Keterlibatan Indonesia dan sikap Indonesia terhadap situasi internasional

Keterlibatan Indonesia dan sikap Indonesia terhadap situasi internasional

Keterlibatan Indonesia dan sikap Indonesia terhadap situasi internasional yang sudah disebutkan diatas bisa dipahami dari sumber-sumber penting pembuat kebijakan luar negeri Indonesia dengan model Pre Theory yang terdiri dari :

1.       Individual/ idiocyncratic

Pengamatan karakter Individual penulis amati dengan mengamati persepsi Presiden Soekarno saat itu dimana Soekarno membuat kebijakan atas pemahamannya sendiri tentang situasi dunia politik internasional pada saat itu,  bagi Soekarno blok barat atau blok Amerika Serikat merupakan negara-negara kolonialisme dan segala bentuk penjajahan dari negara barat harus dihindari, Karena Indonesia sendiri merupakan negara yang pernah dijajah oleh belanda (barat).

Soekarno adalah seorang pemimpin yang memiliki rasa nasionalisme dan revolusionar sehingga kedekatan dengan Uni Soviet menjadi mudah dipahami dikarenakan gagasan-gagasan yang disebarkan oleh Uni Soviet mengenai komunisme memiliki ide yang sama yaitu nasionalis dan revolusioner. Hal ini juga yang mendasari bagaimana kedekatan Indonesia dengan China dan anti Malaysia dimana Presiden Soekarno menganggap bahwa mendukung Malaysia sama saja mendukung Inggris (negara kolonialis)   dan menafsirkan pembentukan Malaysia tersebut sebagai suatu usaha dari pihak negara-negara kolonialis dan Neokolonialis untuk mengepung Indonesia, dan oleh sebab itu

merupakan suatu ancaman terhadap keselamatan negara dan Bangsa Indonesia (Sabir M, 1987

2.       Role/ Peranan Pembuat Keputusan

Pada tingkatan analisis individu pemimpin yang dalam hal ini adalah presiden Soekarno merupakan individu yang sangat berpengaruh danmemiliki power sehingga tidak memerlukan konsensus lagi dalam setiap pengambilan keputusannya.

3.       Government

Pemerintahan Indonesia pada saat itu merupakan bentuk pemerintahan Demokrasi terpimpin dimana kekuasaan besar masih ada pada keputusan presiden, lembaga-lembaga negara dalam setiap keputusannya harus mendapat persetujuan dari Presiden. Sehingga pelaksanaan politik luar negeri merupakan kebijakan yang banyak diambil dari kebijakan Presiden kala itu.

4.       Social atau Society

kondisi domestik Indonesia saat itu merupakan sebagai sebuah negara yang baru berdiri, Indonesia  kemudian mencoba mencari sosok atau membangun profilnya dalam dunia internasional. Kondisi ekonomi yang relatif lemah namun memiliki semangat patriotisme yang besar membuat pemerintah Indonesia harus menentukan arah kebijakannya diluar negeri untuk membangun citra Indonesia didalam maupun dari luar. Dengan gagasan-gagasan anti kolonialisme Presiden Soekarno dianggap mewakili keinginan rakyat yang kondisinya memiliki rasa nasionalisme yang kuat dan juga terdapat kelompok-kelompok revolusioner

https://haciati.co/

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.