Category Archive : Pendidikan

Hukum Perburuhan era Reformasi

Hukum Perburuhan era Reformasi

Hukum Perburuhan era Reformasi

 

Era Reformasi benar-benar membuka lebar arus demokrasi.

Secara regulatif, dan Gradual hukum perburuhan kemudian menemukan momentumnya. hal tersebut terepres
entasi dalam tiga paket Undang-Undang perburuhan antara lain: Undang-undang No. 21 tahun 2000 Tentang Serikat Buruh, Undang-undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, dan Undang-Undang No.2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 21 TAHUN 1954
TENTANG
PERJANJIAN PERBURUHAN ANTARA SERIKAT BURUH DAN MAJIKAN
Presiden Republik Indonesia,
Menimbang : bahwa perlu diadakan aturan-aturan tentang perjanjian mengenai syarat-syarat perburuhan antara serikat buruh dengan majikan; Mengingat : pasal 36 dan 89 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERJANJIAN PERBURUHAN ANTARA SERIKAT BURUH DAN MAJIKAN.
Pasal 1
(1) Perjanjian tentang syarta-syarat perburuhan antara serikat buruh dengan majikan (disingkat perjanjian perburuhan) ialah perjanjian yang diselenggarakan oleh serikat atau serikat-serikat buruh yang telah didaftarkan pada Kementerian Perburuhan dengan majikan, majikan-majikan, perkumpulan atau perkumpulan-perkumpulan majikan yang berbadan hukum, yang pada umumnya atau semata-mata memuat syarat-syarat, yang harus diperhatikan didalam perjanjian kerja.
(2) Perjanjian perburuhan dapat juga diselenggarakan untuk pekerjaan borongan atau untuk perjanjian melakukan sesuatu pekerjaan dan didalam hal ini berlaku juga ketentuan-ketentuan didalam undang-undang ini tentang perjanjian kerja, buruh dan majikan.
(3) Sesuatu atauran yang mewajibkan seorang majikan supaya hanya menerima atau menolak buruh mewajibkan seorang buruh hanya bekerja atau tidak boleh bekerja pada majikan dari sesuatu golongan, baik berkenaan dengan agama, golongan warga negara atau bangsa, maupun karena keyakinan politik atau anggota dari sesuatu perkumpulan, adalah tidak sah.
Demikian juga halnya dengan atauran-aturan yang bertentangan dengan hukum tentang ketertiban umum atau dengan kesusilaan.

Pasal 2

(1) Perjanjian perburuhan harus dibuat dengan surat resmi atau surat yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
(2) Didalam Peraturan Pemerintah ditetapkan ketentuan-ketentuan tentang cara membuat dan mengatur perjanjian itu.
Pasal 3
(1)Sesuatu serikat buruh atau perkumpulan majikan yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, wajib memberitahukan isi perjanjian itu kepada anggota-anggotanya. Demikian juga bilamana oleh kedua belah pihak dibuat keterangan-keterangan terhadap perjanjian itu.
(2) Kewajiban tersebut pada ayat 1 berlaku juga, bilamana diadakan perubahan-perubahan didalam perjanjian perburuhan atau bilamana waktu berlakunya diperpanjang.

Pasal 4

(1)Sesuatu serikat buruh atau perkumpulan majikan yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, wajib mengusahakan agar anggota-anggotanya memenuhi aturan-aturan yang berlaku untuk mereka.
(2) Serikat buruh atau perkumpulan majikan tersebut hanya bertanggung jawab atas anggota-anggotanya, bilamana hal ini bitentukan didalam perjanjian perburuhan.
Pasal 5
Majikan dan buruh yang terikat oleh perjanjian perburuhan, wajib melaksanakan perjanjian itu sebaik-baiknya.
Pasal 6
(1)Mereka yang selama waktu berlakunya perjanjian perburuhan adalah anggota atau menjadi anggota sesuatu serikat buruh atau perkumpulan majikan yang menyelenggarakan perjanjian tersangkut didalam perjanjian itu, terikat oleh perjanjian itu.
(2) Mereka bertanggung jawab terhadap masing-masing pihak pada perjanjian perburuhan didalam hal menepati segala aturan, yang telah ditentukan bagi mereka.
Pasal 7
(1)Anggota-anggota serikat buruh atau perkumpulan majikan tetap terikat oleh perjanjian perburuhan, meskipun telah kehilangan keanggotaannya.
(2) Mereka tidak lagi terikat, bilamana setelah mereka kehilangan keanggotaannya, perjanjian tersebut diubah.
(3) Jika waktu berlakunya perjanjian itu diperpanjang atau dianggap diperpanjang sesudah mereka kehilangan keanggotaan, maka mereka hanya terikat sampai pada waktu berlakunya perjanjian itu dengan tidak diperpanjang akan habis.
Pasal 8
Pembubaran sesuatu serikat buruh atau perkumpulan majikan yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, tidak mengubah hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang bersangkutan dengan perjanjian tersebut.

