Category Archive : Pendidikan

KONSEP GEOGRAFI adalah

KONSEP GEOGRAFI adalah

KONSEP GEOGRAFI adalah

KONSEP GEOGRAFI adalah

KONSEP GEOGRAFI adalah rancangan

Atau gambaran dari objek, proses, atau apa pun yang berkaitan dengan ilmu geografi. KONSEP GEOGRAFI merupakan unsur yang penting dalam memahami fenomena atau kejadian geografi (alam dan sosial). Penjelasan KONSEP GEOGRAFI selalu berkaitan dengan persebaran, hubungan, fungsi, bentuk, pola, dan proses terjadinya. KONSEP GEOGRAFI terdiri atas 10 konsep, yaitu:

Lokasi adalah

letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

a. Lokasi Absolut: Lokasi absolut adalah letak atau tempat yang dilihat dari garis lintang dan garis garis bujur (garis astronomis). Lokasi absolut keadaannya tetap dan tidak dapat berpindah letaknya karena berpedoman pada garis astronomis bumi. Pebedaan garis astronomis menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan waktu (garis bujur).
Contoh Lokasi Absolut yaitu Indonesia terletak di antara 6 derajat LU – 11 derajat LS sampai 95 derajat BT – 141 derajat BT. Dari letak absolut (garis astronomis) tersebut dapat dijelaskan bahwa lokasi paling Utara negara Indonesia terletak di 6 derajat LU (Pulau Miangas, Sulawesi Utara), lokasi paling selatan terletak di 11 derajat LS (Pulau Rote, NTT), dst.

b. Lokasi Relatif: Lokasi relatif adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lain di sekitarnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya.
Contoh Lokasi Relatif yaitu Indonesia terletak di antara 2 benua dan 2 samudera. Lokasi Indonesia menurut lokasi relatifnya yaitu terletak di antara 2 benua yaitu Asia dan Australia, serta terletak di antara 2 samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Letak relatif ini dapat berubah-ubah sesuai dengan sudut pandang penggunanya karena lokasi relatif digambarkan melalu objek-objek yang dinamai oleh manusia contohnya nama benua, samudera, pulau, laut, dsb.

2. Jarak: Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep Jarak memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.
a. Jarak Mutlak: Jarak mutlak adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukurang panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak dapat berubah-ubah.
Contoh jarak mutlak yaitu Jarak antara Jakarta ke Bandung adalah 150 km. jarak tersebut diukur memanjang dari titik A (Jakarta) dan titik B (Bandung) dan dihitung dengan satuan ukuran kilometer.

b. Jarak Relatif: Jarak relatif adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu.
Contoh jarak relatif yaitu jarak antara Jakarta ke Bandung dapat ditempuh dalam waktu 2 jam melewati Tol Purbaleunyi. Tentu jarak relatiif tersenut akan berbeda apabila keadaan jalan tol sedang macet atau perjalanan ke Bandung tidak melewati jalan tol.

3. Morfologi: Morfologi adalah konsep yang menjelaskan mengenai struktur luar dari batu-batuan yang menyusun bentuk morfologi permukaan bumi (pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb).
Contoh konsep morfologi yaitu:
– Jakarta merupakan dataran rendah, Bandung dataran tinggi.
– Perjalanan Jakarta ke Bandung melewati daerah yang bergelombang (perbukitan).
– Daerah selatan D.I. Yogyakarta merupakan daerah perbukitan kapur (karst).

4. Keterjangkauan: Keterjangkauan adalah jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang.
Contoh konsep keterjangkauan yaitu:
– Harga lahan di persimpangan lebih mahal dari pada lahan di dalam gang
– Bantuan bencana sulit mencapai lokasi karena medan yang berat
– Kepulauan Seribu hanya dapat dijtempuh dengan kapal dari pelabuhan Muara Angke

5. Pola: Pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial.

Contoh konsep pola yaitu:
– Pemukiman memanjang di sepanjang jalan raya pantura Jawa
– Pemukiman di kota besar seperti Jakarta dibangun berhimpitan
– Aliran air sungai yang berbentuk sudut siku-siku adalah aliran sungai rectangular.

