Author: admin

Cara Mengetahui Pencuri WiFi di Android

Cara Mengetahui Pencuri WiFi di Android

 

Cara Mengetahui Pencuri WiFi di Android

Cara Mengetahui Pencuri WiFi di Android

Ada banyak hal

yang bisa menyebabkan koneksi internet tiba-tiba melambat, terutama saat menggunakan WiFi. Adapun hal tersebut mulai dari ping yang tidak stabil, cuaca tidak mendukung, hingga adanya pengguna WiFi yang sengaja menghabiskan bandwith atau bisa disebut pencuri WiFi.

Jika Anda penasaran apakah bandwith hotspot WiFi Anda sedang dicuri atau tidak, Anda bisa mengecek sang pelaku tersebut dengan aplikasi Android berikut ini. Aplikasi bernama Fing – Network Tools ini memiliki beragam fitur unggulan yang salah satunya adalah mengetahui pengguna hotspot WiFi.
Mengetahui pencuri WiFi di Android

Pertama-tama

download aplikasi Fing – Network Tools dan install seperti biasa di Android. Selanjutnya buka aplikasinya dan secara otomatis Fing akan melakukan scanning pengguna WiFi.

Setelah proses

scan selesai, Anda akan mendapatkan informasi siapa saja yang menggunakan hotspot WiFi tersebut, seperti nama perangkat, jenis perangkat, alamat IP, MAC Address dan beberapa informasi lainnya. Jika terdapat pengguna yang mencurigakan, Anda bisa mengganti password hotspot tersebut agar pelaku tidak bisa menggunakannya lagi.

sumber :

https://bingo.co.id/nba-2k20-apk/

Menjadi Imigran, Kisah Seorang Seniwati

Menjadi Imigran, Kisah Seorang Seniwati

Menjadi Imigran, Kisah Seorang Seniwati

Menjadi Imigran, Kisah Seorang Seniwati

May adalah seorang perempuan muda, arround 30ies. Secara optik, dia memiliki keindahan oriental yang sangat memikat hati. Ia memliki sepasang mata yang tajam, dan ia selalu berpakaian etnik. Rambutnya coklat, kdang dia biarkan panjang mengurai kadang dia sanggul rambutnya. Keinginannya saat ini adalah untuk belajar bahasa jerman, ia ingin berbicara bahkan mungkin mimpi dalam bahasa Jerman. dari warna kulit dan postur wajah ia adalah representatif dari bangsa Turki (walaupun dia tidak memiliki rambut blode dan mata biru).

Pernikahannya membawanya ke Jerman, walaupun sebelumnya dia pernah menggelar beberapa kali exhibition di Jerman. Ia menikah dengan seorang warga negara Turki yang telah lama 14 tahun hidup di Amerika. Suaminya adalah salah satu yang disebut “anak Turki yang brilliant”. Banyak orang menyebutnya dengan “a tallented kid”, “a gifted kid”. Semasa muda ia dikirim ke Amerika, untuk belajar disana. Kemudian direncanakan untuk kembali ke tanah air dan melakukan penelitian, memberikan daya dan upaya untuk membangun kembali turki. tetapi ternyata ia menemukan sesuatu di Amerika dan ia tidak ingin kembali ke turki, kemudian untuk beberpaa tahun lamanya dia harus bekerja keras untuk mengembalikan grant sebesar 35.000 euro yang telah dikeluarkan oleh universitas Turki tersebut.

Tersebutlah beberapa bilangan tahun dihabiskannya di Amerika,hanya untuk mengembalikan freedom. tak terhitung berapa banyak pil yang sudah diminumnya hanya untuk menenangkan nervesnya. 24 jam kerja dan bekerja seperti kerbau tanpa mengenal batas waktu. akhirnya setelah ia mampu membeli freedomnya kemudian ia bekerja untuk sebuah perusahaan ternama, Mercedes. Dan kemudian sampailah ia di Jerman.Pertemuan di salah satu pameran seni May itu akhirnya membawa mereka pada perkenalan dan percintaan. Akhirnya mereka menikah di Jerman dan sampai saat ini (6 bulan) mereka tinggal di jerman.