Pasal 9

(1) Sesuatu aturan didalam perjanjian kerja antara seorang buruh dan seorang majikan yang bertentangan dengan perjanjian perburuhan yang mengikat kedua mereka itu, tidak sah; didalam hal itu aturan-aturan perjanjian perburuhan yang berlaku.
(2) Hal-hal yang tidak sah itu selalu dapat diajukan oleh tiap-tiap pihak dalam perjanjian perburuhan.
Pasal 10
Bilamana suatu perjanjian kerja tidak memuat aturan-aturan yang ditetapkan didalam perjanjian perburuhan yang mengikat buruh dan majikan itu juga, maka aturan-aturan perjanjian perburuhan itulah yang berlaku.
Pasal 11
(1)Menteri Perburuhan, setelah mendengar lebih dahulu pertimbangan pihak-pihak yang bersangkutan, dapat menetapkan supaya seorang majikan yang terikat oleh sesuatu perjanjian perburuhan memenuhi sebagian atau semua aturan-aturannya, juga bilamana dia menyelenggarakan perjanjian kerja dengan seorang buruh yang tidak terikat perjanjian perburuhan itu.
(2) Menteri tersebut dapat pula, setelah mendengan lebih dahulu pertimbangan pihak-pihak yang bersangkutan, menetapkan supaya sebagian atau seluruh perjanjian perburuhan yang mengenai suatu, lapang usaha yang tertentu, dipenuhi juga oleh buruh-buruh dan majikan-majikan dari lapang usaha yang sama, tidak terikat oleh perjanjian perburuhan tersebut.
(3) Didalam Peraturan Pemerintah ditetapkan aturan-aturan tentang penetapan-penetapan tersebut pada ayat 1 dan 2.

Pasal 12

Seorang majikan atau perkumpulan majikan yang terikat oleh sesuatu perjanjian perburuhan, tidak dapat menyelenggarakan perjanjian perburuhan dengan serikat buruh lain, yang memuat syarat-syarat kerja yang kurang dari pada yang termuat dalam perjanjian perburuhan yang sudah ada.
Pasal 13
(1) Sesuatu serikat buruh yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, dapat minta ganti kerugian, jika pihak yang lain pada perjanjian itu atau seorang anggotanya bertindak bertentangan dengan kewajibannya dalam perjanjian perburuhan tidak hanya untuk kerugian yang dideritanya sendiri, melainkan juga untuk kerugian yang diderita oleh anggota-anggotanya.
(2) Majikan yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, dapat minta ganti kerugian kepada serikat buruh atau buruh, yang sengaja berbuat bertentangan dengan kewajibannya.
Pasal 14
Bilamana kerugian itu tidak mungkin dinyatakan dengan uang, maka pengganti kerugian itu, ditetapkan berupa sejumlah uang atas dasar keadilan.
Antusiasme Masyarakat Terhadap Kereta Api Cukup Tinggi

Antusiasme Masyarakat Terhadap Kereta Api Cukup Tinggi

Antusiasme Masyarakat Terhadap Kereta Api Cukup Tinggi

Antusiasme Masyarakat Terhadap Kereta Api Cukup Tinggi

BANDUNG  (8/6/2019) – Sampai H+1 setelah Lebaran, Jumat

(07/06) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung telah mengangkut sebanyak 805.615 penumpang yang terdiri dari 210.379 penumpang KA Jarak Jauh (Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi) dan 595.236 penumpang KA Lokal. Jumlah tersebut naik 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 sebanyak 738.504 penumpang. Demikian diungkapkan Manager Humas Daop 2, Noxy Citrea.