6. Aglomerasi: Aglomerasi adalah adanya suatu fenomena yang mengelompok menjadi satu bentuk atau struktur.
Contoh konsep aglomerasi yaitu:
– Pasar Senen, pasar minggu, pasar rebo merupakan pengelompokan tempat berjualan berdasarkan hari pasaran.
– Kegiatan industri terpusat di kawasan Jababeka, Pulogebang, atau Tangerang.
– Di perkotaan terjadi pemusatan penduduk berdasarkan status sosial dan ekonomi melalui kawasan slum area, menengah ke atas, dan kawasan elit.

Nilai kegunaan adalah

Konsep yang berkaitan dengan nilai guna suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah.

Contoh konsep nilai kegunaan yaitu:

– Kawasan perbukitan kapur (kars) seperti di Wonosari, Gunug Kidul memiliki banyak goa dan sumber mata air bawah tanah yang cocok untuk dijadikan objek wisata alam.
– Pulau Madura yang panas dan tanah yang tidak subur tidak cocok sebagai laha pertanian, tetapi dari lokasi geografisnya banyak dijadikan sebagai kawasan tambak garam.


Sumber: https://appbrain.co.id/

Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang

Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang

Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang

  1. Renang Gaya Bebas

Gaya bebas (bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang “gaya bebas” yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.

  1. Posisi Badan Gaya Bebas

Posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :

  • Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air
  • Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air
  • Otot – otot perut dan leher rilek.
  1. Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

  • Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari
  • Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.
  • Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.
  • Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.
  1. Gerakan Lengan

Gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  • Gerakan menarik (pull)

Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.

  • Gerakan mendorong (push)

Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.

  • Istirahat (Recovery)

Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.

  1. Renang Gaya Dada

Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

  1. Gerakan Kaki
  • Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk)
  • Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)
  • Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
  • Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)
  • Luruskan tangan kembali.
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
  • Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
  • Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas.
  1. Renang Gaya Punggung

Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya bebas.

  1. Gerakan Kaki
  • Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
  • Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
  • Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
  • Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas

Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.

Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.

  1. Renang Gaya Kupu – Kupu

Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933.

Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.

  1. Gerakan Kaki
  • Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
  • Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
  • Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
  • Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
  • Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan.
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas

Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.


Baca Juga :

Dasar Belajar Renang

Dasar Belajar Renang

Dasar Belajar Renang

  1. Pengenalan Air

Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya.

Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya :

  • Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal
  •  Saling mencipratkan air ke muka teman
  • Memasukkan kepala dan badan ke dalam air
  • Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman
  1. Meluncur

Setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan meluncur dan mengapun, caranya adalah :

  • Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan.
  • Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur.
  1. Latihan Pernafasan
  2. Teknik Gerakan Pernafasan

    1)      Sikap Permulaan

   Berdiri kongkang di kolam dasar

  • Membungkukkan tubuh rata dengan air
  • Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang dilurukjan ke depan.

 2)   Gerakan

  • Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kokan, sehingga mulut mengambil nafas.
  • Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh.
  1. Cara Melakukan Gerak Dasar Mengambil Nafas
  • Lakukan dengan posisi telungkup terapung, dan kedua tanmgan memegang dinding kolam.
  • Ambillah nafas melalui mulut dan masukkan muka ke dalam air, mata melihat ke depan sedikit.
  • Permukaan air di dahi, buang nafas melalui hidung. Setelah itu, putarkan kepala ke samping kanan / kiri berporos leher. Sehingga mulut dan mulut di atas permukaan air.

Sumber: https://memphisthemusical.com/

Sejarah Renang

Sejarah Renang

Sejarah Renang

Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).

Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.


Sumber: https://tutubruk.com/

Tanda Pisah

Tanda PisahTanda Pisah

Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Misalnya:

Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan

oleh bangsa itu sendiri.

 

  1. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

Misalnya:

Rangkaian temuan ini-evolusi, teori kenisbian, dan kini juga

pembelahan atom-telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

 

  1. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Misalnya:

1910-1945

Tanggal 5-10 April 1970

Jakarta-Bandung

Catatan:Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

 

Tanda Elipsis (…)

  1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.

Misalnya:

Kalau begitu … ya, marilah kita bergerak.

 

  1. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:

– Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

Catatan:

 

Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.

Misalnya:

Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati….

 

Tanda Tanya (?)

  1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Misalnya:

– Kapan ia berangkat?

– Saudara tahu, bukan?

 

  1. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya.

Misalnya:

– Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?).

– Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang.

 

Tanda Seru (!)

