Tanda Pisah

Tanda Pisah

Tanda PisahTanda Pisah

Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Misalnya:

Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai-diperjuangkan

oleh bangsa itu sendiri.

 

  1. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

Misalnya:

Rangkaian temuan ini-evolusi, teori kenisbian, dan kini juga

pembelahan atom-telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

 

  1. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Misalnya:

1910-1945

Tanggal 5-10 April 1970

Jakarta-Bandung

Catatan:Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

 

Tanda Elipsis (…)

  1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.

Misalnya:

Kalau begitu … ya, marilah kita bergerak.

 

  1. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:

– Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

Catatan:

 

Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.

Misalnya:

Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati….

 

Tanda Tanya (?)

  1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Misalnya:

– Kapan ia berangkat?

– Saudara tahu, bukan?

 

  1. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya.

Misalnya:

– Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?).

– Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang.

 

Tanda Seru (!)

  1. Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.

Misalnya:

– Alangkah seramnya peristiwa itu!

– Bersihkan kamar itu sekarang juga!

– Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.

– Merdeka!

 

Tanda Kurung ((…))

  1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya:

– Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.

 

  1. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.

Misalnya:

– Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

– Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.

 

  1. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

Misalnya:

– Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a).

– Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.

 

  1. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.

Misalnya:

– Factor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.

 

Tanda Kurung Siku ([…])

  1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di naskah asli.

Misalnya:

– Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

 

  1. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Misalnya:

– Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat

halaman 35-38] perlu dibentangkan.


Baca juga:

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.