Category Archive : Kesehatan

Teknik Pengambilan sampel kluster berstrata (srtatified cluster)

       Cara menyeleksi sampel dengan cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling. Keuntungannya adalah mengurangi keanekaragaman sampling cluster sederhana. Kelemahannya adalah karakteristik-karakteristik kluster bisa berubah sehingga keuntungannya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitian berikutnya.

  1. Repetisi: Multiple atau Sequensial (berurutan

       Dua sampel atau lebih dari kluster di atas (F) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sampel yang lebih dahulu untuk merancang sampel-sampel berikutnya. Keuntungan menggunakan teknik ini adalah memberikan estimasi karakteristik populasi yang memfasilitasi perncangan yang efisien untuk sampel berikutnya. Kelemahan teknik ini adalah penghitungan dan analisis akan dilakukan berulang-ulang. Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sampel yang kecil dapat mencerminkan populasinya.

  1. Desain non probabilitas.
  2. Penilaian (judgement)

Memilih sampel dari sesuatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan. Keuntungannya adalah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banyak kemiripan. Kerugiannya adalah memunculkan keanekaragaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sampel yang ndipilihnya.

  1. Kesesuaian (Convenience)

Memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya adalah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya adalah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan variabel-variabel yang tidak diketahui.

  1. Teknik bola salju.

Memilih unit-unit yang mempunyai karakteristik langka dan unit-unit tambahan yang ditujukan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya adalah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya adalah perwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sampel yang sudah dipilih.

Cara menentukan ukuran sampel

       Salah satu cara untuk menentukan ukuran sampel dengan cara melihat tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10% sebagai berikut:

Tabel Ketentuan Jumlah Sampel dengan Jumlah Populasi Tertentu dengan Tingkat Kesalahan 1%, 5% dan 10%.

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/nokia-8-resmi-dirilis-ini-spesifikasinya/

Pendekatan Pendapatan ( Income approach )

Dalam perhitungan pendapatan nasional denganmenggunakan pendekatan pendapatan (income approach) adalah dengan cara menjumlahkan semua pendapatan yang di peroleh dari semua pelaku ekonomi dalam suatu negara pada waktu periode tertentu. Pendapatan tersebut berupa pendapatan sewa,bunga,upah,keuntungan dan sebagainya. Angka dari pendeketan tersebut adalah menunjukan besarnya pendapatan Nasional (National Income/NI).

Rumus Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

R    =  rent       = sewa
W   =  wage    = upah/gaji
I      = interest = bunga modal
P    =  profit     = laba

Contuh ; model perhitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut :

  1. Kopensasi kepada pegawai…………………….       400
  2. Bunga dan sewa………………………………….       500
  3. Laba perusahaan (swasta)……………………..       500
  4. Pendapatan kekayaan…………………………..       600

Jumlah …………………………………………….     2.000

Jadi jumlah pendapatan yang diperoleh adalah menunjukan besarnya pendapatan nasional (NI) yaitu sebesar 2.000

3)   Pendeketan Pengeluaran (expenditure approach)

Dalam perhitungan pendapatan nasinal, dengan menggunakan metode pengeluaran (expenditure) tersebut, yaitu dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran sektor ekonomi antara lain sektor rumah tangga, sektor perusahaan (swasta), sektor pemerintah, dan sektor luar negeri dari pada suatu negara pada periode tertentu.

Angka yang diperoleh dari perhitungan pendekatan tersebut menunjukan besarnya produksi nasional Bruto (Gross National Product/GNP).

           Konsumsi (consumption) terdiri dari barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Konsumsi dibagi menjadi tiga subkelompok :

  • Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang yang habis dipakai dalam waktu pendek, misalnya : makanan dan pakaian.
  • Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang yang memiliki usia panjang, misalnya : mobil, dan TV.
  • Jasa (services) meliputi pekerjaanyang di lakukan untuk konsumen oleh individu dan perusahaan, seperti potong rambut dan berobat di kantor.

Investasi(investment) terdiri dari barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa depan. Investasi juga dibagi menjadi tiga sub kelompok:

  • Investasi tetap bisnis adalah pembelian pabrik dan peralatan baru oleh perusahaan.
  • Investasi residencial adalah pembelian rumah baru oleh rumah tangga dan tuan tanah.
  • Investasi persediaan adalah peningkatan dalam persediaan barang perusahaan (jika persediaan menurun, investasi negatif).