  1. Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.

Misalnya:

– Alangkah seramnya peristiwa itu!

– Bersihkan kamar itu sekarang juga!

– Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.

– Merdeka!

 

Tanda Kurung ((…))

  1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya:

– Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.

 

  1. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.

Misalnya:

– Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

– Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.

 

  1. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

Misalnya:

– Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a).

– Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.

 

  1. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.

Misalnya:

– Factor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.

 

Tanda Kurung Siku ([…])

  1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di naskah asli.

Misalnya:

– Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

 

  1. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Misalnya:

– Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat

halaman 35-38] perlu dibentangkan.


Baca juga:

Tanda Titik Koma

Tanda Titik KomaTanda Titik Koma

Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis

dan setara.

Misalnya:

– Malam akan larut; pekerjaan belum selesai juga

 

  1. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”.

 

Tanda Dua Titik (:)

1a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Misalnya:

– Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

– Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati.

 

1b. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan.

Misalnya:

– Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

– Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.

 

  1. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

  1. Ketua : Ahmad Wijaya

Sekretaris : S. Handayani

Bendahara : B. Hartawan

 

  1. Tempat Sidang : Ruang 104

Pengantar Acara : Bambang S.

Hari : Senin

Waktu : 09.30

 

  1. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

– Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini, Mir!”

– Amir : “Baik, Bu.” (mengangkat kopor dan masuk)

– Ibu : “Jangan lupa. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar)

 

  1. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan , serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Misalnya:

– Tempo, I (34), 1971: 7

– Surah Yasin: 9

– Karangan Ali Hakim, Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi, sudah terbit.

– Tjokronegoro, Sutomo, Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita?

– Djakarta: Eresco, 1968.

 

  1. Tanda Hubung (-)
  2. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.

Misalnya:

– Di samping cara-cara lama itu ju-

ga cara yang baru

 

suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.

Misalnya:

Beberapa pendapat mengenai masalah itu

telah disampaikan ….

Walaupun sakit, mereka tetap tidak mau

beranjak ….

 

Atau

 

Beberapa pendapat mengenai masalah

Itu telah disampaikan ….

Walaupun sakit, mereka tetap tidak

mau beranjak ….

 

Bukan:

 

Beberapa pendapat mengenai masalah i-

tu telah disamapaikan ….

Walaupun sakit, mereka tetap tidak ma-

u beranjak ….

 

  1. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Misalnya:

Kini ada acara baru untuk meng-

ukur panas.

Kukuran baru ini memudahkan kita me-

ngukur kelapa.

Senjata merupakan alat pertaha-

nan yang canggih.

Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.

  1. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang.

Misalnya:

– Anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan

– Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

 

  1. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.

Misalnya:

p-a-n-i-t-i-a

8-4-1973

 

  1. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan baian kelompok kata.

Misalnya:

ber-evolusi, dua puluh lima-ribuan (20 x 5.000), tanggung jawab-dan

kesetiakawanan-sosial

 

Bandingkan dengan:

 

Be-revolusi, dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25.000), tanggung jawab dan

kesetiakawanan sosial

 

  1. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan -an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap.

Misalnya:

se-Indonesia, se-Jawa Barat, hadiah ke-2, tahun 50-an, mem-PHK-kan, hari-H,

sinar-X; Menteri Sekretaris Negara.

 

  1. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Misalnya:

di-smash, pen-tackle-an


Sumber; https://gurupendidikan.org/

Pemakaian Tanda Baca

Pemakaian Tanda Baca titik
Pemakaian Tanda Baca

Tanda Titik (.)

  1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya:

– Ayahku tinggal di Solo.

– Biarlah mereka duduk di sana.

– Dia menanyakan siapa yang akan datang.

– Hari ini tanggal 6 April 1973.

– Marilah kita mengheningkan cipta.

– Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.

 

  1. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya:

  1. III. Departemen Dalam Negeri
  2. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
  3. Direktorat Jenderal Agraria

 

  1. 1. Patokan Umum

1.1 Isi Karangan

1.2 Ilustrasi

1.2.1 Gambar Tangan

1.2.2 Tabel

1.2.3 Grafik

 

  1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

Misalnya:

Pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)

 

  1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan

jangka waktu.

Misalnya:

– 1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)

– 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

– 0.0.30 jam (30 detik)

 

  1. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

Misalnya:

Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.

