Category Archive : Kesehatan

 Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi

 Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi Tahap-Tahap Dalam Pemilihan Lokasi

l  Tahap pertama: melihat kemungkinan daerah-daerah mana yang dapat ditentukan sebagai daerah-daerah alternative.

l  Tahap kedua: melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri dalam menentukan lokasi pabrik

l  Tahap ketiga: mempertimbangkan dan menilai masyarakat-masyarakat dari daerah-daerah yang pada tahap kedua telah dipilih untuk lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan.[7]

Berikut contoh cara menentukan dan memilih lokasi suatu usaha bisnis, untuk memudahkannya harus diberi “scoring” atau nilai dengan angka 1-10. Makin kecil nilai “scoring” berarti makin jelek kondisinya dan sebaliknya bila makin tinggi, berarti makin baik kondisinya.

KESIMPULAN

Tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menetukan lokasi suatu perusahaan atau tempat usaha sebaik mungkin agar dapat beroperasi atau menjalankan proses produksi dengan lancar, biaya operasi yang rendah, kemampuan bersaing perusahaan dan memungkinkan perluasan dimasa yang akan datang. faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan dalam perusahaan lokasi perusahaan adalah sebagai berikut : Lingkungan Masyarakat, kedekatan dengan pasar, tenaga kerja, kedekatan dengan bahan mentah (supplier), fasilitas dan biaya transportaasi, sumber daya (alam) lainnya.

Sedangkan Tekhnik-tekhnik dalam  menentukan lokasi usaha antara lain dengan menggunakan metode kualitatif, Analisis titik impas lokasi, Metode Pusat Gravitasi dan Model Transpotasi. Sedangkan tahap-tahap dalam pemilihan lokasi adalah sebagai berikut : Tahap pertama: melihat kemungkinan daerah-daerah mana yang dapat ditentukan sebagai daerah-daerah alternative. Tahap kedua: melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri dalam menentukan lokasi pabrik. Tahap ketiga: mempertimbangkan dan menilai masyarakat-masyarakat dari daerah-daerah yang pada tahap kedua telah dipilih untuk lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

Metode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-Metode Alternatif LokasiMetode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-metode tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Metode pemeringkat faktor (kualitatif)

Metode pemeringkat faktor adalah sebuah metode penentuan lokasi yang mementingkan adanya objektivitas dalam proses mengenali biaya-biaya yang sulit untuk di evaluasi. Keenam tahapannya adalah :

  1. Mengembangkan daftar-daftar faktor terkait
  2. Menetapkan bobot setiap faktor
  3. Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor
  4. Meminta manajer menentukan skor untuk setiap faktor
  5. Mengalikan faktor tersebut dengan bobot setiap faktor dan menentukan jumlah total
  6. Membuat rekomendasi yang didasarkan padaskor laba maksimal.
  1. Analisis Titik Impas Lokasi

Analisis titik impas lokasi adalah penggunaan analisis biaya volume produksi untuk membuat suatu perbandingan ekonomis diantara alternatif lokasi yang ada.  Ketiga tahapannya adalah :

  1. Tentukan biaya tetap dan variabel untuk tiap lokasi
  2. Pot biaya untuk setiap lokasi
  3. Pilih lokasi yang biaya totalnya lebih rendah.
  4. Metode Pusat Gravitasi

Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya  distribusi. Metode ini memperhitungkan jaraklokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman untuk menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi.

Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah container dikirim.



                              X1 . L1 +  X2 . L2 + . . . . . . . . . + Xn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

Dan,

                              Y1 . L1 +  Y2 . L2 + . . . . . . . . . + Yn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

  1. Model Transpotasi

Tujuan model transportasi adalah menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik pemasok (sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) sedemikian rupa sehingga meminimalkan biaya produksi dan transportasi total. Setiap perusahaan dengan suatu jaringan titik pasokan dan permintaan menghadapi permasalahan yang sama.

Walaupun teknik pemrograman linear dapat digunakan untuk  menyelesaikan jenis masalah ini, algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien telah di kembangkan untuk aplkasi transportasi. Model transportasi memberikan solusi awal yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal dicapai.

