Category Archive : Pendidikan

Penggunaan Operator dan Fungsi Matematika

Penggunaan Operator dan Fungsi Matematika

Penggunaan Operator dan Fungsi Matematika

Penggunaan Operator dan Fungsi Matematika

Berdasarkan judulnya ane disini mau share mengenai operator-operator yang ada dalam MySQL gan beserta fungsi matematika seperti kali, bagi, kurang, tambah, sin, cos, dll. Mungkin dalam hal ini saya mengasumsikan bahwa agan udah pada ngerti cara masuk ke server MySQL baik melalui phpmyadmin maupun cmd prompt. Namun dalam tutorial ini saya menggunakan cmd promptJika agan sama akan menggunakan cmd prompt pastikan bahwa tulisan terakhir dari cmd prompt adalah mysql>. Maaf gan bukan maksud mengguri tapi biar jelas. 😀 Oke deh gan langsung:

* Contoh menggunakan operator perkalian

  • mysql> Select 10 * 2; (Trus tekan enter gan, maka hasil akan ditampilkan).
  • mysql> Select 12 * 5;
  • mysql> Select 15.4 * 5;
  • mysql> Select 12.1 * 5;
  • dst.

* Contoh menggunakan operator pembagian

  • mysql> Select 10 / 2;
  • mysql> Select 12 / 5;
  • mysql> Select 15.4 / 5;
  • mysql> Select 12.1 / 5;
  • dst.

* Contoh menggunakan operator pertambahan

  • mysql> Select 10 + 2;
  • mysql> Select 12 + 5;
  • mysql> Select 15.4 + 5;
  • mysql> Select 12.1 + 5;
  • dst.

* Contoh menggunakan operator pengurangan

  • mysql> Select 10 – 2;
  • mysql> Select 12 – 5;
  • mysql> Select 15.4 – 5;
  • mysql> Select 12.1 – 5;
  • dst.

* Contoh menggunakan multi operator

  • mysql> Select (10 – 2) + 2 * 4;
  • mysql> Select 12 – 5 / 2 *3;
  • mysql> Select 15.4 – 5 +1 / 4;
  • mysql> Select -12.1 – 5 – 2 * 3;
  • dst.

Baca Juga : 

Eropa di dalam Perang Dunia I

Perang Dunia I (PDI) adalah

sebuah perang international terpusat di Eropa yang dimulai terhadap tanggal 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Pada abad ke-19, penjajahan bangsa-bangsa Eropa telah tersebar luas. Bangsa Eropa layaknya Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Pada awal abad ke-20 jalinan yang didasarka terhadap keperluan telah membagi Eropa menjadi 2 kutub yang berlawanan. Inggris, Rusia, dan Prancis berada di satu pihak dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria. Ketegangan antara ke dua group semakin meningkat. Hingga selanjutnya suatu pembunuhan terhadap 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand pewaris takhta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum Nasionalis Serbia yang mengupayakan menekan efek Kekaisaran tersebut di Balkan.

Faktor Penyebab Perang Dunia I
a. Pertentangan Antarnegara
b. Politik melacak rekan (System of Alliances)

Pihak-pihak yang terlibat di dalam Perang Dunia I
Anggota blok sentral yang dipimpin oleh Jerman terdiri atas Jerman, Auatria, Turki, Bulgaria. Adapun Blok sentral dopimpin oleh Amerika berjumlah 23 negara yaitu, Prancis, Inggris, Rusia, dan negara-negara di Eropa Barat lainnya.

Jalannya Perang Dunia I
Perang antara Austria dan Serbia, meluas gara-gara melibatkan sekutu-sekutunya. Peperangan berjalan di dua front yakni Barat dan Timur. Jerman hadapi Prancis di front Barat dan Rusia di front Timur. Jerman berencana untuk menghancurkan Prancis di front Barat sebelum akan hadapi Rusia di Timur. Prancis mampu menghindar Jerman di sungai marne. Inggris senantiasa mampu menguasai selat Inggris dan juga Rusia senantiasa bertahan di Prusia. Sementara perang berjalan lambat, ke dua belah pihak mengupayakan memperkuat dirinya di luar Eropa bersama dengan memperluas area jajahannya. Untuk memecahkan Blokade Inggris, Jerman terhadap 31 Januari 1917 melancarkan perang kapal selam tak terbatas. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat di tenggelamkan Jerman terhadap Maret 1917. Pasukan Jerman bertahan mati-matian sambil mundur menghindar gempuran-gempuran Sekutu. Akhirnya terhadap 11 November 1918 diberi tanda tangan perjanjian gencatan senjata menurut beberapa syarat yang ditentukan pihak sekutu. PD I berakhir sehabis Jerman diberi tanda tangan perjanjian Versailles terhadap 28 Juni 1919.