 

6a. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:

– Desa itu berpenduduk 24.200 orang.

– Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.

 

6b. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misalnya:

– Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

– Lihat halaman 2345 seterusnya.

– Nomor gironya 5645678.

 

  1. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Misalnya:

– Acara kunjungan Adam Malik

– Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ’45)

– Salah Asuhan

 

  1. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat.

Misalnya:

– Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)

– Jakarta (tanpa titik)

– 1 April 1985 (tanpa titik)

– Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)

– Jalan Arif 43 (tanpa titik)

– Palembang (tanpa titik)

 

Atau:

 

– Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)

– Jalan Cikini 71 (tanpa titik)

– Jakarta (tanpa titik)

Tanda Koma (,)

  1. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:

– Saya membeli kertas, pena, dan tinta.

– Surat biasa, surat kilat, maupun surat khusus memerlukan prangko.

– Satu, dua, … tiga!

 

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi, atau melainkan.

Misalnya:

– Saya ingin datang, tetapi hari hujan.

– Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.

 

3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya.

Misalnya:

– Kalau hari hujan, saya tida datang.

– Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

 

3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya:

– Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

– Dia lupa akan janjinya karena sibuk.

– Dia tahu bahwa soal itu penting.

 

  1. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang

terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula,

meskipun begitu, akan tetapi.

Misalnya:

…. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.

 

…. Jadi, soalnya tidak semudah itu.

 

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:

– O, begitu?

– Wah, bukan main!

– Hati-hati, ya, nanti jatuh.

 

  1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

(Lihat juga pemakaian tanda petik)

Misalnya:

– Kata ibu “Saya gembira sekali.”

– “Saya gembira sekali,” kata ibu, “karena kamu lulus.”

 

  1. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat

dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

– Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas

– Indonesia, Jalan raya Salemba 6, Jakarta.

– Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor.

– Kuala Lumpur, Malaysia.

 

  1. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam

daftar pustaka.

Misalnya:

Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: Pustaka Rakjat.

 

  1. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Misalnya:

– W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.

 

  1. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk

membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:

– B. Ratulangi, S.E.

– Ny. Khadijah, M.A.

 

  1. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang

dinyatakan dengan angka.

Misalnya:

– 12,5 m

– Rp12,50

 

  1. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. (Lihat juga pemakaian tanda pisah)

Misalnya:

– Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.

– Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang aki-laki yang makan sirih.

– Semua siswa, baik yang laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

 

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:

Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.

 

12.Tanda koma dapat dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:

– Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang

sungguh-sungguh.

– Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.

 

Bandingkan dengan:

 

– Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan

pengembanagan bahasa.

– Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus.

 

  1. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.

Misalnya:

“Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.

“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.


Sumber: https://dosenpendidikan.id/

Motif dan Dampak Melakukan Dumping

Dumping merupakan salah satu dari strategi dalam merebut persaingan pasar luar negeri yaitu dengan cara diskriminasi harga. Diskriminasi harga, menurut Ida Bagus Wyasa Putra, ada tiga alasan yaitu pertama, untuk mengembangkan pasar, dengan cara memberikan insentif melalui pemberlakukan harga yang lebih rendah kepada pembeli pasar yang dituju. Kedua, adanya peluang, pada kondisi pasar yang memungkinkan penentuan harga secara lebih leluasa, baik di dalam pasar ekspor maupun impor. Ketiga, untuk mempersiapkan kesempatan bersaing dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik dengan cara memanfaatkan strategi penetapan harga yang lebih baik dan progresif.

Umumnya motif suatu negara pengekspor yang melakukan dumping adalah merebut pangsa pasar bagi produknya di negara-negara tujuan ekspor. Ketika harga barang yang diekspor lebih rendah dari harga barang yang sama di negara tujuan ekspor maka tentunya ini akan menguntungkan negara pengeskpor karena secara rasional produknya akan digemari di negara luar negeri dan ini akan memberikan multiplier yang positif dan besar bagi perekonomian negara pengekspor.

Namun praktek dumping merupakan praktek perdagangan yang tidak fair, karena bagi negara pengimpor, praktek dumping akan menimbulkan kerugian bagi dunia usaha atau industri barang sejenis dalam negeri. Dengan terjadinya banjir barang-barang dari pengekspor yang harganya jauh lebih murah daripada barang di dalam negeri akan mengakibatkan barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri kalah bersaing, sehingga pada akhirnya akan mematikan pasar barang sejenis dalam negeri, yang diikuti munculnya dampak ikutannya seperti pemutusan hubungan kerja massal, pengganguran dan bangkrutnya industri barang sejenis dalam negeri.