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

 

 Fungsi Pasar Valuta Asing

 Fungsi Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional :

a). Mempermudah penukaran valuta

asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem “clearing”. Pasar valuta asing memberikan jasa kliring bagi para pengusaha atau individu. Para turis biasanya menemukan pasar ini di banyak bandar udara., di mana tempat penukaran mata uang asing yang dilengkapi dengan papan petunjuk tingkat nilai tukar yang sedang berlaku.

b). Memungkinkan dilakukannya “hedging”. Seorang pedagang melakukan hedging apabila ia pada saat yang sama melalukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda, untuk menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs. Hedging dapat dilakukan di pasar berjangka (forward market). Sebagai contoh : seorang importir dari Indonesia membeli mobil dari USA seharga US$7,000 dengan pembayaran 4 bulan yang akan datang. Kurs pada saat itu, misalnya US$ 1 = Rp.9.000, sehingga harga mobil tersebut dalam mata uang rupiah adalah Rp.63.000.000. Apabila kurs berubah menjadi US$ 1 = Rp.9.300, maka harga mobil menjadi Rp.65.100.000, dengan demikian importir harus membayar lebih banyak. Untuk menghindari kerugian karena harga mobil yang meningkat, maka importir dapat melakukan hedging di pasar berjangka. Caranya, importir menghubungi bank di Indonesia untuk membeli mobil seharga US$7,000 dengan penyerahan 4 bulan yang akan datang dengan kurs yang disetujui saat itu US$ 1 = Rp.9,000. Kurs tersebut disebut kurs berjangka (forward exchange rate). Perbedaan kurs berjangka dengan kurs spot menggambarkan adanya perbedaan tingkat bunga di Indonesia dan USA.

            Selanjutnya bank di Indonesia yang dihubungi importir akan berusaha membeli US$ pada pasar spot dan kemudian menyimpannya selama 4 bulan di USA. Atas tindakan bank tersebut, ia (bank di Indonesia) akan memperoleh bunga dari bank di USA. Apabila tingkat bunga di USA lebih rendah dari pada di Indonesia, importir harus membayar perbedaannya. Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA lebih tinggi, maka perbedaannya oleh bank tersebut diberikan kepada importir. Misalnya, importir memerlukan US$7,000 untuk 4 bulan dengan kurs spot US$ 1 = Rp.9.000. Jika tingkat bunga simpanan di USA 4 % dan di Indonesia 5 %, maka bank di Indonesia yang menjual US$7,000 forward kepada importir akan meminta Rp.63.000.000 (kurs spot) ditambah dengan 1 % kerugian tingkat bunga karena uang dollar disimpan di USA. Total harga US$7,000 adalah Rp.63.000.000 + Rp.630.000 = Rp.63.630.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 63.630.000/7.000 = Rp.9.090, yakni 1 % discount terhadap kurs spot (US$ = Rp.9.300).

            Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA 4 % dan di Indonesia 3 %, maka harga total US$7,000 forward akan menjadi = Rp.63.000.000 – Rp.630.000 = Rp.62.370.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 62.370.000/7.000 = Rp.8.910, yakni 1 % premium terhadap kurs spot ( US$ 1 = Rp.9.300).

c). Dapat melakukan arbitrage. Ratio antara kurs forward dengan kurs spot menggambarkan perbedaan dalam tingkat bunga. Apabila terdapat perbedaan, tindakan arbitrage (tindakan menjual/membeli valuta asing di negara yang kursnya tinggi/rendah untuk memperoleh keuntungan karena perbedaan kurs di kedua negara akan menghilangkan perbedaan tersebut. Tindakan arbitrage akan cenderung menyamakan kurs valuta asing di berbagai negara. Tindakan arbitrage akan berhenti apabila keuntungan yang diperoleh karena adanya perbedaan tingkat bunga diimbangi dengan kerugian yang sama dari pasar valuta asing jangka (forward market). Hal ini biasa disebur dengan “interest parity”.

