Pendekatan Pendapatan ( Income approach )

Pendekatan Pendapatan ( Income approach )

Dalam perhitungan pendapatan nasional denganmenggunakan pendekatan pendapatan (income approach) adalah dengan cara menjumlahkan semua pendapatan yang di peroleh dari semua pelaku ekonomi dalam suatu negara pada waktu periode tertentu. Pendapatan tersebut berupa pendapatan sewa,bunga,upah,keuntungan dan sebagainya. Angka dari pendeketan tersebut adalah menunjukan besarnya pendapatan Nasional (National Income/NI).

Rumus Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P

R    =  rent       = sewa
W   =  wage    = upah/gaji
I      = interest = bunga modal
P    =  profit     = laba

Contuh ; model perhitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut :

  1. Kopensasi kepada pegawai…………………….       400
  2. Bunga dan sewa………………………………….       500
  3. Laba perusahaan (swasta)……………………..       500
  4. Pendapatan kekayaan…………………………..       600

Jumlah …………………………………………….     2.000

Jadi jumlah pendapatan yang diperoleh adalah menunjukan besarnya pendapatan nasional (NI) yaitu sebesar 2.000

3)   Pendeketan Pengeluaran (expenditure approach)

Dalam perhitungan pendapatan nasinal, dengan menggunakan metode pengeluaran (expenditure) tersebut, yaitu dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran sektor ekonomi antara lain sektor rumah tangga, sektor perusahaan (swasta), sektor pemerintah, dan sektor luar negeri dari pada suatu negara pada periode tertentu.

Angka yang diperoleh dari perhitungan pendekatan tersebut menunjukan besarnya produksi nasional Bruto (Gross National Product/GNP).

           Konsumsi (consumption) terdiri dari barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Konsumsi dibagi menjadi tiga subkelompok :

  • Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang yang habis dipakai dalam waktu pendek, misalnya : makanan dan pakaian.
  • Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang yang memiliki usia panjang, misalnya : mobil, dan TV.
  • Jasa (services) meliputi pekerjaanyang di lakukan untuk konsumen oleh individu dan perusahaan, seperti potong rambut dan berobat di kantor.

Investasi(investment) terdiri dari barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa depan. Investasi juga dibagi menjadi tiga sub kelompok:

  • Investasi tetap bisnis adalah pembelian pabrik dan peralatan baru oleh perusahaan.
  • Investasi residencial adalah pembelian rumah baru oleh rumah tangga dan tuan tanah.
  • Investasi persediaan adalah peningkatan dalam persediaan barang perusahaan (jika persediaan menurun, investasi negatif).

Pembelian pemerintah (goverments purchases) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat, negara bagian, dan daerah. Kelompok ini meliputi peralatan militer, jalan layang, dan jasa yang diberikan pegawai pemerintah. Ini tidak termasuk pembayaran transfer pada individu, seperti jaminan sosial dan kesejahteraan. Karena merealokasi pendapatan yang ada dan tidak memerlukan pertukaran barang serta jasa, maka pembayaran transfer bukan bagian dari GDP.

            Ekspor netto (net exports), memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. Ekspor netto adalah nilai barang dan jasa yang diekspor kenegara lain dikurang nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. Ekspor netto bernilai positif ketika nilai ekspor lebih besar dari nilai impor dan negatif ketika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor. Ekspor netto menunjukan pengeluaran netto dari luar negeri atas barang dan jasa, yang memberikan pendapatan bagi produsen domestik.

Recent Posts

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.