.

Contoh dumping dalam perdagangan internasional yang benar benar yang terjadi di Indonesia dan dunia :

  1. Harga handphone Xiaomi yang sangat murah di Indonesia bebeda dengan di negara asalnya yaitu China.
  2. China mengekspor sutera ke India dengan harga dibawah pasaran, padahal negara India negara penghasil sutera.
  3. Terigu Turki yang mendominasi Indonesia sekitar tahun 2009, harganya sangat jauh di bawah harga pasaran.
  1. Premi

Premi adalah penambahan dana (dalam bentuk uang) kepada produsen yang berhasil mencapai target produksi (prestasi) yang ditentukan oleh pemerintah atau dengan kata lain premi adalah “bonus” yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan pemerintah untuk para produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tujuan Premi antara lain adalah agar harga jual lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan produksi karena banyak permintaan dapat mengakibatkan Produksi dalam negeri dapat bersaing di luar negeri.

Dengan adanya premi dan subsidi kepada produsen dalam negeri maka terjadi hal – hal sebagai berikut:

  1. Harga jual barang lebih murah lebih terjangkau oleh masyarakat menyebabkan permintaan bertambah banyak.
  2. Hasil produksi meningkat Menjaga kelangsungan hidup (kontinutas) perusahaan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

Praktek dumping masih terus berlangsung karena tidak terdapat aturan yang benar-benar melarang (tidak memperbolehkan) praktek tersebut. Pengenaan BMAD ini tentunya setelah melalui proses penyelidikan dan terbukti adanya barang dumping tersebut merugikan industri atau produsen dalam negeri dan negara pengekspor lain.

Dengan tidak adanya UU yang melarang praktek dumping, kondisi ini akan menguntungkan negara atau produsen yang melakukan praktek dumping. Keuntungan yang diperoleh negara pengekspor tersebut mulai dari barang tersebut diperkenalkan, proses penyelidikan dugaan melakukan praktek dumping, dan ketika sudah ditetapkan melakukan praktek dumping.

Selain itu pada saat negara pengekspor tersebut terbukti melakukan praktek dumping maka terhadap barang dumping tersebut dikenakan BMAD sebesar marjin dumping tersebut sehingga harga barang dumping dengan barang sejenis lainnya menjadi sama. Namun karena barang dumping telah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat maka pilihan masyarakat mungkin akan berubah sedikit namun barang dumping tersebut akan tetap laku.

Jadi suatu negara tetap akan melakukan praktek dumping karena selain tidak adanya UU yang benar-benar melarang praktek dumping (proteksi terhadap produk lokal) tersebut juga pengenaan BMAD sebesar marjin dumping tetap menguntungkan bagi negara pelaku dumping. Kondisi inilah yang membuat suatu negara tetap akan melakukan praktek dumping

https://radiomarconi.com/

Mengenal Tentang Hutan Bakau

Mengenal Tentang Hutan Bakau

Mengenal Tentang Hutan Bakau

Mengenal Tentang Hutan Bakau

Rehabilitasi Hutan Bakau

Hutan bakau menyediakan jasa ekosistem mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (CCMA) yang vital, namun telah mengalami penurunan luas di daerah tropis. Untuk mengurangi kerugian tersebut, rehabilitasi dilakukan pada agenda konservasi. Namun, ekosistem dari mangrove yang direhabilitasi di lokasi pasang-surut ini jarang dinilai. Dalam studi kasus dari Pulau Panay, Filipina, dengan menggunakan metode berbasis ke lapangan dan satelit, kami menilai cadangan karbon dan potensi perlindungan pantai dari pinggir laut pasang-surut yang direhabilitasi dan area tambak pasang-surut yang terbengkalai (disewa), terhadap referensi bakau karena ukurannya yang besar dan kondisi lokasi yang tepat, perubahan penampakan ikan yang ditinggalkan ke bekas mangrove ternyata menguntungkan untuk meningkatkan CCMA di zona pesisir. Dalam studi kasus khusus dikotamadya, 96,7% tambak yang ditinggalkan dengan potensi tinggi untuk rehabilitasi yang efektif memiliki status kepemilikan yang baik untuk pengembalian. Temuan ini berimplikasi pada pengelolaan zona pesisir di Asia dalam menghadapi perubahan iklim.