Cerita imigran satu dan yang lainnya berbeda, contohnya May, yang sudah mempunyai pekerjaan yang nyaman di Turki sebagai seniwati, dan saat ini ia boleh bekerja di jerman tampaknya harus bersabar meniti karir dari awal. Karyanya sudah banyak dipamerkan dan terjual di berbagai pelosok dunia, sebut saja India, jerman dan beberapa negara lain yang tidak sempat ku catat. Tapi karya dan talentanya tidak dapat diremehkan. Ia adalah seniwati yang sudah mempunyai kredibilitas, karyanya juga diliput di koran dan media massa lainnya. Namun beginilah cerita seorang imigran yang mungkin tidak beda jauh dari yang lain, tanpa bahasa (bahasa Jerman) seseorang tidak mungkin bisa bekerja di negara ini.

Sebagai negara dunia pertama, jerman menyadari bahwa banyak orang yang ingin mempergunakan kesempatan untuk hidup dan bekerja di Jerman. Entah mungkin mereka berpikir bahwa negara Jerman menawarkan “kenyamanan”. Gelombang imigran yang semakin besar, mengkhawatirkan pihak jerman (sepertinya). Mereka saat ini mempunyai program integrasi yang mengharuskan tiap imigran untuk ikut kelas bahasa selama 600 jam dan kemudian setiap imigran juga harus lulus dari ujian bahasa level dasar. Program integrasi, yang diyakini menjadi kunci bagi imigran untuk menjadi bagian dari negara ini, kelihatannya memang menarik dan simpatik, tapi sebenarnya bagaimana program ini dilihat dari kaca mata May, seniwati Turki ini ?

Program integrasi memang indah tampaknya, tetapi secara politis program ini hanya menambahkan “what to do list” imigran, untuk membuat hidup mereka semakin “complicated”. seharusnya jika kita bersiap untuk bermigrasi ke suatu tempat maka seharusnya kita menguasai sedikit bahasanya. Dalam kasus May, ia sadar bahwa ia akan hidup di jerman, maka ia telah mengkursuskan dirinya untuk paling tidak berbicara sedikit bahasa jerman.

Program integrasi ini disodorkan untuknya karena suaminya bekerja untuk salah satu perusahaan Jerman. Dengan status kerja suaminya maka May juga mengantongi hak bekerja yang sama. Suaminya harus bekerja untuk rentang 2-3 tahun pada perusahaan yang sama, kemudian ia dapat mendapatkan passport Jerman. Dengan ketentuan yang sama May juga mendapatkan hak kerja yang sama. Tapi apakah artinya hak kerja tersebut ? “Nothing”……

May “dipaksa” untuk mengikuti program integrasi, walaupun ia menyatakan dengan jelas bahwa ia ingin menyeponsori dirinya sendiri untuk sekolah. bahwa ia datang ke jerman dengan penuh kesadaran, bukan sebagai individu yang ingin menjadi benalu bagi negara ini. Tapi peraturan ini tetap diberlakukan untuknya.

Setinggi karir apapun yang kita miliki, setinggi apapun sosial status yang pernah kita miliki, sebanyak apapun titel pendidikan yang kita miliki, … tetap bahasa harus dikuasai. Mungkin inilah bagian sedihnya, bahasa menjadi sesuatu yang menantang kehidupan imigran, tetapi ketika bahasa menjadi salah satu alasan politis mengapa kita tidak bisa leluasa bekerja, maka seorang imigran harus berperang “dobel”.

Sampai detik ini, ketika tulisan ini dihadirkan, May masih membangun harapannya untuk menemukan galeri untuk karyanya, dan ia juga bersama kami, sesama imigran, membangun mimpi dan berjuang untuk hidup.

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/faraway-apk/

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Enam bulan lamanya, aku mengenal perempuan muda ini. Datang jauh dari Rusia karena ia menikah dengan pria warga negara Jerman. Bedanya ia sangat muda sekali, masih baru 24 tahun. Cantik, rambut sebahu, rambutnya coklat, tinggi, setiap lelaki memujinya sebagai perempuan yang seksi. Asiknya apartemen kami sangat dekat, sehingga kami sering minum kopi bersama, ngobrol tema sehari-hari, berbagi cerita dan mimpi.