Pembelian pemerintah (goverments purchases) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat, negara bagian, dan daerah. Kelompok ini meliputi peralatan militer, jalan layang, dan jasa yang diberikan pegawai pemerintah. Ini tidak termasuk pembayaran transfer pada individu, seperti jaminan sosial dan kesejahteraan. Karena merealokasi pendapatan yang ada dan tidak memerlukan pertukaran barang serta jasa, maka pembayaran transfer bukan bagian dari GDP.

            Ekspor netto (net exports), memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. Ekspor netto adalah nilai barang dan jasa yang diekspor kenegara lain dikurang nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. Ekspor netto bernilai positif ketika nilai ekspor lebih besar dari nilai impor dan negatif ketika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor. Ekspor netto menunjukan pengeluaran netto dari luar negeri atas barang dan jasa, yang memberikan pendapatan bagi produsen domestik.

Recent Posts

Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

           Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan, pbb, pajak kendaraan bermotor, dll

Rumusan untuk menghitung DI adalah :  DI = PI – Pajak Langsung

           Tabungan (saving) yang disimpan di lembaga keuangan resmi (Bank) akan dapat menambah pendapatan nasional karena, saving ini akan dimanfaatkan untuk investasi, lewat investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat.

Jika penjelasan tentang pendapatan nasional, maka dapat di uraikan sebagai berikut :

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

GDP                                                           Rp. 100.000,00

 Pendapatan Neto dari LN                             Rp.   10.000,00  –

GNP                                                           Rp.   90.000,00

 Depresiasi/Penyusutan                                 Rp.     5.000,00  –

NNP                                                           Rp.   85.000,00

Pajak tidak langsung                                      Rp.     3.000,00  –

NNI                                                               Rp.   82.000,00

  • Laba ditahan   Rp.  7.500
  • PPh Persh.      Rp.  2.500
  • Iuran Sosial     Rp.  1.000  +

    Rp.    11.000,00 –

PI                                                                      Rp.    71.000,00

Pajak Langsung                                                   Rp.      5.000,00 –

 DI                                                                     Rp.   66.000,00

 Konsumsi                                                           Rp.   47.000,00 –

 Tabungan (saving)                                             Rp.   19.000,00

Dalam hal ini pajak dapat di bagi menjadi dua yaitu :

  1. Pajak langsung adalah jenis pajak yang langsung dipungut dari wajib pajak dan tidak dapat dialihkan pada pihak lain, misalnya pajak pendapatan.
  2. Pajak tidak langsung adalah jenis pajak yang dipungut dari wajib pajak biasanya dapat dialihkan kepada pihak lain, misalnya ; pajak pertambahan nilai (PPH), pajak penjualan barang mewah dan sebagainya.

2.4.  Menghitung pendapatan nasional

Untuk mempermudah perhitungan pendapatan nasional terdapat tiga pendekatan (approach) yang dapat di gunakan, yaitu ;

1) Pendekatan produksi (production approach)

Dalam menghitung atau mengatur pendapatan nasional menggunakan pendekatan tersebut, harus berdasarkan atas jumlah nilai dari hasil produksi yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu masyarakat atau negara pada periode waktu tertentu.

Dengan menggunakan pendekatan produksi dimungkinkan terjadinya perhitungan ganda (double counting). Untuk itu dipakai dua cara yaitu :

  • Menghitung nilai akhir produksi
  • Menghitung nilai tamba produksi

 

Sumber :

https://bogorchannel.co.id/toshiba-jual-bisnis-semikonduktor-ke-bain-capital/

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

           Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

Jika kita menghitung dari GNP dapat kita rumuskan: NNI = GNP – Depresiasi – Pajak tidak langsung

Contoh:

Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.007.191,1 milliar rupiah, sedangkan depresiasi/penyusutan sebesar 104.337,9 milliar dan pajak tidak langsung dikurangi subsidi sebesar 85.272,2 milliar maka:

NNI        =  2.007.191,1  − 104.337,9  − 85.272,2

               =  1.817.519 milliar

  1. Pendapatan Perseorangan (PI)

           Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang/veteran, penyandang cacat, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

Rumusan untuk menghitung PI adalah : PI = NNI – (Laba ditahan + pajak perseorangan + iuran jaminan sosial + transfer payment)

 

Sumber :

https://wisatalembang.co.id/xiaomi-berencana-tambah-layanan-purnajual/

Alamat Jaringan Internet

Untuk menjalankan paket-paket melalui jaringan, setiap komputer yang menangani paket data harus memiliki satu alamat yang unik. Ketika menjalankan paket-paket di Internet maka akan dipergunakan alamat IP. Alamat IP adalah empat bagian kumpulan angka (yang masing-masing antara 0 hingga 225), yang dipisahkan oleh titik. Bagian-bagian tersebut akan menunjukkan jaringan, host, subjaringan, dan komputer yang sedang dituju.