Noxy mengungkapkan bahwa untuk masa pra Lebaran jumlah penumpang tertinggi

terjadi pada H-10, Minggu  (26/05). Pada hari itu tercatat ada 69.144 penumpang. Untuk Lebaran hari kedua (H2), Kamis (06/06), jumlah penumpangnya lebih tinggi lagi yaitu mencapai 84.302 penumpang.

Adapun masa arus balik, diprediksi akan terjadi pada H+3 atau Minggu (09/06). Menurut Noxy, berdasarkan data, ada kecenderungan peningkatan penumpang turun di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Pada H+1, ada 11.232 penumpang KA Utama yang turun di Stasiun Bandung mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya sebanyak 10.047 penumpang. Hal ini terjadi pula di Stasiun Kiaracondong yang pada hari tersebut mencapai 4.581 penumpang turun yang sebelumnya hanya 3.324 penumpang.

Untuk mengantisipasi tingginya volume penumpang saat arus balik, Noxy

mengatakan bahwa pihaknya telah menambah petugas baik dari internal dan juga eksternal. Sejauh ini, Daop 2 telah menjalankan 5 kereta tambahan yang terdiri dari KA Pasundan Tambahan, KA Kutojaya Tambahan, KA Lodaya Pagi Tambahan, KA Lodaya Malam Tambahan, dan KA Ciremai 2. Selain itu, pada masa mudik ini, Daop 2 pun memperpanjang masa promo Rp 1.000 untuk KA Pangandaran relasi Bandung-Banjar PP dan KA Galunggung relasi Kiaracondong – Tasikmalaya PP. Hal ini tentu sangat disambut baik masyarakat yang selama ini antusiasmenya semakin tinggi untuk menggunakan kereta api. Beberapa hari terakhir, kedua kereta tersebut tingkat keterisiannya selalu mencapai 100%. (Pun)

 

Baca Juga :

 

 

Ekspor Jabar masih Bagus, Neraca dagang Luar Negeri Surplus

Ekspor Jabar masih Bagus, Neraca dagang Luar Negeri Surplus

Ekspor Jabar masih Bagus, Neraca dagang Luar Negeri Surplus

Ekspor Jabar masih Bagus, Neraca dagang Luar Negeri Surplus

BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan Ekspor Jawa Barat

bulan April 2019 turun 7,33 persen dibanding Maret 2019, dari USD 2,49 milyar menjadi USD 2,31 milyar.

Penurunan disebabkan oleh komoditi Non Migas yang turun 6,81 persen dengan kontribusi terhadap total ekspor mencapai 99,33 persen. Demikian juga ekspor Migas yang menyumbang 0,67 persen, turun hingga 49,31 persen.

Dibanding tahun sebelumnya (y-o-y) ekspor bulan April tahun ini lebih rendah 7,85 persen.

Sementara secara kumulatif Januari-April (year-to-date), kinerja total ekspor turun 3,37 persen, disebabkan turunnya ekspor Non Migas sebesar 3,40 persen dan ekspor Migas juga mengalami penurunan 0,12 persen.

“Namun demikian neraca perdagangan Jawa Baratmasih surplus. Nilai neraca perdagangan April 2019 surplus USD 1,27 milyar, kumulatif Januari-April 2019 surplus USD 5,97 milyar,” ujar Kepala BPS Jawa Barat Dodi Herlando.

Pangsa pasar terbesar ekspor Non Migas Jawa Barat tahun 2019 didominasi

Amerika Serikat, Jepang dan Thailand masing-masing senilai USD 1.265,43 juta (13,16 persen), USD 791,62 juta (8,23 persen) dan USD 758,98 juta (7,89 persen) dengan peranan ketiganya mencapai 35,87 persen. Jo

 

Sumber :

https://birmingham.eventful.com/events/ghost-adventures-/E0-001-126827440-3

Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Balik 2019 di Jabar Turun Signifikan

Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Balik 2019 di Jabar Turun Signifikan

Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Balik 2019 di Jabar Turun Signifikan

Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik dan Balik 2019 di Jabar Turun Signifikan

BANDUNG – Kejadian lakalantas di Jabar selama gelaran Operasi Ketupat Lodaya 2019

alami penurunan 36 persen dibandingkan dengan Operasi Ketupat Lodaya tahun lalu.

Namun, jumlah pelanggar lalu lintas justru mengalami kenaikan sekitar 77 persen. Bila tahun lalu pelanggar lalu lintas berjumlah 3.480 maka tahun ini berjumlah 6.782.