Perencanaan Daerah Spasial dan Pengelolaan Zona Pesisir

Perencanaan daerah spasial dan pengelolaan zona pesisir yang menggabungkan tujuan ekosistem mangrove semakin banyak dalam agenda untuk memprioritaskan area pengelolaan untuk mengurangi degradasi ekosistem. Demikian pula, pendekatan semacam itu dan mempertimbangkan nilai ekosistem mangrove terhadap keseluruhan kelompok pemangku kepentingan, dapat menjadi alat penting untuk mengidentifikasi area kunci untuk rehabilitasi dan restorasi ekosistem mangrove di lahan konversi. Namun, struktur kepemilikan lokal yang diakui secara formal dan hampir formal memberikan tantangan besar terhadap pendekatan perencanaan dan penentuan spasial, dan dapat mempengaruhi keefektifan keputusan manajemen. Sebaliknya, studi kasus kami mengidentifikasi daerah-daerah yang substansial dengan konflik kepemilikan seminimal di wilayah prioritas untuk rehabilitasi mangrove (zona pasang-surut menengah dan atas). Latihan perencanaan tata ruang untuk memprioritaskan beberapa rehabilitasi (berdasarkan misalnya penilaian kerentanan pesisir) pertama-tama harus bertujuan untuk mengevaluasi keberadaan kesenjangan kepemilikan yang diakui secara formal (misalnya pelanggaran kepemilikan atau lahan tidak produktif) untuk mengevaluasi potensi rehabilitasi kawasan yang saat ini memiliki kepemilikan. Dalam kasus seperti rehabilitasi mangrove di Filipina, ini dapat memaksimalkan manfaat: rasio biaya usaha CCMA untuk masyarakat pesisir dan menghindari alokasi dana konservasi terbatas yang tidak efektif dan boros.

Pendekatan Perencanaan Spasial untuk Rehabilitasi Hutan Bakau

Pendekatan perencanaan spasial untuk rehabilitasi mangrove mungkin memiliki relevansi khusus di tempat lain di Asia Selatan dan Tenggara dimana ketiadaan tambak juga sama tinggi: misal Malaysia (60%), Thailand (50-80%) dan Sri Lanka (60-90%). Di negara lain, lebih banyak lagi populasi topan yang diyakini memiliki tingkat untuk mengabaikan tambak yang tinggi (misalnya Vietnam, Taiwan), potensi manfaat CCMA dari identifikasi dan rehabilitasi tambak yang ditinggalkan mungkin merupakan konsekuensi tertentu. Di banyak bagian Asia, banyak daerah tambak yang ditinggalkan (tidak produktif) dengan cepat dikonversi menjadi fungsi alternatif lainnya (misalnya tambak garam, pertanian). Pemantauan dan evaluasi produktivitas akuakultur di dalam wilayah pesisir ini dan penyertaan mereka dalam perencanaan tata ruang untuk rehabilitasi mangrove dapat menjadi sarana untuk menghentikan kerugian tersebut. Namun, relevansi pendekatan semacam itu terhadap wilayah regional yang lebih luas mungkin relatif terbatas di mana: (1) landasan kontinen yang lebih luas meningkatkan kesesuaian rehabilitasi pinggir laut dengan pasang-surut rendah, atau (2) kepemilikan tertulis adalah bentuk dominan dari kepemilikan lahan zona pesisir, sehingga susah diutak-atik.

Kesimpulan

Dalam beberapa dekade terakhir, terdapat bukti yang telah meningkat mengenai potensi relatif rehabilitasi tambak yang ditinggalkan untuk melestarikan hutan mangrove. Studi kasus kami menyoroti kontribusi ekosistem mangrove yang tinggi pada tambak ikan, dengan potensi relatif tinggi untuk rehabilitasi pesisir untuk tujuan CCMA terpadu di Filipina. Sementara studi kasus kami menunjukkan status kepemilikan yang baik untuk area tambak ikan yang paling potensial mulai ditinggalkan, sehingga adanya politik dan kapasitas yang kuat akan diperlukan untuk membatalkan sewa dan merehabilitasi area mangrove sebelumnya. Namun, rehabilitasi mangrove di daerah tambak yang ditinggalkan mungkin merupakan salah satu dari banyak kunci untuk melindungi hutan mangrove, yang terutama penting dalam konteks meningkatnya tingkat keparahan badai dan kenaikan permukaan air laut yang terkait dengan perubahan iklim.