Akibat Perang Dunia I

1. Bidang Politik
Wilayah kekuasaan negara-negara yang berperang mengalami perubahan. Muncul pula paham-paham baru layaknya fasisme, di Itali, nazisme di Jerman, Nasionalisme, Militarisme, dan Komunisme.

2. Bidang Sosial
Memunculkan permintaan perdamaian maka di bentuklah league of nations/ Liga Bangsa-bangsa terhadap 1919.
3. Bidang Ekonomi

Terjadi krisis ekonomi yang dahsyat melanda dunia. Hal ini dikenal bersama dengan sebutan “malaise” 1929

 


Sumber: https://pss-sleman.co.id/youtube-kembali-adakan-pop-up-space-di-jakarta/

Hubungan Antar Budaya Lokal di Indonesia

Bangsa Indonesia adalah kesatuan berasal dari bangsa yang majemuk, bermakna bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa bersama dengan beragam kebudayaan. Menurut hasil penelitian Van Vollenhoven, aneka ragam suku bangsa yang bermukim di wilayah Indonesia diklasifikasikan berdasarkan proses lingkaran-lingkaran hukum rutinitas yang meliputi 19 daerah, sebagai berikut;

Aceh

Gayo – Alas dan Batak, Nias, dan Batu
Minangkabau dan Mentawai
Sumatra Selatan dan Enggano
Melayu
Bangka dan Belitung
Kalimantan
Sangir Talaud
Gorontalo
1Sulawesi Selatan
Toraja
Ternate
Ambon-Maluku dan Kepulauan Barat Daya
Irian
Timor
Bali dan Lombok
Jawa Tengah dan Jawa Timur
Surakarta dan Jogjakarta
Jawa Barat

Masing-masing group yang terangkum di dalam lingkaran hukum rutinitas itu menurut Van Vollenhoven mempunyai pola kebudayaan yang khas. Dengan demikianlah tersedia beberapa suku bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, agar diakui menjadi satu kelompok, kendati secara geografis mereka terpisah. Misalnya; di dalam klasifikasi itu kebudayaan Gayo-Alas, Batak, Nias, & Batu diakui sebagai satu group yang sama.

Demikian juga Ambon, Maluku, & Kepulauan Barat Daya diakui 1 kelompok. Pengelompokan beberapa suku bangsa yang diakui mempunyai pola kebudayaan yang serupa itu, memperlihatkan adanya pertalian sosial yang terlalu erat antara group penduduk yang tidak sama suku bangsa di dalam jangka saat yang terlalu lama secara tetap menerus, agar membentuk sifat pola kebudayaan yang sama.
Adanya pengelompokan suku bangsa itu memperlihatkan bahwa antara suku bangsa yang satu & lainnya telah berhubungan pertalian sosial yang erat, agar berlangsung proses asimilasi yang menghilangkan perbedaan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Hubungan antara suku bangsa yang tercermin di dalam wujud pertalian kebudayaan lokal mampu ditemukan di dalam wujud unsur-unsur kebudayaan tersebut ini;

1. Bahasa
Hubungan antara kebudayaan lokal, tercermin di dalam wujud persebaran bahasa daerah, sebagai wujud persebaran unsur kebudayaan lokal. Hal itu sebagai pengaruh pertalian sosial antara group penduduk yang tidak sama kebudayaan. Misal: penduduk suku bangsa Jawa yang tinggal berbatasan bersama dengan wilayah suku bangsa Sunda (Jawa Barat) antara lain Cilacap & Brebes, mempunyai ragam bahasa yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa & Sunda.

Demikian halnya penduduk suku bangsa Jawa yang berbatasan bersama dengan wilayah Madura, mempunyai ragam bahasa yang memperlihatkan perpaduan antara bahasa Jawa & Madura. Perpaduan bahasa tersebut tercermin di dalam wujud logat / dialek. Dialek bahasa Jawa penduduk Brebes tidak sama bersama dengan dialek bahasa Jawa penduduk Semarang, tidak sama bersama dengan penduduk Solo, & tidak sama pula bersama dengan penduduk Surabaya, kendati mereka sama-sama memanfaatkan bahasa Jawa.