Kebanyakan pengguna di dalam sebuah perusahaan terhubung ke jaringan melalui alamat yang diberikan secara permanen. Pengguna di rumah biasanya mengakses jaringan dengan menggunakan penyedia layanan Internet atau Internet Service Provider (ISP). Pengguna terhubung ke ISP dengan menggunakan sisten telepon publik atau melalui modem kabel atau DSL. Hal lain yang perlu dilakukan adalah secara sementara memberikan alamat Internet kepada pengguna rumahan sehingga komunikasi dari jaringan akan mencapai pengguna yang benar. Alamat tersebut adalah salah satu dari banyak alamat yang dimiliki oleh ISP, dan pengguna rumahan hanya perlu menggunakan alamat IP tersebut selama koneksi Internet tetap terjaga.

Recent Posts

Jaringan Pribadi Maya (Virtual Private Networks)

Untuk dapat menikmati keamanan dan kecepatan saluran pribadi namun tetap dapat mempergunakan jaringan Internet yang berbiaya rendah dapat memilih VPN sebagai pilihannya atau jaringan pribadi maya (virtual private networks – VPN). Untuk  mengimplementasikan VPN, organisasi perlu mengadakan kontrak dengan penyediaan layana Internet  yang menggunakan perantik lunak tunneling.

Peranti lunak tunneling sebenarnya hanya menciptakan seperangkat lokasi-lokasi perantara peralatan telepon yang akan menyelenggarakan transfer komunikasi data tertentu. Tunneling secara konsep serupa dengan membuat satu sirkuit pribadi bagi beberapa milidetik waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data.

Privasi tetap dijaga karena tunnel tersebut tidak dibuat kecuali jika komputer pengirim dan penerima saling mengonfirmasikan kebenaran masing-masing.

2.4.4 Komunikasi – Jaringan

International organization for standarization (WWW.ISO.ORG) didirikan pada tahun 1946. Organisasi ini menciptakan arsitektur standar Interkoneksi Sistem Terbuka (Open Sistem Interconnection – OSI) bagi koneksi-koneksi jaringan. OSI terdiri atas sebiah model tujuh lapisan. Tingkatan-tingkatannya dirinci sehingga fungsi yang tepat dari masing-masing lapisan komunikasi dapat didefinisikan dengan jelas.

2.4.5 Protokol untuk Komunikasi Komputer

Komputer pada awalnya tidak dirancang untuk berbagi data dengan komputer lain, dan hanya dengan terminal-terminal. Terminal adalah suatu alat yang tidak memiliki ruang penyimpanan atau prosesor. Terminal hanya menyediakan alat memasukan  dan menampilkan data bagi komputer. IBM menyadari keterbatasan komunikasi ini sebagai suatu masalah sehingga IBM dan perusahaan-perusahaan lain mulai mengembangkan protokol komunikasi.

IMB menciptakan System Network Architecture (SNA) sebagai salah

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/

Koneksi Publik

Modem telepon menghubungkan sekitar setengah komputer rumah ke Internet pada kecepatan 56 Kbps (56.000 bit per detik). Protokol-protokol jaringan Layanan Digital Terintegrasi (Integrated Services Digital Network – ISDN) dan Saluran Berlangganan Digital (Digital Subcriber Line – DSL) menjadi standar untuk mengirim data pada kecepatan 1,5 hingga 32 Mbps (32 juta bit per detik) melalui saluran telepon standar.

Komunikasi data digital, yang berbeda dari komunikasi suara, menggunakan paket. Paket (packet) adalah satu bagian dari data total yang akan dikomunikasikan, digabungkan dengan alamat komputer yang dituju, alamat komputer pengirim, dan informasi pengendalian lainnya.

Modem kabel sebenarnya tersambung ke Internet melalui kabel coaxial yang umumnya digunakan untuk menerima siaran televise kabel. Modem kabel biasanya mencapai kecepatan 2 Mbps. Akan tetapi, kecepatan yang sebenarnya terkadang hanya mampu mencapai 512 Kbps saja. Kecepatan transmisi ini tidak hanya tergantung pada kemampuan teknis modem kabel, tapi juga pada batasan kecepatan yang ingin dikenakan oleh perusahaan kabel.