Begitupula, angka kemacetan mengalami kenaikan sebesar 34,39 persen. Pada Operasi Ketupat Lodaya tahun lalu, angka kemacetan berjumlah 82 dengan menerapkan 136 strategi (contra flow, one way, buka tutup arus, dan kanalisasi sepeda motor) sedangkan tahun ini sebesar 282 dan menerapkan 547 strategi.

“Kejadian lakalantas selama Ops Ketupat 2019 periode tanggal 29 Mei sampai 10 Juni 2019

terjadi 58 kasus lakalantas. Dibandingkan dengan Ops Ketupat 2018 sebanyak 90 kasus, mengalami penurunan 32 kejadian atau turun 36%,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Trunoyudo.

Truno menyebutkan, penurunan jumlah lakalantas di Jabar turut dipengaruhi oleh infrastruktur yang jauh lebih baik serta kinerja optimal yang ditunjukkan oleh berbagai pihak terutama TNI dan Polri.

Selain itu, kesiapan pemudik pada lebaran kali ini jauh lebih baik

dalam hal kesiapan fisik maupun kendaraan yang digunakan untuk melakukan mudik.

“Kesiapan pemudik dalam persiapan mudik dan balik lebih menyiapkan diri baik secara fisik maupun kendaraan serta didukung juga angkutan umum masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya. Jo

 

Sumber :

https://yaplog.jp/ojelhtcmandiri/archive/2

Unsur Fisik Puisi

Unsur Fisik Puisi

Unsur Fisik Puisi

Unsur Fisik Puisi

Unsur Fisik Puisi

 

Menurut Waluyo (1991:71) bahwa unsur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi dari luar. Puisi disusun dari kata dengan bahasa yang indah dan bermakna yang dituliskan dalam bentuk bait-bait. Orang dapat membedakan mana puisi dan mana bukan puisi berdasarkan bentuk lahir atau fisik yang terlihat. Unsur unsur fisik puisi terdiri atas diksi/pilihan kata, imaji atau imajinasi, kata konkret, majas, rima/ritme dan tipografi.

1. Diksi atau Pilihan Kata

Unsur puisi yang penting dalam puisi adalah pilihan kata atau diksi. Dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, unsur unsur batin puisi yang ingin disampaikan oleh para penyair puisi dapat tersampaikan dengan jelas dan menyentuh perasaan para penikmat puisi sesuai dengan harapan yang diinginkan para penyair puisi. Dengan diksi yang tepat dan benar, ekspresi ekspresi jiwa penyair dapat “terlihat” oleh para pembaca bahwa oleh para pembaca pemula yang membaca puisi tersebut. Penyair puisi juga ingin mempertimbangkan perbedaan arti yang sekecil-kecilnya dengan cermat.
Penyair harus cermat memilih kata-kata karena kata-kata yang ditulis harus dipertimbangkan maknanya, komposisi bunyi, dalam rima dan irama serta kedudukan kata itu di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam keseluruhan puisi itu. Dengan uraian singkat diatas, ditegaskan kembali betapa pentingnya diksi bagi suatu puisi. Tarigan (1984:30) menjelaskan bahwa dengan pilihan kata yang tepat dapat mencerminkan ruang, waktu, falsafah, amanat, efek, nada suatu puisi dengan benar.