Di masa kehidupan sekarang ini, lebih-lebih di kalangan remaja, pemanfaatan dialek bahasa Betawi layaknya gue (saya), lu (kamu), telah (sudah), bantuin dong (tolong dibantu), & sebagainya menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia, lebih-lebih di lingkungan remaja perkotaan. Hal tersebut mengenai erat bersama dengan proses urbanisasi yang menjadikan ibukota sebagai obyek utama kaum urban.

2. Sistem Kesenian
Hubungan yang berhubungan antarkebudayaan lokal mampu terlihat terhadap unsur kesenian. Jalinan pertalian sosial antar suku bangsa, biasa berlangsung lewat kesibukan ekspansi, migrasi maupun perdagangan. Misalnya; pertumbuhan seni pertunjukan wayang, tidak cuma terbatas di lingkungan penduduk Jawa saja, melainkan mampu dijumpai terhadap penduduk Sunda & Bali kendati tidak sama jenisnya. Demikian halnya bersama dengan tari topeng. Perkembangan tari topeng mampu dijumpai di dalam kebudayaan penduduk Betawi, Sunda, Jawa Tengah, Jawa Timur, & Bali.

3. Sistem Teknologi
Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa sekaligus menandai proses pergantian kebudayaan lokal. Pola kehidupan penduduk yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan penduduk yang tingkat peradabannya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun pertalian perdagangan, telah berlangsung saling mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misalnya; kehidupan suku terasing yang hidup di pedalaman kelanjutannya akan mampu menyesuaikan bersama dengan pola kehidupan penduduk luar yang lebih modern, sehabis mereka membuka diri menjalin pertalian sosial bersama dengan penduduk luar. Di bidang teknologi, penyesuaian tersebut mampu berupa; alat tempat tinggal tangga & pakaian.

Demikianlah ulasan tentang Hubungan Antar Budaya Lokal di Indonesia, yang terhadap peluang ini mampu dibahas disini. Semoga ulasan di atas bermanfaat, peranan menaikkan wawasan anda para pengunjung ataupun pembaca. Cukup sekian & hingga jumpa!

 


Sumber: https://bugscode.id/asus-perkenalkan-laptop-untuk-pebisnis-dan-profesional/

Penyalahgunaan teknologi

Penyalahgunaan teknologi

Penyalahgunaan teknologi

Penyalahgunaan teknologi

Kemajuan tehnologi telah memperkenalkan internet

kepada mahasiswa. Di dalam internet inilah mahasiswa mendapatkan kemudahan untuk memperoleh referensi. Seorang mahasiswa yang hendak mencari referensi tinggal mengetik ”kata kunci” dan beberapa saat kemudian referensi – referensi yang di inginkan muncul dalam layar monitor.

Kemudahan – kemudahan dalam mengakses internet inipun tidak jarang disalahgunakan oleh mahasiswa. Tanpa berpikir panjang, mahasiswa melakukan copy – paste tanpa mencantumkan sumber copy-an dari referensi tersebut. Bahkan tidak jarang mahasiswa mengumpilkan tugas dari hasil copy –paste tanpa adanya pengeditan terlebih dahulu.

Masyarakat, khususnya mahasiswa, hendaknya menyadari bahwa kebiasaan Copy Paste pekerjaan orang lain justru akan merugikan diri sendiri dan orang yang mempunyai karya itu. Disadari atau tidak, tindakan ini akan membuat pikiran mahasiswa terbelenggu oleh pekerjaan orang tersebut. Kebebasan berpikir dan mengeluarkan ide – ide terasa semakin sulit. Selain itu tidak ada lagi penghargaan terhadap karya orisinil karena lunturnya moral mahasiswa. Hasil karya yang monoton akan semakin banyak dijumpai dan sulit untuk menemukan karya yang lebih baik bila praktik plagiarisme masih terus berlanjut.