 

Sumber :

https://promo-honda.id/indonesia-paling-agresif-dalam-aplikasi-mobile/

 Kebijakan mempercepat pembangunan

 Kebijakan mempercepat pembangunan

Semenjak akhir perang dunia kedua, seperti sudah dinyatakan, berbagai Negara membangun telah berusaha untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi agar taraf kemakmuran masyarakatnya dapat ditingkatkan. Beberapa Negara telah mencapai pembangunan dan perkembangan kemakmuran yang cukup besar. Walau bagaimanapun terdapat juga Negara-negara yang belum mampu memperkembangkan ekonominya. Kestabilan politik dan ekonomi merupakan syarat paling penting yang perlu dipenuhi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Disamping itu, kebijakan pembangunan pemerintah dan pendekatan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan sumber-sumber yang tersedia, sangat penting peranannya di dalam usaha untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Berdasarkan kepada pengalaman pembangunan di berbagai Negara, analisis berikut menguraikan kebijakan-kebijakan yang selalu dijalankan untuk mempercepat pertumbuhan dan pemangunan ekonomi.

  1. Kebijakan Diversifasi kegiatan ekonomi

Kebijakan Diversifikasi adalah kebijakan pemerintah untuk membangun perekonomian dengan cara mengembangkan kegiatan ekonomi di sektor yang baru dan lebih modern seperti sektor pertambangan dan industri pengolahan, dan mengembangkan penanaman komoditi ekspor seperti kelapa sawit dan karet.

Negara berkembang yang miskin dan rendah pendapatan per kapitanya biasanya merupakan Negara pertanian tradisional yang sangat rendah tersebut. Dengan demikian, untuk memajukan ekonominya, Negara berkembang perlu melakukan pembaruan dalam corak kegiatan ekonomi masyarakat.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodernkan kegiatan ekonomi yang ada. Untuk mencapai tujuan ini, dalam kegiatan pertanian yang tradisional perlulah usaha-usaha dilakukan untuk membuat pembaruan agar produktivitas semakin meningkat. Memperkenalkan input yang lebih modern seperti menyediakan bibit yang tinggi produktivitasnya, memperkenalkan input modern yang lain dan memperkenalkan cara penanaman dan pemeliharaan tanaman yang lebih baik, perlu dilakukan.

Langka yang lebih penting adalah mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat transformasi kegiatan ekonomi dari yang bersifat tradisional kepada kegiatan ekonomi yang modern. Didalam persoalan ini langkah yang penting adalah mendorong perkembangan sector manufaktor. Ekonomi yang semakin maju akan memerlukan berbagai jenis barang industry. Perkembangan ekonomi juga akan memerlukan barang konsumsi yang lebih banyak yang biasanya dihasilkan oleh sector industry. Seterusnya sector ini dapat didorong untuk mengekspor produksinya ke Negara lain. Dalam era globalisasi kegiatan mengekspor barang indnustri akan menjadi bertambah penting.

Sumber :

https://icbbumiputera.co.id/ini-tiga-fitur-utama-miui-9/

  Peranan tenaga terampil dan berpendidikan

  Peranan tenaga terampil dan berpendidikan

tersedianya modal saja tidak cukup untuk memodernkan suatu perekonomian. Pelaksanaan pemodernan harus ada dengan kata lain, diperlukan berbagai golongan tenaga kerja yang terdidik seperti ahli-ahli teknik diberbagai bidang, akuntan dan manajer untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan. Disamping itu diperlukan tenaga terampil yang akan menjadi pengawas dan pelaksana dalam berbagai kegiatan industri.

Tenaga kerja seperti ini memerlukan pendidikan. Dengan demikian, perkembangan sistem pendidikan merupakan suatu langkah yang harus dilaksanakan pada waktu usaha pembangunan mulai dilakukan. Disamping itu mereka memerlukan pengalaman untuk dapat menjalankan operasi kegiatan modern tersebut secara efisien. Dalam teori pertumbuhan, schumpeter telah ditunjukan bahwa golongan pengusaha sangat penting dalam menentukan sampai dimana perkembangan ekonomi akan tercapai. Mereka adalah golongan yang akan mengumpulkan modal melalui pinjaman atau mengumpulkan dana sendiri dan mengembangkan kegiatan perusahaan dan industri.

  1. Perkembangan penduduk pesat

Mengenai sifat penduduk negara-negara berkembang, terdapat dua ciri penting yang menimbulkan efek yang buruk kepada usaha pembangunan, yaitu: (i) dibeberapa negara jumlah penduduknya relatif besar dan (ii) tingkat perkembangan penduduk sangat cepat.