2. Imajinasi/Pengimajian

Pengertian Imaji adalah unsur unsur puisi yang memberikan gambaran dalam sebuah puisi, baik yang menyentuh indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan sebagainya. Tujuan dari penggambaran agar pembaca puisi dapat dibawa memasuki pengalaman yang diungkapkan penyair. Pembaca puisi dapat ikut merasakan dan mengalami serta diajak secara lebih jelas.
Menurut Tarigan (1984:30) bahwa dengan menggunakan pemilihan dan penggunaan kata yang tepat dalam puisi dapat terwujud imaji yang diharapkan oleh para penyair puisi dalam puisi yang mereka buat.
Menurut Waluyo  (1991: 97) terdapat hubungan yang erat tiap unsur unsur fisik puisi seperti imajinasi atau imaji, pemilihan kata /diksi, dan data konkret. Dimana diksi yang dipilih harus menghasilkan dan karena itu kata-kata menjadi lebih konkret seperti yang kita hayati dalam penglihatan, pendengaran atau cita rasa. Pengimajian atau pembayangan apa yang kita alami atau ingin pembaca puisi bayangkan dibatasi dengan pengertian kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris seperti penglihatan, pendengaran dan perasaan
Pilihan serta penggunaan kata-kata yang tepat dapat memperkuat serta memperjelas daya bayang pikiran manusia dan energi tersebut dapat mendorong imajinasi atau daya bayang kita untuk menjelmakan gambaran yang nyata. Dengan menarik perhatian kita pada beberapa perasaan jasmani sang penyair berusaha membangkitkan pikiran dan perasaan para penikmat sehingga mereka menganggap bahwa merekalah yang benar-benar mengalami peristiwa jasmaniah tersebut (Tarigan, 1984:30). Dengan menarik perhatian pembacanya melalui kata dan daya imajinasi akan memunculkan sesuatu yang lain yang belum pernah dirasakan oleh pembaca sebelumnya.  Segala yang dirasai atau dialami secara imajinatif inilah yang biasa dikenal dengan istilah imagery atau imaji atau pengimajian (Tarigan, 1984:30).
Dalam puisi kita kenal bermacam-macam (gambaran angan) yang dihasilkan oleh indera pengihatan, pendengaran, pengecapan, rabaan, penciuman, pemikiran dan gerakan. Selanjutnya terdapat juga imaji penglihatan (visual), imaji pendengaran (auditif) dan imaji cita rasa (taktil) (Waluyo, 1991:79).

3. Kata Konkret

Pengertian kata konkret sebagai unsur unsur puisi adalah kata kata yang dapat ditangkap dengan indera manusia sehingga kata tersebut dinilai tepat dan memberikan arti yang sesungguhnya.
Dengan menggunakan kata konkret, menurut Tardigan (1984:32) para penikmat sastra akan menganggap bahwa mereka benar-benar  melihat, mendengar, merasakan, dan mengalami segala sesuatu yang dialami oleh sang penyair puisi tersebut.

4. Majas atau Bahasa Figuratif

Pengertian majas atau bahasa figuratif sebagai unsur unsur puisi adalah kata kata atau susunan kata dan kalimat yang membuat puisi tersebut terlihat atau bersifat prismatis dari segi makna sehingga mengandung banyak arti atau kaya akan makna, akan tetapi bukan dengan maksud membuatnya salah arti dapat membuatnya banyak arti. Menurut Waluyo (1991:83), bahasa figuratif atau majas dalam unsur unsur puisi  adalah bahasa yang digunakan oleh penyair untuk menyatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna kata atau bahasanya bermakna kias atau makna lambang .
Waluyo menambahkan bahwa bahasa figuratif/bahasa kias/majas merupakan wujud penggunaan bahasa yang mampu mengekspresikan makna dasar asosi lain. Dengan adanya kiasan dalam puisi, dapat membantu para pembaca puisi merasakan dan melihat apa yang dilihat dan dirasakan penyair puisi tersebut.
Seperti dibahas sebelumnya, imajinasi atau imaji penting dihadirkan bukan hanya karena sebagai unsur unsur puisi, akan tetapi dengan adanya gambaran tersebut pembaca mampu memahami perasaan penyair puisi, oleh karena itu, kata kias/majas/bahas figuratif hadir sehingga tercipta objek yang dapat dilihat oleh mata melalui kata kata yang ditulis dalam puisi tersebut.
Waluyo (1991:83) memandang bahwa bahasa figuratif lebih efektif untuk menyatakan apa yang dimaksudkan penyair puisi disebabkan oleh 4 hal yaitu: (1) Bahasa figuratif/Majas/Bahasa kias adalah cara untuk mengkonsentrasikan makna yang hendak disampaikan dan cara menyampaikan sesuatu yang banyak dan luas dengan bahasa yang singkat. (2) Bahasa figuratif/Majas mampu menghasilkan kesenangan imajinatif,  (3) Bahasa figuratif/Majas adalah cara menambah intensitas, (4) Bahasa figuratif/Majas dalah cara untuk menghasilkan imaji tambahan dalam puisi sehingga yang abstrak menjadi kongret dan menjadikan puisi lebih nikmat dibaca. Berikut bahasa kias/Majas atau bahasa figuratif yang biasa digunakan dalam puisi ataupun karya sastra lainnya:
Unsur unsur puisi 

Unsur unsur puisi

Unsur unsur puisi 

Unsur unsur puisi

 