Sumber: https://menitpertama.id/mencoba-kamera-ganda-xiaomi-mi-a1/

Sodium ( Natrium )

Sodium ( Natrium )Sodium ( Natrium )

Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni.
Seperti logam alkali lainnya, natrium adalah unsur reaktif yang lunak, ringan, dan putih keperakan, yang tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam. Natrium mengapung di air, menguraikannya menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida. Jika digerus menjadi bubuk, natrium akan meledak dalam air secara spontan. Namun, biasanya ia tidak meledak di udara bersuhu di bawah 388 K.
Efek buruk tingginya konsentrasi Na di tanah terhadap pertumbuhan tanaman dapat dibedakan atas 3 kelompok:
a.    terhambatnya serapan air karena rendahnya potensi osmotik (Lea-Cox dan Syverstsen 1993)
b.    terganggunya metabolisme disebabkan tingginya konsentrasi Na pada jaringan tanaman (Cramer et al 1990)
c.    terhambatnya absorpsi kation lainnya (Cachorro et al 1994). Menurut toleransinya terhadap salinitas, tanaman dibedakan atas halophytic dan glycophytic. Halophytic adalah tanaman yang toleran terhadap tingginya salinitas karena kemampuannya menyerap air dengan mempertahankan potensi osmotik yang tinggi melalui akumulasi ion-ion anorganik (Bradley dan Morris 1991), sebaliknya tanaman yang tergolong glycophytic sensitif terhadap salinitas yang tinggi.
Sodium dikenal sebagai unsur tambahan yang menguntungkan dan untuk beberapa jenis tanaman ia dapat menggantikan sebagian fungsi Kalium (Marschner 1995). Menurut Wild dan Jones (1996) pengaruh Natrium akan sangat besar bila pasokan Kalium bagi tanaman tidak mencukupi. Lebih lanjut dikatakan Mills dan Jones (1996) bahwa unsur ini dapat mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh kekurangan Kalium tapi tidak dapat menggantikan fungsi Kalium sepenuhnya.

3.    Sulfate ( Sulfat )

Asam sulfatH2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak.
Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Walaupun demikian, asam sulfat merupakan komponen utama hujan asam, yang terjadi karena oksidasi sulfur dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidasi asam sulfit). Sulfur dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang). Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida, yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun.

H2SO4 anhidrat adalah cairan yang sangat polar. Walaupun asam ini memiliki viskositas yang cukup tinggi, konduktivitas efektif ion H3SO4+ dan HSO4 tinggi dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra molekul, menjadikan asam sulfat sebagai konduktor yang baik. Ia juga merupakan pelarut yang baik untuk banyak reaksi.Sumber :

https://lakonlokal.id/medsos-sudah-seperti-dunia-nyata-harus-ada-aturan/

Ciri-ciri Hutan Mangrove

Ciri-ciri Hutan Mangrove

Ciri-ciri Hutan Mangrove

Hutan mangrove memiliki ciri-ciri fisik

yang unik di banding tanaman lain. Hutan mangrove mempunyai tajuk yang rata dan rapat serta memiliki jenis pohon yang selalu berdaun. Keadaan lingkungan di mana hutan mangrove tumbuh, mempunyai faktor-faktor yang ekstrim seperti salinitas air tanah dan tanahnya tergenang air terus menerus. Meskipun mangrove toleran terhadap tanah bergaram (halophytes), namun mangrove lebih bersifat facultative daripada bersifat obligative karena dapat tumbuh dengan baik di air tawar.

Hal ini terlihat pada jenis Bruguiera sexangula, Bruguiera gymnorrhiza, dan Sonneratia caseolaris yang tumbuh, berbuah dan berkecambah di Kebun Raya Bogor dan hadirnya mangrove di sepanjang tepian sungai Kapuas, sampai ke pedalaman sejauh lebih 200 km, di Kalimantan Barat. Mangrove juga berbeda dari hutan darat, dalam hal ini jenis-jenis mangrove tertentu tumbuh menggerombol di tempat yang sangat luas. Disamping Rhizophora spp., jenis penyusun utama mangrove lainnya dapat tumbuh secara “coppice”. Asosiasi hutan mangrove selain terdiri dari sejumlah jenis yang toleran terhadap air asin dan lingkungan lumpur, bahkan juga dapat berasosiasi dengan hutan air payau di bagian hulunya yang hampir seluruhnya terdiri atas tegakan nipah Nypa fruticans.

Ciri-ciri ekosistem mangrove terpenting dari penampakan hutan mangrove, terlepas dari habitatnya yang unik, adalah :

  • memiliki jenis pohon yang relatif sedikit;
  • memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau Rhizophora spp., serta akar yang mencuat vertikal seperti pensil pada pidada Sonneratia spp. dan pada api-api Avicennia spp.;
  • memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau dapat berkecambah di pohonnya, khususnya pada Rhizophora;
  • memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.