Setelah mengikuti sekolah bahasa 600 jam, ia mulai menemukan beberapa persoalan klasik. persoalan pertama, tentang pendidikan. Ia tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk mulai bekerja. pekerjaan terakhirnya adalah waitress di cafe. tentunya pekerjaan ini bukanlah pekerjaan white collar workers. secara teknis setelah siswa selesai tahapan sekolah akhir mereka bisa memilih jika mereka ingin mengambil “Ausbildung” (semacam pratikum di perusahaan, selama 4 tahun) atau belajar di universitas.

Pilihannya tentu tidak terlalu banyak tetapi akhirnya ia disarankan untuk mengambil arah Ausbildung oleh Arbeitsamt (badan yang membantu orang untuk bekerja). menurut Arbeitsamt, ia akan menerima sekitar 200 euro tiap bulan sebagai pekerja di perusahaan pratikumnya. Which sounds good… pada saat itu kabar ini adalah sebuah angin segar buat telinga imigran.

Pada kunjungan berikutnya di Arbeitsamt, ia diberi banyak kertas untuk diisi. kemudian ada statement yang tertera didalamnya, bahwa ia akan menerima 200 euro (uang bantuan dari pemerintah) jika suaminya telah bekerja di jerman minimum 4 tahun. Tentunya fakta ini tidak terlalu bagus baginya karena suaminya selama ini bekerja di Austria, dan baru saja memulai karirnya di jerman (dalam hitungan bulan). Sehingga … pertanyaannya, pilihan apa yang dia punyai?

“Tidak ada pilihan”.

ini adalah sebuah kondisi yang cukup pelik ketika suaminya mempunyai pendapatan yang mepet. belum lagi dari ceritanya, mereka juga harus membayar permanent cost (apartemen, dll), kredit mobil, dll. Sekolah lagi juga bukan tema mereka saat ini. bekerja adalah kebutuhannya. tapi sayangnya dengan catatan serupa ia tidak bisa langsung bekerja, kecuali jika ia ingin kerja sambilan tanpa asuransi (400 euro per bulan).

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/fb-ads-vs-ig-ads/

Pre-order OnePlus 6T akan Ditawarkan Eksklusif via Amazon

Pre-order OnePlus 6T akan Ditawarkan Eksklusif via Amazon

Pre-order OnePlus 6T akan Ditawarkan Eksklusif via Amazon

Pre-order OnePlus 6T akan Ditawarkan Eksklusif via Amazon

OnePlus siap meluncurkan smartphone unggulan berikutnya, OnePlus 6T. Rencananya, OnePlus baru akan merilis smartphone ini secara pada tanggal 17 Oktober 2018. Menariknya, penawaran pre-order smartphone ini telah terungkap di situs Amazon di India.

Sebuah daftar yang terkait dengan OnePlus 6T di situs Amazon di India

menyebutkan bahwa pre-oder untuk perangkat ini akan mulai berjalan saat OnePlus mengumumkan secara resmi kehadiran smartphone ini, dan akan berakhir pada tanggal 30 Oktober 2018.

Bisa ditebak, OnePlus akan mulai mendistribusikan smartphone ini ke konsumen mulai tanggal 1 November 2018. Bagi konsumen yang tertarik pre-order, OnePlus akan memberikan secara cuma-cuma sebuah earphone OnePlus Type-C serta Amazon Pay Balance senilai Rs 500 atau sekitar Rp100 ribuan.

OnePlus telah mengonfirmasi bahwa OnePlus 6T tidak lagi disertakan jack audio 3.5mm. Cukup masuk akal jika akhirnya OnePlus memberikan cuma-cuma earphone Type-C di masa pre-order tersebut. Di pasar India, earphone itu sendiri dibanderol dengan harga Rs 1.999 atau sekitar Rp400 ribuan.

Dari sejumlah bocoran yang sudah muncul di dunia maya

, OnePlus 6T akan mengikuti desain mirip OPPO R17 Pro. Punya layar FullHD+ berukuran 6,4 inci, smartphone ini akan tiba dengan layar Optic AMOLED. Aspek rasio layar smartphone ini sudah 19,5:9 dengan poni kecil seperti tetesan air.

Untuk melindungi layarnya, OnePlus masih percaya dengan kinerja dari Gorilla Glass buatan Corning. Sedangkan untuk jeroannya, OnePlus 6T akan dibekali Snapdragon 845 Octa-core yang juga jadi penggerak dari OnePlus 6 yang muncul pada bulan Mei 2018 lalu.