2.4.2 Saluran Pribadi

Saluran pribadi (private line) adalah suatu sirkuit yang selalu terbuka untuk lalu lintas komunikasi Anda. Istilah-istilah saluran sewaan (leased line) dan saluran khusus (dedicted line) juga dipergunakan. Saluran pribadi yang ditujukan untuk Anda gunakan disediakan oleh penyedia layanan yang umum, yaitu perusahaan telepon. Perusahaan anda membayar biaya tetap bulanan atas penggunaan saluran, oleh karena itu, semakin banyak penggunaan yang diterima oleh saluran, maka semakin kecil biaya per unit datanya.

Terdapat dua jenis saluran pribadi yang populer, yaitu saluran T-1 dan T-3. Saluran T-1 kadang-kadang disebut kanal T-1, memiliki kecepatan transmisi maksimum sedikit di atas 1,5 Mbps. Saluran T-3 dapat mentransfer data pada kecepatan 43 Mbps. Saluran T-1 dan T-3 sebenarnya merupakan kumpulan dari koneksi 64 Kbps di antara dua peralatan komunikasi telepon. Karena keduanya merupakan kumpulan dari koneksi 64 Kbps, sluran T-1 dan T-3 dapat dikomplekskan. Jadi, mereka dapat dipecah menjadi jalur-jalur komunikasi yang terpisah.

 

Sumber :

https://rianablog.com/di-sydney-antrean-iphone-8-hanya-30-orang/

Tahap Pertumbuhan

Pada tahap pertumbuhan ini ditandai dengan penjualan meningkat disertai munculnya pesaing. Pada awalnya terjadi pertumbuhan yang cepat, strategi yang diterapkan adalah tetap mempertahankan harga produk/pasar. Ketika pertumbuhan melambat, terapkan strategi harga agresif ; menurunkan harga untuk mendorong penjualan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat.

  1. Tahap Kematangan

Pada tahap kematangan, fleksibilitas harga merupakan kunci efektivitas strategi penetapan harga. Pada tahapan ini perusahaan harus benar-benar responsif terhadap situasi pasar, konsumen maupun pesaing. Strategi penetapan harga dapat menggunakan ‘psikologis konsumen’ maupun ‘pemotongan harga’ (diskon), sehingga perusahaan dapat menjaga loyalitas konsumen (pangsa pasar) dan meningkatkan jumlah permintaan dan keuntungan yang diperoleh.

  1. Tahap Penurunan

Tahap penurunan produk atau jasa ditandai dengan menurunnya jumlah permintaan secara terus-menerus, sebagai tahap terakhir daur hidup produk terdapat dua alternatif langkah utama yang dapat dipilih. Pertama, strategi diskonting (pemotongan harga) Kedua, mempertahankan harga tetapi memotong biaya-biaya yang berhubungan dengan produk, terutama pengeluaran untuk promosi.

Recent Posts

STRATEGI PENETAPAN HARGA

Strategi penetapan harga adalah tahapan dimana perusahaan mengklasifikasikan dan menggolongkan produk atau jasa yang dihasilkannya merupakan ‘produk baru’ yang belum memiliki konsumen loyal/tetap atau ‘produk yang telah beredar’ yang telah memiliki pangsa pasar tersendiri.

Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus kehidupan produk (Product Life Cycledimana suatu produk memiliki empat tahapan utama yakni, Perkenalan, Pertumbuhan, Kematangan dan Penurunan.

Secara khusus strategi penetapan harga ini terdiri dari ;

Produk Baru

Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk baru atau tahap perkenalan ini terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu

  1. Harga Mengapung (Skimming Price)

Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan labamaksimum (perusahaan dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan produk sejenis yang lain.)

Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk menjadi sangat prestisius.

  1. Harga Penetrasi        

Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan, strategi ini dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga.

Produk Yang Telah Beredar

Strategi penetapan harga untuk produk yang telah beredar ini tentunya tidak terlepas dari posisi produk atau jasa tersebut dari siklus kehidupan produk, dalam hal ini tahapan siklusnya

berada pada 3 (tiga) tingkatan berikutnya setelah perkenalan yakni;

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/astronom-temukan-es-di-mars/

  Metode Penetapan Harga dan penyesuaian terhadap harga

Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Secara umum metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;

  1. Penetapan harga berdasarkan biaya
  2. a) Penetapan Harga Biaya Plus

Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut ( margin )

Rumus ; Biaya Total + Margin = Harga Jual

b)Penetapan Harga Mark-Up

Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu

Rumus ;  Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual

c)Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )

Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.

Rumus ; BEP => Total Biaya = Total Penerimaan

2.Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor

Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.

  1. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan

Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan. Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.

Sumber :

https://namabayi.co.id/iphone-x-kantongi-sertifikasi-fcc/