Sedangkan tempat hidup hutan mangrove merupakan habitat yang unik dan memiliki ciri-ciri khusus ekosistem mangrove, diantaranya adalah :

  • tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama;
  • tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat;
  • daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat;
  • airnya berkadar garam (bersalinitas) payau hingga asin.

Baca Juga :

Pengertian Hutan Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove

Hutan Mangrove berasal dari

kata mangue/mangal (Portugish) dan grove (English). Hutan mangrove dikenal juga dengan istilah tidal forest, coastal woodland, vloedbosschen, atau juga hutan bakau. Hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai tipe ekosistem hutan yang tumbuh di daerah batas pasang-surutnya air, tepatnya daerah pantai dan sekitar muara sungai. Tumbuhan tersebut tergenang di saat kondisi air pasang dan bebas dari genangan di saat kondisi air surut. Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi mayoritas pesisir pantai di daerah tropis & sub tropis yang didominasi oleh tumbuhan mangrove pada daerah pasang surut pantai berlumpur khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik.

Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut dan tergolong dalam ekosistem peralihan atau dengan kata lain berada di tempat perpaduan antara habitat pantai dan habitat darat yang keduanya bersatu di tumbuhan tersebut. Hutan mangrove juga berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.

Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Pada hutan mangrove: tanah, air, flora dan fauna hidup saling memberi dan menerima serta menciptakan suatu siklus ekosistem tersendiri. Hutan mangrove memberikan masukan unsur hara terhadap ekosistem air, menyediakan tempat berlindung dan tempat asuhan bagi anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan lain-lain. Sumber makanan utama bagi organisme air di daerah mangrove adalah dalam bentuk partikel bahan organik (detritus) yang dihasilkan dari dekomposisi serasah mangrove (seperti daun, ranting dan bunga).

Hutan mangrove sangat berbeda dengan tumbuhan lain di hutan pedalaman tropis dan subtropis, ia dapat dikatakan merupakan suatu hutan di pinggir laut dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Akarnya, yang selalu tergenang oleh air, dapat bertoleransi terhadap kondisi alam yang ekstreem seperti tingginya salinitas dan garam. Hal ini membuatnya sangat unik dan menjadi suatu habitat atau ekosistem yang tidak ada duanya.

Dari sekian banyak jenis mangrove di Indonesia, jenis mangrove yang banyak ditemukan antara lain adalah jenis api-api (Avicennia sp), bakau (Rhizophora sp), tancang (Bruguiera sp), dan bogem atau pedada (Sonneratia sp), merupakan tumbuhan mangrove utama yang banyak dijumpai. Jenis-jenis mangrove tersebut adalah kelompok mangrove yang menangkap, menahan endapan dan menstabilkan tanah habitatnya. Fauna mangrove hampir mewakili semua phylum, meliputi protozoa sederhana sampai burung, reptilia dan mamalia.  Secara garis besar fauna mangrove dapat dibedakan atas fauna darat (terrestrial), fauna air tawar dan fauna laut.  Fauna darat, misalnya kera ekor panjang (Macaca spp.), Biawak (Varanus salvator), berbagai jenis burung, dan lain-lain.  Sedangkan fauna laut didominasi oleh Mollusca dan Crustaceae.  Golongan Mollusca umunya didominasi oleh Gastropoda, sedangkan golongan Crustaceae didominasi oleh Bracyura.


Sumber: https://deevalemon.co.id/huawei-dorong-mahasiswa-surabaya-kembangkan-smart-city/

Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.

  1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam

  • Letusan Gunung Api; menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan.
  • Gempa Bumi; makin besar kekuatan gempa kerusakan yang ditimbulkannya semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan lain-lain. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
  • Banjir; merupakan gejala alam murni jika kondisi alam memang mempengaruhinya, misalnya hujan terus menerus terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai.
  • Tanah Longsor; dapat terjadi akibat proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng curam.
  • Kemarau Panjang; penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan banyak kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk.
  • Badai atau Angin Topan ; Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
  1. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
  2. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu :

  1. Pencemaran Udara; ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara, antara lain: Terganggunya kesehatan manusia, misalnya batuk, bronkhitis, emfisema, dan penyakit pernapasan lainnya, rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat, terganggunya pertumbuhan tanaman, misalnya menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi gas SO2 yang tinggi di udara, adanya peristiwa efek rumah kaca yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub dan terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.
  2. Pencemaran Tanah; disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.
  3. Pencemaran Air; terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain : Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen, Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi), Pendangkalan dasar perairan, Punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air, Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah, dan menjalarnya wabah muntaber.
  4. Pencemaran Suara; menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, mesin kereta api, mesin jet pesawat, dan instrumen musik.
  5. Degradasi Lahan

Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak peduli dengan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan seperti:

  • Lahan kritis. Terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.
  • Kerusakan ekosistem laut. Terjadi karena eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang bahkan punah.
  • Kerusakan hutan. Terjadi umumnya karena ulah manusia seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkannya misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya tanah longsor dan banjir.