Chipset ini akan dipasangkan dengan GPU Adreno 630

dan akan datang dalam tiga varian, RAM 6 GB + ROM 64 GB, RAM 8 GB + ROM 128 GB, dan RAM 8 GB + ROM 256 GB. Untuk urusan fotografi, ada dual-camera 16 MP + 20 MP di bagian belakang dan 16 MP di bagian depan.

 

Baca Juga :

Samsung Bakal Kembangkan SoC Exynos dengan Dukungan NPU Khusus

Samsung Bakal Kembangkan SoC Exynos dengan Dukungan NPU Khusus

Samsung Bakal Kembangkan SoC Exynos dengan Dukungan NPU Khusus

Samsung Bakal Kembangkan SoC Exynos dengan Dukungan NPU Khusus

Teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence yang diadopsi sejumlah pabrikan smartphone semakin menarik. Tak melulu dengan kemampuan kamera yang dibekali AI sehingga mampu membaca wajah pengguna lebih optimal, tetapi juga mulai merambah fungsi suara dan keamanan.

Tak hanya itu, teknologi AI ini juga terus dikembangkan sehingga kini juga sudah menyasar ke layar yang mampu menampilkan gambar di smartphone terlihat lebih natural. Ya! Itulah sebuah inovasi yang terus berkembang sehingga juga mampu menyajikan kemudahan bagi banyak pengguna.

Terkait dengan hal itu, Samsung sepertinya jadi salah satu pabrikan

smartphone yang belum secara penuh mengadopsi teknologi kecerdasan buatan pada sejumlah perangkat yang dikembangkannya. Seperti yang kita ketahui, Samsung baru menyematkan AI ke dalam dual-camera belakang milik Note 9.

Ya! Raksasa pabrikan elektronik asal Korea Selatan ini juga tidak berdiam diri. Kabarnya, Samsung sedang mempersiapkan chipset generasi terbarunya dengan dukungan Neural Processing Unit atau NPU khusus. Hal ini terungkap dari profil LinkedIn salah satu mantan karyawannya.

Besar kemungkinan dukungan NPU khusus akan menempel ke dalam chipset unggulan Exynos 9820 yang akan datang. Ini berarti, Galaxy S10 akan jadi smartphone Samsung pertama yang memiliki kecerdasan buatan secara penuh.

Lantas bagimana dengan Galaxy S10 yang tidak diotaki Exynos 9820?

Seperti yang kita tahu, Samsung akan memasarkan Galaxy S10 dengan chipset besutan Qualcomm di pasar Amerika Serikat dan Cina. Tentu saja Samsung juga akan memanfaatkan teknologi AI yang dikembangkan oleh Qualcomm.

Setelah mengembangkan dari Hexagon DSP-nya di Snapdragon 845

untuk berbagai tugas, seperti audio, pencitraan gambar, dan machine learning, Qualcomm kini berupaya untuk mengembangkan NPU sendiri di dalan chipset flagship miliknya. Dalam hal ini, chipset flagship terbarunya adalah Snpadragon 8150.

 

sumber :

https://poekickstarter.com/icon-pack-apk/

Penerus Zenfone Max (M1) dan Max Pro (M1) Masih Pakai Android Oreo

Penerus Zenfone Max (M1) dan Max Pro (M1) Masih Pakai Android Oreo?

Penerus Zenfone Max (M1) dan Max Pro (M1) Masih Pakai Android Oreo

Penerus Zenfone Max (M1) dan Max Pro (M1) Masih Pakai Android Oreo

Ditahun ini ASUS punya dua smartphone yang memiliki dukungan baterai jumbo dan sudah dijual resmi di Indonesia. Kedua smartphone tersebut adalah ASUS Zenfone Max (M1) dan ASUS Zenfone Max Pro (M1). Jika Zenfone Max (M1) punya baterai 4.000 mAh, Max Pro (M1) ditenagai baterai 5.000 mAh.

Memasuki akhir tahun ini, rupanya ASUS sedang mempersiapkan generasi selanjutnya dari masing-masing smartphone tersebut. Ya! Keduanya adalah ASUS Zenfone Max (M2) dan ASUS ZenFone Max Pro (M2) yang sudah disertifikasi oleh Eurasian Economic Commission di Rusia.

