Perlawanan Dengan Strategi Gerakan Dibawah Tanah (ilegal)

 Perlawanan Dengan Strategi Gerakan Dibawah Tanah (ilegal)

 Perlawanan Dengan Strategi Gerakan Dibawah Tanah (ilegal)

 Perlawanan Dengan Strategi Gerakan Dibawah Tanah (ilegal)

Munculnya perlawanan gerakan dibawah tanah atau ilegal karena terlalu kuatnya pemerintahan jepang menekan dan melarang Golongan Oposisi.Gerakan Nasionalisme yang ternyata tidak mampu menandingi kekuatan pemerintahan Jepang . Oleh karena itu , beberapa pejuang Nasinalis mengambil jalan melakukan gerakan di bawah tanah (ilegal )[5]. Strategi perjuangan tersebut ternyata dapat terorganisir secara rapi dan dilakukan secara rahasia . mereka diam dan bersembunyi untuk menghimpun kekuatan rakyat . mereka pun berusaha menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia . jaringan hubungan khusus terus dilakukan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional yang kooperatif terhadap jepang. Selain itu mereka membentuk jaringan kekuatan dengan melakukan sabotase dan tindakan destruktif (perusakan ) terhadap sarana/prasarana vital milik jepang .

  1. Kelompok Sutan Syahir

Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis. Sering mendapatkan panggilan untuk mengisi kursus politik bagi kaum pelajar. Pengikut dari kelompok ini terutama para pelajar dari kota Jakarta, Surabaya, Cirebon, Garut, Semarang dan lain-lain. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah”.

  1. Kelompok Kaigun

Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di jalan Bungur Besar No. 56 Jakarta. Asrama ini didirikan atas inisiatif dan bantuan kepala perwakilan Kaigun di Jakarta, Laksamana Muda Maeda pada bulan Oktober 1944. Dengan demikian kelompok ini merupakan kelompok yang paling akhir terbentuk. Sebagai pengurus asrama oleh Maeda ditunjuklah Mr. Ahmad Subardjo Djoyohadisuryo sebagai ketua dibantu tokoh-tokoh muda Wikana. Di dalam asrama ini mendapat pendidikan politik dari tokoh-tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Iwa Kusuma Sumantri, Latuharhary, R.P. Singgih, Ratu Langie, Maramis, dan Buntaran. Kelompok ini menjalin kerja sama dengan kelompok bawah tanah yang lain tetapi dengan hati-hati agar tidak dicurigai Jepang. Walaupun para pejuang terbagi dalam kelompok-kelompok di atas dan menggunakan strategi perjuangan yang berbeda, akan tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan yakni mencapai kemerdekaan Indonesia.

  1. Kelompok Sukarni

                    “Kelompok ini sering mengadakan kursus polotik yang pengajarannya diambil dari tokoh-tokoh pergerakan nasional, seperti Soekarno, Moh Hatta, dan Sutan Syahrir.”[6]. Tokoh-tokoh yang tergabung dalam kelompok Sukarni antara lain Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh,, Maruto Nitimihardjo dan yang lainnya.

  1. Kelompok Amir Syarifuddin

Menjelang kedatangan Jepang di Indonesia, Amir Syarifuddin berhubungan erat dengan P.J.A. Idenburg (pimpinan departemen pendidikan Hindia Belanda). Melalui Dr. Charles Van der Plas, P.J.A. Idenburg membantu uang sebesar 25.000 gulden kepada Amir Syarifuddin guna mengorganisir gerakan bawah tanah melawan Jepang. Oleh karena itu kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dengan Jepang. Karena sangat keras dalam mengkritik Jepang maka Amir Syarifuddin ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada tahun 1944. Atas bantuan Ir. Soekarno, hukumannya diubah menjadi hukuman seumur hidup akan tetapi setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka, ia terbebas dari hukuman.

C perlawanan Bersenjata

Kedatangan bangsa jepang ke Indonesia semula mendapatkan sabutan hangat rakyat karena mereka mepropagandakan akan membebaskan rakyat dari penindasan barat . Namun tindakan itu hanya dilakukan untuk beberapa bulan . pada hari selanjutnya , jepang justru lebih kejam dari belanda mereka secara terang-terangan menindas rakyat dan mengambil paksa sumber daya alam indonesia perlakuan buruk yang di perlihatkan jepang mendorong timbulnya perlawanan rakyat dibeberapa tempat.

Perlawanan bersenjata rakyat indonesia yang dilakukan berbagai daerah meliputi perlawanan rakyat dan tentara Peta.

Recent Posts

 

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.