, dan 1 orang blangko (abstain).

Pada 11 Juli, telah diambil keputusan tentang luas negara. Terdapat tiga usulan luas wilayah negara yaitu sebagai berikut.

  1. Bekas wilayah Hindia Belanda dahulu.
  2. Bekas wilayah Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Irian Timur, dan pulau-pulau sekitarnya.
  3. Bekas wilayah Hindia Belanda ditambah dengan Malaya tetapi dikurangi Irian Barat.

Dari tiga usulan tersebut, dari 66 orang anggota BPUPKI di antaranya 19 orang memilih opsi a, 39 orang memilih opsi b, 6 orang memilih opsi c, 1 orang lain-lain daerah dan 1 orang blangko (abstain).

Keputusan lainnya, yaitu membentuk tiga kepanitiaan yaitu sebagai berikut:

  1. panitia untuk merancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soepomo;
  2. panitia untuk menyelidiki keuangan dan ekonomi yang diketuai Drs. Moh. Hatta; dan
  3. panitia untuk merancang hal pembelaan tanah air yang diketuai oleh Abikusno Tjokroseojoso.

Pada 14 Juli 1945, Panitia Perancangan Undang-undang Dasar melaporkan hasilnya. Pasal-pasal dari rancangan UUD berjumlah 42 pasal.

Piagam Jakarta Dijadikan Mukaddimah Undang-Undang Dasar

Dari 42 pasal tersebut ada 5 pasal masuk aturan peralihan dengan keadaan perang, 1 pasal mengenai aturan tambahan. Selanjutnya, pada 14 sampai dengan 16 Juli 1945 dirundingkan kembali. Pada 16 Juli 1945 juga diterima usul-usul dari panitia keuangan dan Panitia Pembelaan Tanah Air. Dengan demikian, selesailah tugas panitia BPUPKI.

Dalam sidang II BPUPKI Ir. Soekarno sebagai ketua Panitia 9 menyampaikan hasil keputusan yang disebut Piagam Jakarta untuk dijadikan Mukaddimah Undang-Undang Dasar.

Pada sidang kedua tersebut, dibahas juga tentang rancangan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar Negara hasil dari subpanitia yang diketuai oleh Soepomo. Pada 16 Juli 1945, BPUPKI menyepakati rancangan Mukaddimah dan Batang Tubuh UUD.


Baca juga :

KEGIATAN-KEGIATAN HUMAS

KEGIATAN-KEGIATAN HUMAS

KEGIATAN-KEGIATAN HUMAS

KEGIATAN-KEGIATAN HUMAS

  1. HUMAS INTERNAL

            Internal relations (hubungan internal) adalah kegiatan PR untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan, para manajer, top management, dan para pemegang saham (stockholders) agar citra dan reputasi organisasi atau perusahaan tetap positif dimata public internal.

  1. Hubungan Karyawan

Sebuah organisasi, lembaga atau perusahaan jangan berharap memperoleh hubungan komunitas yang baik apabila para karyawannya tidak diberikan informasi atau diberikan informasi yang salah. Kegagalan yang serius dalam komunikasi karyawan menciptakan kelambanan pegawai, ketidakefisienan, produktivitas menurun, semangat kerja menurun, mungkin timbul pemogokan, serta masalah lain yang menimbulkan dan merugikan organisasi, lembaga atau perusahaan, misalnya penjualan produk jasa menurun, keuntungan berkurang, juga citra dan reputasinya menjadi negatif (Moore, 2004 : 348).

Dalam melakukan hubungan dengan karyawan, banyak cara dan media yang dapat digunakan oleh pihak perusahaan. Diantaranya:

  • Komunikasi lisan antar personal. Komunikasi lisan antarpersonal merupakan metode berhubungan dengan karyawan yang paling efektif.
  • Sistem pidato secara kelompok. Di pabrik atau di kantor, sistem ini biasanya digunakan untuk menyebarkan informasi penting secara cepat dan tepat, tanpa harus memanggil karyawan dari pekerjaannya. Siaran dari manajemen puncak melalui pengeras suara yang disebar di setiap unit pabrik atau kantor.
  • Sistem informasi telepon. Untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang masalah organisasi, lembaga, atau perusahaan, beberapa perusahaan besar telah menggunakan pelayanan informasi melalui telepon kepada karyawannya.
  • Rapat merupakan media komunikasi yang lazim dilaksanakan manajemen dengan karyawan.
  • Siaran televisi terbatas. Siaran televisi terbatas (internal) yang menggambarkan kemajuan dan pelaksanaan perusahaan digunakan perusahaan besar dalam melakukan komunikasi dengan para karyawannya.
  • Gelanggang terbuka (open house). Gelanggang terbuka yang ditunjukan untuk karyawan dan keluarganya memberikan kesempatan kepada pihak manajemen untuk berkomunikasi dengan para karyawan.
  • Kunjungan pelaksana ke berbagai bagian.
  • Surat manajemen. Surat manajemen yang memaparkan masalah perusahaan yang sangat penting disebarkan kepada karyawan oleh pengawas atau dikirim ke rumah karyawan.
  • Surat kabar atau majalah karyawan.
  • Papan pengumuman
  • Pameran produk, bahan baku dan produk akhir memberikan kesan kepada karyawan berkenaan dengan peranannya dalam menghasilkan produk tersebut.
  • Laporan keuangan. Untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang keuangan perusahaan dan memperbaiki kesalahpahaman tentang penghasilan, laporan keuangan sementara dan laporan keuangan tahunan disebarkan kepada karyawan.
  • Iklan surat kabar atau majalah perusahaan. Iklan yang dipasang di surat kabar atau majalah perusahaan memberikan informasi kepada karyawan dan keluarganya tentang kegiatan perusahaan.
  • Buku penuntun atau pedoman karyawan. Digunakan untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang kebijaksanaan, prosedur, jam kerja, gaji, keuntungan serta ketentuan dan peraturan.
  • Amplop daftar gaji. Amplop daftar gaji digunakan untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang perubahan gaji, pensiunan, dan asuransi kelompok.
  • Kaset, film dan slaid media komunikasi karyawan yang utama. Pita serta film digunakan untuk memberikan informasi kepada karyawan baru tentang sejarah perusahaan, organisasi, produk dan ketentuan karyawan.
  • Rak baca yang diisi buku mini tentang masalah perusahaan, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, penghematan, keamanan, hobi, masakan, olahraga dan hal-hal yang menarik lainya untuk para karyawan.
  1.  Hubungan Pemegang Saham

Tujuan hubungan pemegang saham adalah untuk membangkitkan perhatian pemilik pada perusahaan; menciptakan suatu pengertian yang lebih baik antara perusahaan dan para pemilik saham dengan komunitas finansial; membujuk para pemegang saham untuk memakai dan menganjurkan pembelian produk perusahaan; mengurangi pergantian para pemegang saham dan mempromosikan pemilikan saham sebagai suatu investasi jangka panjang; mengurangi kritik pemegang saham dan oposisi terhadap manajemen; memantapkan pasaran untuk jaminan perusahaan; meningkatkan prestise atau gengsi sebuah perusahaan di antara para pemilik; mendapatkan kesetiaan para pemegang saham untuk menjamin pengendalian operasi oleh manajemen; memperoleh dukungan para pemegang saham sebagai suatu sumber modal baru; menciptakan minat para investor baru dan meningkatkan modal tambahan; mendapat rekomendasi yang baik dengan jaminan perusahaan dari para penasihat investasi dan analis jaminan; dan mendapat dukungan pemegang saham untuk proyek-proyek PR (Moore, 2004 : 365)

  1. HUMAS EKSTERNAL

External relations (hubungan eksternal) adalah kegiatan PR yang melakukan hubungan dengan publik eksternal sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, pendidik, dan para pemuka pendapat. Sebagai analogi, seorang PR itu satu kaki berada di organisasi atau perusahaan dan satu kakinya lagi berada di publik. Artinya, kaki seorang PR itu harus merentang.

  1. Hubungan Pemasok

Ketergantungan para pengusaha kepada para pemasok (supplier) komponen produk meningkat selama bahan dan proses yang semakin khusus menjadi terlihat dalam produksi peralatan yang ilmiah dan rumit, serta produk-produk teknis yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan industri, militer, dan publik konsumen meningkat. Dalam hubungan ini, kedudukan pemasok semakin bertambah penting. Para pengusaha pabrik percaya kepada pemasok bahan mentah, suku cadang, aksesoris, perkakas, dan mengoperasikan perbekalan untuk produksi dan operasi. Para pemasok makanan, obat-obatan, perangkat keras, pakaian, perabot rumah, bahan bakar, dan beribu-ribu produk lainnya untuk dijual kembali kepada komsumen utama (Moore, 2004 : 403-404).