Proses sertifikasi itu pun telah mengkonfirmasi nomor model masing-masing

perangkat. Zenfone Max (M2) punya nomor model ZB633KL, sementara Zenfone Max Pro (M2) punya nomor model ZB631KL. Hal ini pun juga mengungkap sistem operasi yang menempel ke dalam kedua smartphone tersebut.

Disebutkan, ASUS Zenfone Max (M2) dan ASUS Zenfone Max Pro

(M2) akan dibekali dengan sistem operasi “Android versi 8”. Ya! Sangat disayangkan, padahal sistem operasi Android 9 Pie akan segera keluar dan kedua smartphone ini pun belum secara resmi diperkenalkan.

Lantas, bagimana dengan spesifikasi hardware yang ada di dalamnya?

Untuk hal ini, ASUS masih merahasiakan dan sepertinya beberapa minggu ke depan bocoran kedua smartphone ini masih akan terus berlanjut, terutama terkait dengan desain yang ingin dibuat oleh pabrikan smartphone asal Taiwan ini.

sumber :

https://poekickstarter.com/agent-dash-apk/

Riau dan Kepulauan Riau

Riau dan Kepulauan Riau

Riau dan Kepulauan Riau

Riau dan Kepulauan Riau

Rasio APM P/L SLTP/MT tahun 1992 dan 2002 Provinsi Riau termasuk kondisi daerah yang sekarang disebut Provinsi Kepulauan Riau. Pada tahun 1992 angka rasio APM P/L SLTP/MT Provinsi Riau (termasuk Kepulauan Riau) baru mencapai 82,5 persen dan pada tahun 2002 Riau dan termasuk Kepulauan Riau memperoleh kemajuan hingga mencapai 100,8 persen. Pada tahun 2006, rasio APM P/L SLTP/MT Riau saja telah meningkat menjadi 130,0 persen. Pencapaian Riau masih di bawah angka nasional. Sementara itu rasio APM P/L SLTP/MT Kepulauan Riau saja pada tahun 2006 telah mencapai 129,3 persen. Berdasarkan informasi tersebut, bidang pendidikan tingkat SLTP/MT telah menunjukkan kesetaraan gender.

Rasio P/L Upah bulanan di Provinsi Riau pada tahun 2007 mencapai 73,4 persen. Selain masih berada di bawah angka nasional (74,8 persen), hal ini juga dapat diartikan masih terdapatnya masalah diskriminasi yang terkait dengan bidang pengupahan yang berlaku bagi kaum perempuan dibandingkan dengan jumlah laki-laki yang menerima upah bulanan.

Air minum. Sementara itu berkenaan dengan akses rumah tangga ke air minum khususnya air minum non-perpipaan terlindungi, pencapaian Provinsi Riau menurun jika dibandingkan data tahun 1992 dan tahun 2006. Pada tahun 1992 jumlah rumah tangga dengan air minum non-perpipaan terlindungi di Provinsi Riau termasuk Kepulauan Riau mencapai 60,5 persen, sementara itu pada tahun 2006 untuk Provinsi Riau saja mencapai 46,6 persen rumah tangga dan untuk Kepulauan Riau mencapai 60,1 persen.

Target Penurunan penderita HIV/AIDS dan penyakit menular malaria pada tahun 2005 di kedua provinsi, Riau maupun Riau Kepulauan, masih tercatat secara tunggal pada provinsi induknya, yakni provinsi Riau. Data yang ada memperlihatkan jumlah ODHA penderita HIV/AIDS mencapai 37 orang. Sementara itu penderita malaria mencapai 3.680 kejadian.

Target penurunan pengangguran kaum muda (15-24 tahun) di kedua provinsi nampaknya masih tergolong berat karena capaiannya masih berada di atas angka nasional. Data tahun 2007 memperlihatkan bahwa meskipun provinsi Kepulauan Riau dikenal sebagai kawasan industri dengan P Batam sebagai pusat pertumbuhannya, ternyata perkembangan kawasan ini masih belum mampu menyerap pasar tenaga kerja yang tersedia, khususnya tenaga kerja usia muda. Dengan persentase sebesar 87,4 persen maka provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah dengan tingkat pengangguran usia muda yang tertinggi di Indonesia. Sedangkan di provinsi Riau sendiri tingkat pengangguran tenaga kerja usia muda menunjukkan persentase sebesar 63 persen.