Sebuah puisi adalah sebuah ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Bentuk yang menyatu tadi sebenarnya terdiri dari beberapa unsur. Unsur unsur tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Akan tetapi, untuk memahami nilai puisi itu lebih dalam, perlu diadakan perbedaan unsur unsurnya. Jadi, unsur unsur dalam puisi tak dapat terpisahkan, tetapi dapat diberikan perbedaan. Hal inilah yang disebut sebagai analisis puisi. Secara garis besar unsur unsur puisi terbagi menjadi tujuh unsur akan tetapi pada buku Waluyo dibagi atas 2 garis besar yaitu unsur batin atau unsur makna puisi dan unsur fisik puisi.
Unsur puisi menurut Walyuo adalah sebuah unsur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun. Unsur-unsur pembangun ini saling berkaitan satu sama lain. Puisi terdiri atas dua unsur pokok yakni unsur fisik dan unsur batin. Berikut ini akan kita bahas satu per satu.

Unsur Batin Puisi atau Unsur makna puisi

Perasaan yang diutarakan dan yang disampaikan oleh para penyair dan pembuat puisi dinamakan sebagai unsur puisi (Waluyo, 1991). Unsur batin puisi secara utuh yang merupakan wacana teks puisi yang mengandung makna atau arti yang dapat kita rasakan dengan menghayati unsur unsur puisi ini. Unsur batin puisi atau unsur makna puisi terdiri atas  4 bagian yang tidak terpisahkan tapi dapat dibedakan, yaitu : tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), amanat (intention) (Waluyo, 1991:180-181).

Tema

Sebuah puisi memiliki inti pokok pembicaraan meskipun puisi berbiara banyak hal akan tetapi semua hal yang dibicarakan ataupun digambarkan harus menuju pada inti pembicaraan pokoknya.

Tema sering diartikan sebagai ide dasar dari puisi atau semua bentuk karya.Tema menjadi inti dari keseluruhan makna dalam suatu puisi. Munculnya tema dalam puisi tertentu dalam pikiran penyair akan memberikan dorongan yang kuat untuk menghasilkan karya puisi yang sesuai tema yang kuat untuk menghasilkan karya puisi yang sesuai tema tersebut. Misalnya, ketika muncul ide atau gagasan yang kuat berupa hubungan antara penyair dan tuhan, maka puisinya akan bertema ketuhanan. Begitu pula ketika muncul ide atau gagasan yang berkaitan dengan persoalan sosial, maka puisi nya akan bertema kritik sosial.
Dari sumber lain dijelaskan bahwa dalam sebuah puisi sang penyair tentu saja ingin menyampaikan sesuatu hal kepada para penikmat puisinya. Dalam puisi tersebut, penyair dapat menyampaikan dalam hasil karyanya hal yang dia dapatkan melalui penglihatan mereka, melalui pengalaman mereka atau bahkan penyair puisi dapat membuat puisi yang menceritakan pengalaman dirinya, orang lain atau dalam masyarakat tersebut dengan bahasanya sendiri. Para penyair puisi ingin mengemukakan, mempersoalkan, mempermasalahkan hal-hal itu dengan caranya sendiri. Tardigan ( 1984:10) menambahkan bahwa sang penyair ingin mengemukakan pengalaman pribadinya kepada para pembaca melalui puisinya . Sehingga dapat disimpulkan bahwa unsur puisi berupa tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh sang penyair yang terdapat dalam puisinya.
Menurut Waluyo, seorang pembaca puisi atau penikmat puisi yang memiliki latar belakang pengetahuan yang sama akan mengetahui tema puisi yang dibuat oleh penyair dikarenakan sebuah tafsir puisi bersifat lugas, obyektif dan khusus (Waluyo, 1991:107)

Perasaan Penyair (Feeling)

Pengertian perasaan (feeling) sebagai unsur puisi adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkan. Menurut Waluyo (1991:121) perasaan penyair dalam puisinya dapat dikenal melalui penggunaan ungkapan-ungkapan  yang digunakan dalam puisinya karena dalam menciptakan puisi suasana hati penyair juga ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati oleh pembaca. Sesuai dengan pendapat Tarigan (1984:11) bahwa rasa adalah sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terkandung dalam puisinya.