Hal yang dinyatakan dalam (i) tidak sukar untuk melihatnya. India dan China adalah dua negara yang terbanyak penduduknya di dunia. Kedua negara ini meliputi sebanyak hampir 40% dari penduduk dunia. Negara-negara lain seperti Indonesia, Vietnam, Pakistan dan Bangladesh merupakan contoh lain negara yang mempunyai jumlah penduduk yang besar. Negara-negara seperti itu menghadapi masalah pembangunan yang lebih serius dari negara-negara berkembang yang relatif kecil penduduknya.

Ciri yang dinyatakan dalam (ii) memperburuk akibat negatif penduduk terhadap pembangunan ekonomi. Perkembangan penduduk sejak perang dunia kedua yang lalu menunjukkan pertambahan dalam tingkat pertumbuhannya. Sebelum perang dunia kedua, tingkat pertambahan penduduk diberbagai negara-negara maju dan berkembang, mencapai tingkat disekitar 1%. Tetapi sejak perang dunia kedua tingkat pertumbuhan penduduk mencapai rata-rata lebih dari 2%, hal ini menimbulkan masalah eksplosi atau perledakan penduduk dinegara-negara berkembang.

Sumber :

https://khasanahkonsultama.co.id/apple-watch-generasi-baru-keluar-tahun-ini/

Max Weber (1864-1920)

Dalam “Economy and Society”, Weber menetapkan garis pemisah antara economi dan sosiologi ekonomi dengan mengajukan tiga unsur, yaitu:

  1. Tindakan ekonomi adalah suatu bentuk tindakan sosial

Tindakan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari status, kemampuan sosial dan kekuasaan[21].

  1. Tindakan ekonomi disituasikan secara sosial

Perdagangan, uang, dan pasar lebih diilhami oleh motif daripada keuntungan

  1. Institusi ekonomi dikontruksikan secara sosial

–          pertumbuhan ekonomi dihasilkan oleh efisiensi lembaga ekonomi

–          jaringan memainkan peran penting dalam institusi ekonomi terutama di era modern

  1. Ruang Lingkup dan Karakteristik Sosiologi Ekonomi

            Ruang lingkup sosiolosi berbicara tentang objek kajian sosiologi, yaitu masyarakat dan prilaku sosial masyarakat dengan meneliti kelompok-kelompoknya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, etnis dan suku bangsa, komunitas pemerintahan, dam berbagai organisasi sosial, politik,budaya,bisnis, dan organisasi lainnya. Sosiologi juga mempelajari perilaku dan interaksi kelompok terhadap para anggotanya. dengan demikian, sebagai objek kajan sosiologi adalah masyarakat manusia yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.

            Secara tematis, ruang lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi beberapa subdisiplin sosiologi, seperti sosiologi pedesaan, sosiologi industri, sosiologi perkotaan, sosiologi medis, sosiologi wanita, sosiologi militer, sosiologi keluarga, sosiologi pendidikan, dan sosiologi seni[22].

            Menurut Damsar (2002), fokus disiplin sosiologi ekonomi merupakan irisan fokus disiplin sosiologi dan fokus disiplin ekonomi. Sosiologi ekonomi dalam mengapliakasikan tradisi pendekatan sosiologi terhadap fenomena ekonomi. Sementara itu, menurut Kesler (2007), dalam sosiologi ekonomi, segala aktivitas ekonomi pada dasarnya terdapat dalam struktur sosial yang lebih luas yang tidak dapat direduksi dalam motif atauu prefensi agen juga struktur imperatif, seperti kapitalisme[23].

Recent Posts

MERUMUSKAN VISI, MISI, DAN TUJUAN

            Dalam rangka untuk membuat sebuah strategi managemen yang baik, tentunya harus ada visi, misi dan tujuan yang harus di capai. Agar sebuah strategi tersebut dapat terlaksana dengan tepat dan mengena.

  1. MERUMUSKAN VISI

            Untuk merumuskan sebuah visi tentunya kita harus tahu terlebih dahulu apa itu visi. Visi yaitu gambaran tentang masa depan organisasi yang realistik dan mewujudkan dalam kurun waktu tertentu.

. Visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:

  1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
  2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasidengan stakeholder (SDM organisasi, konsumen, dan pihak yang terkait)
  3. Menyatakan sarana utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.[1]

Untuk merumuskan sebuah visi, kita harus mengetahui bagaimana karakteristik visi yang baik

Kriteria-kriteria pembuatan visi :

  1. visi bukanlah fakta, tetapi gambaran ideal masa depan yang ingin di wujudkan.
  2. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk mewujudkan kinerja yang baik.
  3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangnan.
  4. Menjembatani antara masa kini dan masa depan
  5. Gambaran yang realistik dan kredible dengan masa depan yang menarik.
  6. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.[2]
  1. MERUMUSKAN MISI

Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal apa yang harus di capai organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa mendatang.

Pernyatan misi itu harus :

  1. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak di capai oleh organisasi dalam bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.
  2. Secara eksplisit mengandung apa yang harus di lakukan untuk mencapainya.
  3. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang di geluti organisasi.[3]

Kriteria pembuatan misi :

  1. Penjelasan tentang produk / pelayanan yang di tawarkan sangat di perlukan masyarakat.
  2. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan di layani
  3. Kualitas produk dan pelayanan yang di tawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
  4. Penjelasan aspirasi binis yang di inginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungannya bagi masyarakat pada produk dan pelayanan yang tersedia.sumber :https://ijateng.id/hewan-peliharaan-juga-bisa-alergi-makanan/
Faktor manusia

Faktor manusiaFaktor manusia

Faktor manusia disini meliputi, antara lain kurangnya kemampuan fisik, mental dan psikologi, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, dan stress serta motivasi yang tidak cukup
2. Faktor kerja/lingkungan
Meliputi, tidak cukup kepemimpinan dan pengawasan, rekayasa, pembelian/pengadaan barang, perawatan, standar-standar kerja dan penyalah gunaan.
Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai indikator tentang keselamatan dan kesehatan kerja (k3) meliputi: faktor lingkungan dan faktor manusia. (Anoraga, 2005, hal 76) mengemukakan aspek-aspek keselamatan dan kesehatan kerja (k3) meliputi :
3. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan tempat dimana seseorang atau keryawan dalam beraktifitas bekerja. Lingkungan kerja dalam hal ini menyangkut kondisi kerja, suhu, penerangan, dan situasinya

4. Alat kerja dan bahan

Alat kerja dan bahan merupakan hal yang pokok dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang. Dalam memproduksi barang alat-alat kerja sangatlah vital digunakan oleh para pekerja dalammelakukan kegiatan proses produksi dan disamping itu adalah bahan-bahan utama yang akan dijadikan barang.
5. Cara melakukan pekerjaan
Setiap bagian-bagian produksi memiliki cara melakukan pekerjaan yang berbeda-beda yang dimiliki oleh karyawan. Cara-cara yang biasanya dilakukan oleh karyawan dalam melakukan semua aktifitas pekerjaan.
Kecelakaan kerja merupakan hal yang tidak dapat ditolelir lagi kalau tidak adanya kehati-hatian dalam bekerja, pekerja harus mematuhi petunjuk keselamatan kerja, apalagi keryawan yang berhubungan langsung dengan alat produksi itu akan berbahaya terhadap keselamatanya. Tetapi kadang pekerja mengacuhkan prosedur keselamatan kerja yang sudah dibuat oaleh perusahaan, berdalih tidak nyaman dalam bekerja karena menurut andi salah satu karyawan swasta di kawasan industry tanjung mas Semarang, mengatakan bahwa memakain helm saat bekerja membuatnya pusing dan masker juga menghalangi udara yang masuk ke hidung sehingga tidak focus bekerja, perusahaan banyak aturan

sumber :

https://promo-honda.id/sabak-dari-babylonia-timbulkan-spekulasi-penemu-trigonometri/

 Jenis Data

Data untuk suatu penelitian dapat dikumpulkan dari berbagai sumber. Data data dikumpulkan dari latar data yang berbeda. Latar data yang dimaksud ialah latar natural dimana fenomena atau peristiwa secara normal  terjadi yang disebut noncontrived settings, dan latar artifisial (artificial setting), baik di laboratorium, dalam rumah responden, di jalan atau di mall yang disebut contrived settings. Data juga dapat bersumber dari dalam organisasi yang dinamakan sumber atau data intern dan dari luar organisasi yang dinamakan sumber atau data ekstern. Sumber data ekstern dibedakan atas sumber data primer dan sumber data sekunder.