Baca Juga : 

Sumatera Barat

Sumatera Barat

Sumatera Barat

Sumatera Barat

Prestasi Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan kemiskinan cenderung stabil apabila dilihat dari persentase penduduk miskin yang menurun antara tahun 1993 hingga 2006 dari 14,47 persen (1993), 11,41 persen (2000), dan sedikit meningkat menjadi 11,61 (2006). Prestasi Provinsi ini senantiasa lebih baik dari angka nasional.

Pada persoalan mengurangi kelaparan, Provinsi ini pada tahun 1989 memiliki balita kurang gizi sebesar 37,22 persen kemudian menurun menjadi 30,86 persen (1992), menurun lagi menjadi 21,77 persen (2000) dan kembali meningkat menjadi 30,44 persen pada tahun 2006. Pencapaian tahun 2006 Priovinsi ini lebih rendah dari angka nasional (28,05 persen).

Target pendidikan dasar untuk semua senantiasa meningkat dari tahun 1992 hingga tahun 2006 baik untuk jenjang pendidikan SD/MI maupun jenjang pendidikan SLTP/MT. Kecenderungan peningkatan ditunjukkan oleh pencapaian APM SD/MI sebesar 90,2 persen (1992), 92,7 persen (2000), dan 94,2 persen (2006). Sedangkan APM SLTP/MT juga cenderung meningkat dari 53.2 persen (1992) menjadi 63,0 persen (2000) dan 67,8 persen (2006). Baik pencapaian APM SD/MI maupun SLTP/MT selalu lebih baik dari angka nasional maupun lebih baik dari rata-rata tiap provinsi.

Kesetaraan gender bidang pendidikan di Provinsi Sumatera Barat ditinjau dari rasio APM P/L SD/MI menurun dari 102,4 pada 1992 kemudian 99,6 pada tahun 2000 menjadi 99,2 pada tahun 2006. Pencapaian rasio APM P/L SD/MI tahun 2006 berada di bawah pencapaian nasional 99,4. Hal sama berlaku pada APM P/L SLTP/MT menurun dari 125,0 pada tahun 1992, menjadi 112,0 pada tahun 2000, dan menurun lagi menjadi 108,7 pada tahun 2006. Pencapaian rasio APM P/L SLTP/MT tahun 2006 lebih baik dari pencapaian nasional tahun yang sama (100.0). Data tersebut menginformasikan bahwa perempuan mempunyai akses pendidikan lebih rendah dibandingkan rekan laki-lakinya.

Permasalahan kesehatan menunjukkan prestasi yang baik dalam konteks pencapaian target menurunkan angka kematian anak. Jika antara tahun 1994 hingga 2003 secara akumulasi terdapat AKB sebesar 48 per 100 kelahiran hidup, maka untuk tahun 2005 saja AKB hanya 8 per 1000 kelahiran hidup. AKB tahun 2005 sama dengan angka nasional dan lebih baik dari rata-rata tiap provinsi. Sementara itu hanya terdapat 2 penderita AIDS di tahun 2005, jauh dari rata-rata tiap provinsi yang mencapai 186 penderita.

Pencapaian target mempertahankan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi ini diindikasikan oleh perkembangan rasio luas daratan kawasan hutan yang meningkat sedikit dari 60,5 persen di tahun 2001 menjadi 61,5 persen di tahun 2005. Selain itu perkembangan pencapaian akses air minum non-perpipaan terlindungi dari 33,2 persen di tahun 1994 meningkat menjadi 47,0 persen di tahun 2002 dan terus membaik menjadi 53,6 persen di tahun 2006. Prestasi sama juga terjadi pada akses rumah tangga untuk memperoleh sanitasi layak yang senentiasa meningkat dari 19,8 persen di tahun tahun 1992 menjadi 41,3 persen di tahun 2000 dan terus membaik di tahun 2006 menjadi 49,8 persen. Meski terjadi peningkatan pada akses air minum dan sanitasi layak, namun pencapaianya masih di bawah angka nasional. Ketertinggalan tersebut memacu Provinsi ini senantiasa mengejar ketertinggalannya dari provinsi-provinsi lain.