Nada dan Suasana

Pengertian nada sebagai unsur unsur puisi menurut Tarigan (1984:17) nada adalah sikap sang penyair terhadap pembacanya atau dengan kata lain sikap sang penyair terhadap para penikmat karyanya, seperti : merenungkan, menertawai, memaharahi, menyindir, menasihati, menggurui, menasehati, mengejek, dan lain-lain.

Amanat (Pesan)

Pengertian amanat atau pesan sebagai unsur unsur puisi adalah maksud yang hendak disampaikan atau himbauan, pesan, tujuan yang hendak disampaikan penyair melalui puisinya. Secara sadar ataupun tidak seorang penyair yang juga merupakan sastrawan dan anggota masyarakat khususnya yang berperan dalam literasi harusnya bertanggungjawab dalam menjaga kelangsungan hidup dan ketenangan dalam masyarakat sesuai dengan hati nuraninnya. Oleh karena itu, puisi selalu ingin mengandung amanat (pesan). Walaupun menurut Waluyo (1991:130) dalam banyak puisi, para penyair tidak secara khusus dan sengaja mencantumkan amanat dalam puisinya. amanat tersirat di balik kata dan juga di balik.
Pengertian puisi

Pengertian puisi

Pengertian puisi

Pengertian puisi

Pengertian puisi dan unsur unsur puisi

Terdapat banyak ahli dibidang sastra yang memberikan pengertian puisi. Salah satunya adalah James Reeve bahwa pengertian puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat. Selanjutnya pengertian puisi oleh Herbert Spencerbahwa puisi adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengam mempertimbangkan efek keindahan. Selanjutnya oleh Thomas Carlyle mengatakan bahwa pengertian puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal. Hal ini serupa dengan pengertian puisi oleh Dunton. Dunton berangapan bahwa pengertian puisi adalah pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa serta berirama (seperti musik). Sebuah puisi mengespresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindera dalam susunan yang beirama. Semua hal tersebut penting dan terekam serta diekspresikan, dinyatakan dengan memberi kesan dan menarik.

Menurut Pradopo pengertian puisi adalah

rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam bentuk wujud yang paling berkesan.
Pengertian puisi oleh Herman J. Waluyo (1992) yang merupakan rangkuman dari definisi puisi bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengosentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama

yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Adapun kekayaan makna yang terkandung dalam puisi disebabkan oleh pemadatan segala unsur bahasa. Bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang digunakan dlam sehari hari. Puisi menggunakan bahasa yang ringkas, akan tetpai kaya makna. Kata konotatif atau mengandung lebih dari satu penafsiran dan pengertian yang sering digunakan dalam puisi.
Menurut Horatius, seorang kritikus romawi mengatakan bahwa pengertian puisi haruslah indah dan menghibur (dulce) dan sekaligus puisi juga berguna dan mengajarkan sesuatu (utile). Selanjutnya oleh William Wordsworth seorang penyair Romantik Inggris bahwa pengertian puisi adalah suatu luapan spontan dari perasaan perasaan yang kuat – a spotaneous overflow of powerful feelings. Selanjutnya Roman Jacobson seorang ahli linguistik bahwa fungsi puisi adalah mengarahkan segenap upaya dan perhatian pada unsur unsur teks itu sendiri.
Film Animasi Keluarga Somat Diproduksi di Cimahi

Film Animasi Keluarga Somat Diproduksi di Cimahi

Film Animasi Keluarga Somat Diproduksi di Cimahi

Film Animasi Keluarga Somat Diproduksi di Cimahi

CIMAHI-Film Animasi Keluarga Somat yang sekarang tayang setiap hari pukul 07.30 WIB di Indosiar, s

emakin digemari pemirsa. Buktinya, ratingnya terus meningkat. Film animasi ini asli produk dalam negeri.

“Film Animasi Keluarga Somat itu diproduksi di sini di Dreamtoon Baros Studio, PT Animasi Kartun Indonesia,” kata Koordinator Produksi Dreamtoon Baros Studio PT Animasi Kartun Indonesia, Mas Agung Darojatun di Dreamtoon Baros Studio, Gedung Baros Information Technology Creative Center (BITC), Jalan HMS Mintaredja, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Senin (22/9).

Film Animasi Keluarga Somat, awalnya tayang setiap hari sabtu dan minggu pukul 07.30 WIB

. Tapi, karena ratingnya terus meningkat, film animasi tersebut menjadi tayang setiap hari. Hingga Sabtu (20/9) sudah mencapai lebih dari 100 episode yang sudah ditayangkan. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi film animasi buatan putra-putri Indonesia.