  1. Hubungan Komunitas

Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup di tempat yang sama, berpemerintahan sama, dan mempunyai kebudayaan dan sejarah yang umumnya turun-temurun. Orang hidup dalam komunitas dengan lembaga-lembaganya yang membuat mereka saling bergantung satu dengan lainnya. Mereka tidak dapat menikmati kehidupan yang baik tanpa lembaga-lembaga tersebut. Begitu pula lembaga itu hanya dapat hidup dengan izin mereka. Organisasi bisnis ada di antara lembaga-lembaga komunitas yang lebih penting. Bisnis membantu komunitas dengan menyediakan pekerjaan tetap, gaji yang layak, dan keuntungan finansial; dengan membeli barang-barang dan jasa dari pemasok lokal; dengan membayar pajak untuk kelangsungan pemerintahan setempat; dengan menyumbangkan proyek sosial dan kebudayaan; dengan menjalani semua peran kehormatan sebagai warga yang baik. Dengan demikian, lembaga bisnis yang maju berada pada posisi untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas tersebut (Moore, 2004:415).

  1. Hubungan Pemerintah

Suatu perkembangan penting dalam PR adalah terjadinya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin meluasnya keterlibatan lembaga-lembaga swasta dalam permasalahan masyarakat (dimana selama ini permasalahan masyarakat lebih banyak ditangani pemerintah). Kepentingan bisnis dan pemerintah menjadi satu serta saling menguntungkan, dan kalangan bisnis tidak menganggap lagi pemerintah sebagai lawan, tetapi sebagai mitra kerja (Moore, 2004 : 469)

  1. Hubungan Konsumen

Kegiatan hubungan konsumen dari beberapa perusahaan industri dan perdagangan berpusat pada publik pelanggan. Para pelanggan merupakan salah satu aset perusahaan yang paling berharga. Mereka merupakan sumber penjualan barang, testimonial, dan acuan; mereka merupakan sumber utama pelanggan baru. Hanya dibutuhkan waktu dan pengeluaran sedikit untuk mempertahankan seorang pelanggan daripada mencari pelanggan baru. Perusahaan berusaha mempertahankan itikad baik para pelanggan dengan berhubungan secara teratur melalui perwakilan perdagangan, melalui surat, pertemuan, penelitian, dan dengan pengiriman per pos surat kabar atau majalah dan buku perusahaan secara teratur. Kepuasan pelanggan sangat bergantung pada pemakaian dan pemeliharaan yang tepat dari berbagai produk. Buku mini menerangkan pengolahan makanan dan minuman yang tepat. Buku pedoman menyajikan bimbingan kepada para pelanggan dalam menjalankan dan memlihara produk mekanik yang tepat. Para pelanggan secara berkesinambungan diberi informasi mengenai perkembangan produk dan perlengkapan baru untuk memungkinkan mereka melakukan penghematan, kepuasan, jaminan keamanan, meningkatkan daya guna dalam penggunaannya (Moore, 2004 : 506).

Menurut Seitel (2001 : 455) tujuan hubungan konsumen antara lain (1) mempertahankan pelanggan lama, (2) menarik pelanggan baru, (3) memasarkan/memperkenalkan produk atau jasa baru, (4) memudahkan penanganan keluhan pelanggan dan (5) mengurangi biaya. Costumer relations dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain plant tour, iklan, film, pameran, publisitas, brosur, dan special events.

  1. Hubungan dengan media massa dan pers (media & press relations)

Hubungan dengan media dan pers merupakan sebagai alat, pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik. Dengan hubungan baik dengan media dan pers, perusahaan bisa mengontrol, mencegah, dan meminimalisir pemberitaan-pemberitaan negatif atau salah tentang perusahaan di media massa. Hubungan dengan pers dapat dilakukan melalui kontak formal dan kontak informal. Bentuk hubungan melalui kontak formal antara lain konfrensi pers, wisata pers (press tour), taklimat pers (press briefing), dan resepsi pers. Sedangkan bentuk hubungan melalui kontak informal antara lain keterangan pers, wawancara pers, dan jumpa pers (press gathering).


Sumber: https://solidaritymagazine.org/slash-of-sword-apk/

Pengertian seni

Pengertian Tentang Seni

 

Pengertian seni

Pengertian seni

Seni

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berkata, ”Wah … itu indah! Seni banget, ya!” Misalnya, melihat pegunungan dengan jalan yang berliku-liku, pantai dengan airnya yang tampak biru, kebun bunga yang berwarna-warni, lukisan seorang pelukis terkenal, dekorasi yang indah, suara seorang penyanyi yang merdu, dan gerakan penari yang luwes. Di antara keindahan di atas, apakah semuanya disebut seni?