Salah satu barometer pencapaian target kemitraan global yang penting adalah tingkat pengangguran usia muda (rentang usia 15-24 tahun). Pengangguran usia muda untuk kelompok laki-laki per Februari 2007 mencapai 50,5 persen atau lebih baik dari kondisi nasional yang mencapai 53,0 persen. Sementara itu untuk kelompok perempuan per Februari 2007 mencapai 62,4 persen yang juga lebih baik dari angka nasional 64,2 persen. Secara akumulatif, pengangguran usia muda per Februari 2007 hanya 55,0 persen.

Sumber : https://obatwasirambeien.id/ultimate-car-driving-simulator-apk/

Sumatera Utara

Sumatera Utara

Sumatera Utara

Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara mencatat awal yang baik dalam target menanggulangi kemiskinan di tahun 1993 dengan persentase penduduk miskin 12,3 persen. Angka ini di bawah Po Nasional (13,7 persen) maupun di bawah rata-rata tiap provinsi (14,7 persen). Pada tahun 2000, persentase penduduk miskin meningkat 13,0 persen. Meski demikian, angka tersebut masih di bawah Po Nasional maupun rata-rata tiap provinsi (20,5 persen). Perbaikan kualitas kebijakan dan pelaksanaan upaya penanggulangan kemiskinan dalam waktu lima tahun terakhir nampaknya belum mampu menurunkan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara yang di tahun 2006 mencapai 14,3 persen.

Prestasi mengurangi kelaparan yang ditandai indikator kurang gizi di Provinsi ini dari tahun 1989 hingga tahun 2006 secara umum fluktuatif. Pada tahun 1989 balita kurang gizi di Sumatera Utara mencapai 37,3 persen sedikit lebih baik dari angka nasional (37,5 persen). Gizi buruk pada tahun 1992 menurun mencapai 35,4 persen, kemudian pada tahun 2000 menjadi 26,5 persen. Meski antara tahun 1992 hingga 2000 mengalami kemajuan namun ternyata justru lebih buruk dari angka nasional 24,7 persen (tahun 2000). Pada tahun 2006 persentase kurang gizi meningkat menjadi 28,7 persen. Angka 2006 lebih buruk sedikit dari angka nasional (28,1 persen) maupun angka rata-rata tiap provinsi (27,9 persen).

Kisah pencapaian berbeda terjadi pada prestasi mencapai pendidikan dasar untuk semua yang berkembang sangat baik. APM SD/MI pada tahun 1992 mencapai 89,9 persen, lebih tinggi dari APM nasional (88,7 persen) maupun dari rata-rata tiap provinsi (87,2 persen). Pada tahun 2000 APM SD/MI meningkat pesat menjadi 94,2 persen dan menurun sedikit pada tahun 2006 menjadi 94,0 persen dan angka ini berada di bawah APM SD/MI nasional (94,7 persen). Sementara itu untuk APM SLTP/MT, prestasi Sumatera Utara senantiasa lebih baik dari angka nasional maupun rata-rata tiap provinsi dengan pencapaian berturut-turut 56,4 (1992), 67,2 (2000), dan 73,1 (2006). Pencapaian tahun 2006 merupakan tertinggi ketiga di Indonesia.

Kesetaraan gender bidang pendidikan di Sumatera Utara ditandai oleh rasio APM P/L SD/MI dan rasio APM P/L SLTP/MT. Rasio APM P/L SD/MI antara tahun 1992 hingga 2006 cenderung stagnan dari 99,5 (1992), 99,5 (2000), dan 98,5 (2006). Sementara itu rasio APM P/L SLTP/MT antara tahun 1992 sampai 2006 terus meningkat dari 99,4 (1992) menjadi 102,3 (2000), 103,3 (2002), dan 101,3 (2006). Perkembangan pencapaian yang luar biasa ini –khususnya di tingkat SLTP/MT– menggambarkan keadilan gender yang meningkat sebagai dampak kebijakan yang memberikan peluang luas kepada perempuan untuk memperoleh fasilitas pendidikan. Rasio rata-rata upah per bulan antara perempuan dan laki-laki di Provinsi ini termasuk sedang yaitu 76,4 atau sedikit lebih baik dibandingkan dengan angka nasional 74,8, namun masih di bawah rata-rata tiap provinsi 80,3.