 


Baca Juga :

Pengertian Pencemaran Air

Pengertian Pencemaran Air

Pengertian Pencemaran Air

Pengertian Pencemaran Air

Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan

Berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara.

Dengan demikian, definisi pencemaran air mengacu

Pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No.23/1997. Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1,angka 2). Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna pokoknya menjadi 3 (tiga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001).

Pencemaran air juga merupakan penyimpangan

Sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Air yang tersebar di alam semesta ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, namun bukan berarti bahwa semua air sudah tercemar. Misalnya, walaupun di daerah pegunugnan atau hutan yang terpencil dengna udara yang bersih dan bebas dari pencemaran air, air hujan yang turun di atasnya selalu mengandung bahn-bahan terlarut, seperti CO2, O2 dan N2, serta bahan-bahan tersuspensi misalnya debu dan partikel-partikel lainnya yang terbawa air hujan dari atmosfer.

Air pemukaan dan air sumur pada umunya mengandung bahan-bahan metal terlarut, seperti Na, Mg, Ca dan Fe. Air yang mengandung komponen-komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah.

Jadi, air yang tidak tercemar tidak selalu merupakan air murni, tetapi merupakan air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapkan sehingga air

Aspek-Aspek Pencemaran Air

Ada beberapa aspek sebagai pengukuran tingkat pencemaran air, apakah air tersebut termasuk air yang tercemar ataukah tidak tercemar. Aspek-aspek pencemaran air yaitu terdiri dari aspek kimia-fisika pencemran air dan aspek biokimia pencemaran. Adapun aspek kimia-fisika pencemaran air itu adalah sebagai berikut :

a. Nilai pH, Keasaman dan Alkhalinitas.

Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6,5 – 7,5. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. Bila pH di bawah pH normal, maka air tersebut bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH normal bersifat basa. Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.

Alkalinitas berkaitan dengan kesadahan air, yan merupakan salah satu sifat air. Adanya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalam air akan mengakibatkan sifat kesadahan air tersebut.

b. Suhu

Air sering digunakan sebagai medium pendingin dalam berbagai proses industri. Air pendingin tersebut setelah digunakan akan mendapatkan panas dari bahan yang didinginkan, kemudian dikembalikan ke tempat asalnya, ayitu sungai atau sumber air lainnya. Air buangan lebih tingi dari pada air asalnya. Naiknya suhu air akan menimbulkan akibat sebagai berikut :

–    Menurunya jumlah oksigen terlarut dalam air

–    Meningkatkan kecepatan reaksi kimia

–    Mengganggu kehidupan ikan dan hewan air alinya

–    Jika bata suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati.

Oksigen Terlarut

Untuk mempertahankan hidupnya, makhluk yang tinggal di dalam air, baik tumbuhan maupun hewan, bergantung kepada oksigen terlarut. Jada kadar oksigen terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menetukan kualitas air.

e.  Karbondioksida Dalam Air

Kepekaan oksigen terlarut dalam air bergantung kepda kepekaan karbondioksida yang ada. Jika udara (yang mengandung 0,03% karbondioksida) bersentuhan dengna permukaan air pada tekanan standar maka kelarytan karbondioksida terhadap perubahan suhu.

f.  Warna dan Kekeruhan

Warna air yang tidak normaal biasanya merupakan indikasi terjadinya pencemaran air. Warna air dibedakan menjadi dua macam yaiti warna sejati (akibat bahan-bahan terlarut) dan air semu (akibat bahan terlaru, bahan tersuspensi diantaranya yang bersifat koloid.