  1. Data Primer:

Untuk beberapa proyek penelitian, sumber data adalah penting untuk menggunakan sumber-sumber primer disamping sumber-sumber sekunder.  Apa bedanya? Sumber primer / data primer adalah suatu obyek atau dokumen original, material mentah dari pelaku yang disebut “first hand information”. Data yang dikumpulkan dari situasi aktual ketika peristiwa terjadi dinamakan data primer. Individu, kelompok fokus dan satu kelompok responden secara khusus sering dijadikan peneliti sebagai sumber data primer. Oleh karena itu, ketika merancang pertanyaan, dibedakan  tipe pertanyaan, yakni pertanyaan faktual personal yang didalamnya responden memberikan informasi personal tentang berbagai hal yang menyangkut diri, sikap, dan perilaku, pertanyaan faktual tentangorang lain yang didalamnya responden memberikan informasi personal tentang orang lain, dan pertanyaan faktual informan yang didalamnya kita menempatkan orang yang diwawancara atau melengkapi kuesioner dalam posisi informan dari pada sebagai responden yang menjawab pertanyaan tentang diri mereka sendiri.

Data ini berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel dalam penelitiannya. Dapat direkam atau dicatat oleh peneliti.

  1. Data Sekunder.

Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan. Data yang dikumpulkan melalui sumber-sumber lain yang tersedia dinamakan data sekunder. Sumber sekunder meliputi komentar, interpretasi atau pembahasan tentang materi original. Sumber sekunder dapat dikatakan sebagai “second-hand information”.

Recent Posts

 

Definisi pengumpulan data

       Data merupakan bahan penting yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan atau menguji hipotesis dan mencapai tujuan penelitian. Oleh karena itu, data dan kualitas data merupakan hal yang penting dalam penelitian karena menentukan kualitas hasil penelitian. Data diperoleh melalui suatu proses yang disebut pengumpulan data. Pengumpulan data dapat didefinisikan sebagai satu proses mendapatkan data empiris melalui responden dengan menggunakan metode tertentu. Ini berarti sebelum mengumpulan data terlebih dahulu, kita menentukan teknik pengumpulan data yang tepat digunakan dan menyusun instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen penelitian ini merupakan alat bantu bagi peneliti untuk mengumpulkan data. Kualitas instrumen akan menentukan kualitas dan kuantitas data yang dikumpulkan untuk kemudian dianalisis dan diinterpretasi.

       Istilah data menunjuk pada ukuran atau observasi aktual tentang hasil dari suatu investigasi survey, atau hasil observasi yang dicatat  dan dikumpulkan, baik dalam bentuk angka ataupun jumlah dan bentuk kata-kata ataupun gambar disebut data. Ini berarti bahwa data merupakan hasil pengamatan dan pengukuran empiris yang mengungkapkan fakta tentang karakteristik dari suatu gejala tertentu. Data merupakan fakta tentang karakteristik tertentu dari suatu fenomena yang diperoleh melalui pengamatan. Istilah data merupakan bentuk jamak (plural) yang menunjuk pada satu kelompok observasi. Bentuk tunggal (singular) ialah datum yang menunjuk tiap bagian-bagian dari observasi. Istlah data digunakan untuk menggambarkan pola-pola respons yang dicatat dari responden untuk suatu instrumen yang digunakan dalam penelitian.

       Untuk mengumpulkan data dapat menggunakan berbagai metode pengumpulan data. Tiap metode pengumpulan data memiliki instrumen pengumpulan data. Metode angket misalnya memiliki jenis instrumen yang disebut daftar angket. Untuk menentukan metode dan instrumen pengumpulan data yang tepat, kita harus memahami data empiris , baik jenis maupun sumber data yang kita butuhkan untuk dikumpulkan.

       Data dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif bukan angka. Data dapat berupa gejala-gejala, kejadian dan peristiwa yang kemudian dianalisis dalam bentuk kategori-kategori.

Sumber :

https://multi-part.co.id/tak-sempat-upacara-ikut-saja-upacara-bendera-online-ala-kaskus/