Pengertian Seni

Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan, dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir.

Seiring dengan perkembangan waktu, banyak definisi seni diungkapkan oleh beberapa ahli. Berikut diuraikan beberapa definisi seni menurut para ahli.

Everyman Encyklopedia

Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.

Ensiklopedi Indonesia

Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.

Akhdiat Karta Miharja

Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.

Prof. Drs. Suwaji Bastomi

Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.

Drs. Sudarmaji

Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah.

Definisi umum seni adalah segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia.


Sumber: https://solidaritymagazine.org/lightseekers-apk/

Prilaku Pada Konsumen

Prilaku Pada Konsumen

Prilaku Pada Konsumen

Prilaku Pada Konsumen

 

Dalam Ilmu Ekonomi ada yang namanya Perilaku Konsumen yang harus kita pelajari.

Kita bisa melihat ke sekitar kita bahwa begitu banyak konsumen yang sangat loyal terhadap suatu produk, namun ada juga konsumen yang tidak loyal pada merek tertentu. Arti dari Pendekatan Konsumen itu sendiri adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan,pembelian dan penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Menurut Vincent Gasperz, ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi konsumen, yaitu:

  •  Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk .
  •   Pengalaman masa lalu terhadap produk yang sama .
  •  Pengalaman dari teman yang pernah mengkonsumsi suatu produk sebelum anda.
  •   Komunikasi iklan dan pemasaran yang dibuat oleh produsen untuk merubah persepsi dan ekspektasi anda.
  •   Konsumen biasanya menginginkan produk yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik.
  •    Lebih murah dalam artian bahwa konsumen akan lebih tertarik karena faktor harga yang merupakan pertimbangan paling penting dalam melakukan pembelian.
  •    Lebih cepat berarti bahwa konsumen menginginkan produk yang mudah didapat serta ada di mana saja.
  • Lebih baik yang berarti konsumen mempertimbangkan juga aspek kualitas yang dimiliki oleh suatu produk.

Pendekatan untuk mempelajari Perilaku konsumen ada 2 seperti di bawah ini :

  • Pendekatan Kardinal adalah pendekatan yang menganggap kepuasan konsumen bisa dikukantitatifkan. Dalam pendekatan ini digunakan beberapa anggapan yaitu utility bisa diukur dengan uang, berlakunya Hukum Gossen dan konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan.
  •   Pendekatan ordinal adalah Pendekatan yang menganggap kepuasan konsumen tidak dapat dikuantitatifkan,hanya analisis deskritif.

Persamaan pendekatan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility). Sedangkan Perbedaannya Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka.
Analisis cardinal menggunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy (pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .

Konsep  Elastisitas

Konsep Elastisitas adalah Suatu pokok/bahasan yang penting dalam Aplikasi ekonomi . Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.

Ada 3 Elastisitas permintaan :

  Elastisitas  Harga (the price elasticity of demand)

Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

 Elastisitas  Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)

  •  Elastisitas  Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)

Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumen akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan pendapatan.


Baca  Juga : 

PROSEDUR PENUNTUN BERPIKIR FILSAFI

PROSEDUR PENUNTUN BERPIKIR FILSAFI

PROSEDUR PENUNTUN BERPIKIR FILSAFI

Prosedur tentu mengandung langkah-langkah

teknis segaligus pelaksanaan yang tak begitu saja muncul; namun justeru merupakan penjabaran dari manual yang mengacu kepada praktek; dan praktek itu sendiri merupakan aplikasi dari unsur teoritis, sehingga tidak ada teori yang paling baik kecuali praktek itu sendiri sebagai penerapan dari teori.