Sumber: https://etrading.co.id/pesatnya-teknologi-harus-diimbangi-keamanan-siber/

Strategi Memasuki Pasar Internasional

Strategi Memasuki Pasar InternasionalStrategi Memasuki Pasar Internasional

Faktor dan kondisi yang berbeda memengaruhi pemilihan strategi memasuki pasar internasioanl. Ada empat aliran pemikiran (schools of thought) dominan berkenaan dengan pemilihan strategi masuk, yaitu: (Chandra, 2004:152-154).

  1. Keterlibatan inkremental terhadap (Gradual Incremental involvement), yang menghubungkan antara komitmen sumber daya di pasar sasaran dengan risiko dalam pasar bersangkutan dan pengalaman internasional yang dimiliki perusahaan. Oleh sebab itu, semakin besar risiko di pasar sasaran , maka pilihan akan jatuh pada strategi masuk yang lebih kecil komitmen sumber dayanya. Selain itu semakin besar pengalaman organisasi, maka semakin besar pula kemungkinan digunakannya strategi masuk yang menuntut komitmen sumber daya besar.
  2. Analisis biaya transaksi (Transaction Cost Analysis) memandang keputusan pemilihan strategi masuk sebagai suatu transaksi. Oleh sebab itu, semua biaya berkaitan dengan aspek rantai nilai dari produksi hingga konsumsi akan dipertimbangkan dengan cermat. Asumsi dasar dalam aliran pemikiran ini adalah bahwa perusahaan akan melakukan sendiri aktivitas-aktivitas yang mampu dilakukan dengan biya lebih rendah, namun akan melakukan subkontrak kepada pihak eksternal apabila pihak tersebut memiliki keunggulan biaya.
  3. Eclectic Theory (Location- Specific Factors atau Contingency Theory) berpandangan bahwa faktor-faktor industri, perusahaan, dan negara spesifik mempengaruhi keputusan pemlihan strategi masuk tergantung pada posisi ownership advantage, internationalization advantage dan location advantage.
  4. Agency Theory berpandangan bahwa principal (pendatang baru) sangat termotivasi untuk mengumpulkan data mengenai para agennya di pasar sasaran. Aliran ini menggunakan metafora kontrak untuk menggambarkan hubungan di mana salah satu pihak mendelegasikan pekerjaan kepada pihak lain.

Sumber :

https://youtubers.id/tembus-200-juta-unduhan-super-mario-run-tidak-menguntungkan/

 

Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta adalah sistem pertahanan negara yang dianut oleh Indonesia. Sesuai Undang-Undang RI No 34 Tahun 2004, Hankamrata adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, berkesinambungan dan berkelanjutan untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman.

Sistem pertahanan dan keamanan yang bersifat semesta merupakan pilihan yang paling tepat bagi pertahanan Indonesia yang diselenggarakan dengan keyakinan pada kekuatan sendiri serta berdasarkan atas hak dan kewajiban warga negara dalam usaha pertahanan negara. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat kemajuan yang cukup tinggi nantinya, model tersebut tetap menjadi pilihan strategis untuk dikembangkan, dengan menempatkan warga negara sebagai subjek pertahanan negara sesuai dengan perannya masing-masing.

Ø  Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta bercirikan:

Sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang dikembangkan bangsa Indonesia merupakan sebuah sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Posisi wilayah Indonesia yang berada di posisi silang (diapit oleh dua benua dan dua samudera) di satu sisi memberikan keuntungan, tapi di sisi yang lain memberikan ancaman keamanan yang besar baik berupa ancaman milter dari negara lain maupun kejahatan-kejahatan internasional. Selain itu, kondisi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, tentu saja memerlukan sistem pertahanan dan kemanan yang kokoh untuk menghindari ancaman perpecahan. Dengan kondisi seperti itu, maka dapat disimpulkan bahwa sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta merupakan sistem yang terbaik bagi bangsa Indonesia.


Baca Juga :