Pencapaian berikutnya adalah menurunkan angka kematian anak dengan indikator AKB dan AKBA. Keduanya memberikan gambaran prestasi yang baik. AKB antara tahun 1994 sampai 2005 berhasil menurun dari 42 persen antara tahun 1994-2003 menjadi 6 persen pada tahun 2005. Sementara itu prestasi AKBA terekam menurun dari 57 persen antara tahun 1994-2003 menjadi 32 persen pada tahun 2005. Baik AKB maupun AKBA tahun 2005 berada jauh lebih baik dari angka nasional (40) maupun rata-rata tiap provinsi (41). Keberhasilan menurunkan angka kematian merupakan dampak pembangunan kesehatan yang diprioritaskan pada penanganan anak-anak usia balita.

Sumatera Utara termasuk daerah dengan jumlah penyandang HIV/AIDS yang tinggi yaitu 188 pada tahun 2005. Pada tahun 2005 tercatat insiden malaria sebanyak 5.340 kejadian. Dengan demikian tantangan sangat berat masih menyertai Provinsi ini dalam memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.

Memastikan kelestarian lingkungan hidup merupakan tugas yang berat bagi Provinsi ini terutama disebabkan menurunnya kualitas hutan yang ditandai oleh menurunnya rasio luas daratan kawasan hutan dari 53,7 pada tahun 2003 menjadi 52,2 pada tahun 2005. Akses rumah tangga terhadap air minum non-perpipaan terlindungi antara tahun 1994 hingga 2006 meningkat dari 39,6 persen (1994) menjadi 50,2 (2002), dan meningkat lagi menjadi 55,2 persen (2006). Akses rumah tangga pada sanitasi layak antara tahun 1992 sampai 2006 juga senantiasa membaik dari 41,1 persen (1992) meningkat menjadi 72,7 persen (2000) dan membaik lagi menjadi 76,7 persen (2006). Pencapaian 2006 lebih baik dari angka nasional (69,3 persen) maupun rata-rata tiap provinsi (66,8 persen).

Pengangguran usia muda (rentang 15-24 tahun) di Provinsi ini termasuk tinggi meskipun sedikit lebih baik dari angka nasional. Pengangguran usia muda kelompok laki-laki per Februari 2007 mencapai 52,4 persen, kelompok perempuan mencapai 64,2 persen, dan secara akumulatif mencapai 57,1 persen atau terdapat penganggur sebanyak 1,53 juta jiwa.

Sumber : https://obatwasirambeien.id/last-day-on-earth-apk/

Samsung Ungkap Layar Infinity “Notchless” Galaxy A90

Samsung Ungkap Layar Infinity “Notchless” Galaxy A90

Samsung Ungkap Layar Infinity “Notchless” Galaxy A90

Samsung Ungkap Layar Infinity “Notchless” Galaxy A90

Kecerobohan yang terbilang sepele telah dilakukan oleh Samsung

. Meskipun sepele, tetapi kita akhirnya bisa tahu, seperti apa nantinya Samsung mengemas Galaxy A90. Ya! Melalui situs resminya, Samsung Indonesia memuji manfaat dari “maxed out notchless Infinity screen”.

Lebih jauh lagi, situs resmi Samsung Indonesia tersebut memperjelas bahwa fitur yang kedengarannya menarik itu hanya tersedia pada Samsung Galaxy A90. Ya! “Notchless” tentunya tidak harus berarti bahwa Galaxy A90 akan memilih untuk kamera selfie berlubang seperti flagships Galaxy S10.

Bocoran sebelumnya yang juga jadi pembicaraan banyak orang

, Galaxy A90 disebut-sebut akan jadi smartphone Samsung pertama dengan kamera depan model pop-up. Tentu saja ini mengingatkan kita dengan smartphone yang diproduksi oleh Vivo dan juga OPPO.

Jika benar dibekali model kamera depan pop-up, namun smartphone ini kurang menarik dari sisi dukungan baterai. Rumor yang beredar, Samsung akan menempatkan Galaxy A90 sebagai seri Galaxy A paling tinggi, tetapi kapasitas baterainya lebih kecil daripada Galaxy A50 dan A70.

Samsung Galaxy A50 punya dukungan baterai berkapasitas 4.000 mAh

, sedangkan Galaxy A70 diperkirakan akan diperkaya dengan baterai berkapasitas 4.400 mAh. Nah! Untuk Galaxy A90, beberapa sumber menyebutkan bahwa smartphone ini hanya akan ditanam baterai berkapasitas 3.610 mAh.

 

Baca Juga :