“Yang mengerjakan Film Animasi Keluarga Somat anak-anak muda kita. Diantaranya anak-anak muda

Kota Cimahi yang memiliki skill di bidang animasi. Sebelum kita rekrut, kita bina dulu, kita latih dulu di Cimahi Creative Assotiation atau disingkat CCA,” katanya. (enal)

 

Baca Juga :

 

 

1100 Mahasiswa USB Tandatangi Aksi Anti Korupsi

1100 Mahasiswa USB Tandatangi Aksi Anti Korupsi

1100 Mahasiswa USB Tandatangi Aksi Anti Korupsi

1100 Mahasiswa USB Tandatangi Aksi Anti Korupsi

BANDUNG- Berbagai upaya terus dilakukan oleh sejumlah kalangan, tidak terkecuali oleh kalangan mahasiswa

untuk terus memberantas praktek-praktek korupsi yang hingga saat ini masih sering terjadi di masyarakat.

Halnya yang dilakukan oleh sekitar 1.100 mahasiswa baru Universitas Sangga Buaya atau USB YPKP Bandung, dengan membubuhkan tandatangan diatas kain panjang, sebagai bentuk perlawanan terhadap praktek-praktek korupsi di negara ini.

Rektor USB YPKP Bandung, Asep Effendi mengatakan, upaya yang dilakukan oleh para mahasiswa baru ini

sebagai bentuk kepedulian kalangan pendidikan perguruan tinggi khususnya kampus untuk memberikan pemahaman tentang anti korupsi kepada mereka.

“Ketika kita bicara tentang bagaimana pemberantasan korupsi, kita mulai dengan yang pencegahan korupsi, kita ingin coba kerjasama dengan pemerintah khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujarnya.

Menurut Asep, dalam penerapan di kampus dimulai dari hal-hal yang kecil, seperti siswa tidak datang terlambat,

tidak nyontek dan dosen tidak boleh terlambat.

“Ketika orang bertanya dimana peran pendidikan tinggi untuk pemberantasan korupsi, kita mulai dari yang kecil di kampus misalnya siswa tidak datang terlambat, tidak nyontek,” ucapnya.

Asep berharap, dengan cara-cara kecil yang coba diterapkan di kampus, sehingga para mahasiswa memahai anti korupsi serta dapat mengakar kedalam diri mahasiswa.
“Mudah-mudahan ini mengantarkan negara menjadi bersih,” katanya.

Sementara itu, Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Ardiyansyah Putra menyatakan, perlawanan terhadap korupsi bisa dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

“Dengan adanya perlawanan terhadap korupsi sejak dini khususunya pada kalangan mahasiswa, dapat terciptanya lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja dan bersih dengan tanpa menghilangkan idealismenya,” ucapnya

 

Sumber :

Contoh Jaringan Tumbuhan

Indonesia Butuh 569 Epidemiolog

Indonesia Butuh 569 Epidemiolog

Indonesia Butuh 569 Epidemiolog

Indonesia Butuh 569 Epidemiolog

BANDUNG – Sebagai negara besar kepulauan, Indonesia sangat

membutuhkan para ahli di bidang epidemiologi. Hal itu diungkapkan Plt. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. Dr. Agus Purwadianto, usai membuka Pertemuan Ilmiah Epidemiologi Nasional ke-4 di Bandung, Rabu (1/10).

“Berdasarkan wilayah geografis dan jumlah penduduk yang mencapai 245 juta,

idelanya Indonesia butuh 568 orang ahli Epidemiologi dan 9.510 Asisten Ahli Epidemiologi. Sementara yang ada saat ini baru ada 357 ahli Epidemiologi yang mencakup 1 orang ahli di setiap kabupaten kota, dan 1 orang Asisten di setiap Puskesmas” katanya.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI akan terus mendorong Perguruan Tinggi untuk menyiapkan tenaga ahli Epidemiologi untuk menambah kekurangan itu.

“Kita akan mendorong Perguruan Tinggi untuk menambah kekosongan para ahli

di bidang pendataan, penyebab dan penyebaran penyakit itu” ujar Agus.

Agus mengatakan, sejauh ini sudah ada 2 Perguruan Tinggi yang menytakan kesiapannya, diantarany UGM dan UI.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/jaringan-tumbuhan-lengkap/