Paulo Freire lebih senang menggunakan istilah praksis. Di mana praksis tersebut merupakan penerapan secara penuh, padu, dan utuh dari Kata (word) dan Kerja (work), yang keduanya merupakan yang terkonstruk secara terstruktur dari dialektika aksi dan refleksi. Pertautan terus menurus antara aksi (tindakan, perbuatan) dengan refleksi (teori) menunjukkan bahwa praksis itu merupakan aplikasi teori kepada praktek secara sekaligus koresponden – konsisten – intuitif.
Karena itu praktek merupakan turunan dari ilmu; sedangkan ilmu itu sendiri menjadi penjabaran dari suatu teori; dan teori itu sendiri tidak muncul begitu saja, namun merupakan buah dari filsafat; filsafat dari kitab kitab suci (agama dalam artian potentia, tidak sekedar actus), yang penghujungnya agama dari wahyu; akhir dan awalnya kita tahu bahwa wahyu itu dari Sang Tuhan. Dengan demikian “prosedur penuntun berpikir filsafi” berujungpangkal kepada/dari Sang Tuhan. Apa yang kepada/dari Sang Tuhan itu, secara tafshili (perincian)nya? ialah manakala kita hendak tahu, mau, dan mampu berpikir filsafi:

1. Posisikan diri pribadi kita sebagai pelajar. Belajarlah menjadi pemula. Posisi pemula dalam segala hal, termasuk pemula dalam mengarifi hidup ini posisi dasar yang membawa kepada kesadaran; hanya yang berkesadaran sebagai pemulalah yang terpaut harus dan dapat merasa heran; heran akan ada dunia, kok dunia ini ada, saya, anda, dia, kita, dan mereka ada; heran kok Tuhan ada, dan seterusnya. Perwujudan “yang menjadi pemula” dalam segala hal, umpamanya tergambar tatkala seseorang melihat segala yang tentu sepanjang terlihat dan dapat dilihat serta dalam posisi melihat, maka ia melihat segalanya itu seolah-olah pertamakalinya melihat; untuk itu, reaksi yang muncul adalah keheranan. Sedangkan heran, termasuk heran melihat segala hal, merupakan dasar berfilsafat; dan memang filsafat bermula dari rasa heran.
2.Kita membiasakan diri pribadi tidak cepat begitu saja langsung percaya bahwa dunia luar itu ada. Akal sehat  (common sense) menyatakan bahwa matahari yang muncul tiap pagi itu ada lepas dari kesadaran kita. Justru filsafat mempersoalkan bahwa, apakah benda yang di luar pikiran kita itu “sungguh berada di luar pikiran” atau merupakan “pantulan dan konstruksi pikiran kita”. Apakah yang ada itu benda atau kita; atau justeru yang ada itu pikiran; jangan-jangan kitanya tidak ada? Hal ini menggambarkan kontroversi rumit dan sulit dari dan dalam aliran-aliran filsafat.

3. Kita mesti membiasakan diri pribadi untuk melucuti ciri-ciri fisik konkret yang dilihat; dan hingga  kita menemukan ciri umum dalam hal-hal konkret itu. Dalam filsafat fenomenologi terdapat ajaran metodologis: Reduksi fenomenologis – Reduksi Eiditis – Eidos, yakni: Kita menyingkirkan ciri-ciri meja di depan ini; proses penyingkiran itu ada keterlibatan analisis, yang pada analisis terakhir akan menemukan ciri-ciri umum; di mana ciri-ciri umum yang sangat abstrak itu mendukung kepada peraihan makna. Wilayah ciri-ciri umum dan abstrak itu menjadi issue kontroversial di beberapa aliran atau ajaran filsafat.
4. Bentuklah kebiasaan dalam diri pribadi kita sadar akan tugas berupa mencari titik atau pangkal tolak dari segala sesuatu yang kita alami atau amati; Manakah yang lebih dahulu, buah durian yang kita lihat itu atau pikiran kita tentang buah durian? Memang pertanyaan ini sulit dijawab? Namun memang dalam berfilsafat yang pokok bukan jawaban, justeru yang terpenting adalah pertanyaan. Ajaran filsafat menuntut dan menuntun kita harus dan dapat memilih salah satu, sehingga akan menentukan posisi dalam menjelaskan segala sesuatu; dan memang pola inilah yang dilakukan oleh berbagai aliran filsafat.
5. Kita mesti membiasakan memikirkan bagian-bagian tanpa melepaskannya dari keseluruhan. Pola ilmu spesifik dalam memberikan gambaran mengenai realitas khusus; sedangkan filsafat tidak berkehendak mengisolasi semacam yang dikerjakan saintifik itu; berfilsafat berarti memberi perspektif tentang keseluruhan. Argumen filsafi tidak bermain dengan satu komponen, melainkan dengan totalitas, sehingga menghindari pandangan mata-dekat dan mengupayakan untuk memiliki pandangan mata-jauh. Berpikir filsafi bersifat universal, sistematis, dan radikal.