Kekeruhan menunjukan sifat toptis air, yang mengakibatkan pembiasan cahaya ke dalam air. Kekruhan membatasi masukannya cahaya ke dalam iar. Kekurahan ini terjadi karena adanya bahan terapung, dan terurainya zat tertentu, seperti bahan organik, jasad renik, lumpur tanah liat dan benda yang terapung dan sangat halus sekali. Semakin keruh air, semakin tinggi daya hantar listriknya dan semakin banyak pula padatannya.

g. Padatan

Pada dasarnya air yang tercemar selalu mengandung padatan yang dapat dibedakan menjadi empat kelompok berdasarkan besar partikelnya dan sifat-sfat lainnya, terutama kelarutannya, yaitu :

–    Padatan terendap (sedimen)

–    Padatan tersuspensi dan koloid

–    Padatan terlarut total

–    Minyak dan Lemak

h. Nitrat

Jika kandungan nitrat tersebut akan berubah menjadi nitrit di perut. Keracunan nitrit akan mengakibatkan wajah membiru dan kematian.

i.  Posfor

Posfor memasuki air melalui berbagai jalan yaitu kotoran, limbah, sisa pertanian, kotoran hewan dan sisa tumbuhan dan hewan yang mati. Pencegahan pencemaran posfor dapat dilakukan dengan melarang penggunaan ditergen yang mengandung posfat. Juga dengan mewajibkan pengolahan limbah industri dengan memberikann air kapur atau aluminium sulfat agar posfatnya mengendapa dan dapat dibuang.

Selain itu ada juga yang disebut dengan aspek biokimia pencemaran air. Aspek ini menggunakan dua pengujian yang berhubungan dengan kandungan oksigen dalam air yaitu :

  1. Uji BOD (Biochemical Oxygen Demand Test = uji kebutuhan oksigen biokimia).
  2. Uji COD (Chemical Oxygen Demand = uji kebutuhan oksigen kimia).

Penyebab Pencemaran Air

Berdasarkan definisi pencemaran air, penyebab terjadinya pencemaran dapat berupa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut sering disebut dengan istilah unsur pencemar, yang pada prakteknya masukan tersebut berupa buangan yang bersifat rutin, misalnya buangan limbah cair.

Selain itu juga terdapat bahan pencemaran air seperti logam berat. Air sering tercemar oleh berbagai komponen anorganik, diantarnya berbagai jenis logam berat yang berbahaya, yang beberapa di anatarnya banyak digunakan dalam berbagai keperluan sehingga diproduksi secara kontinyu dalam skala industri. Logam berat yang berbahay yang mencemari lingkunga, yang terutama dalah Merkuri (Hg). Timbal (Pb), Arsenik (As), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), dan Nikel (Ni). Logam-logam berat diketahui dapat menggumpal di dalam tubuh suatu organisme dan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama sebagai racun yang terakumulasi. Dua macam logam berat yang sering mengkontaminasi air adalah Merkuri dan Timbal.

Aspek pelaku/penyebab dapat yang disebabkan oleh alam, atau oleh manusia. Pencemaran yang disebabkan oleh alam tidak dapat berimplikasi hukum, tetapi Pemerintah tetap harus menanggulangi pencemaran tersebut. Sedangkan aspek akibat dapat dilihat berdasarkan penurunan kualitas air sampai ke tingkat tertentu.

Pengertian tingkat tertentu dalam definisi tersebut adalah tingkat kualitas air yang menjadi batas antara tingkat tak-cemar (tingkat kualitas air belum sampai batas) dan tingkat cemar (kualitas air yang telah sampai ke batas atau melewati batas). Ada standar baku mutu tertentu untuk peruntukan air. Sebagai contoh adalah pada UU Kesehatan No. 23 tahun 1992 ayat 3 terkandung makna bahwa air minum yang dikonsumsi masyarakat, harus memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas, yang persyaratan kualitas tettuang dalam Peraturan Mentri Kesehatan No. 146 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Sedangkan parameter kualitas air minum/air bersih yang terdiri dari parameter kimiawi, fisik, radioaktif dan mikrobiologi, ditetapkan dalam PERMENKES 416/1990 (Achmadi, 2001).

Air yang aman adalah air yang sesuai dengan kriteria bagi peruntukan air tersebut. Misalnya criteria air yang dapat diminum secara langsung (air kualitas A) mempunyai kriteria yang berbeda dengan air yang dapat digunakan untuk air baku air minum (kualitas B) atau air kualitas C untuk keperluan perikanan dan peternakan dan air kualitas D untuk keperluan pertanian serta usaha perkotaan, industri dan pembangkit tenaga air.


Sumber: https://baliactivities.co.id/puzzle-dragons-apk/