Mencegah terjadinya dumping

 Mencegah terjadinya dumping

Hal lain yang menjadi bahan pertimbangan dengan diberlakukannya kebijakan subsidi tersebut adalah mencegah terjadinya dumping yang dilakukan oleh negara lain. Bukan suatu rahasia lagi jika keberadaan dumping sangat merugikan negara tujuan ekspor. Karena dengan dumping, negara pengekspor mengenakan harga yanag sangat murah pada barang yang mereka jual. Sehingga kondisi tersebut sangat membahayakan kondisi perdagangan dalam negeri. Oleh kareena itu untuk menghindari kerugian yang diperoleh dari praktik dumping, pemerintah mengenakan subsidi, agar bisa mengimbangi produk – produk asing yang menggunakan sistem dumping.

Setelah mengetahui beragam tujuan dari adanya subsidi tersebut, hal lain yang juga tidak boleh terlupakan oleh produsen barang adalah tetap meningkatkan kualitas barang yang mereka miliki. Hal itu penting untuk dilakukan karena bagaimanapun juga konsumen akan tetap mencari barang dengan kualitas terbaik dan haraga termurah. Sehingga meskipun adanya kebijakan subsidi, jika hal tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan kualitas barang dan variasi barang dari para produsen, kebijakan subsidi tersebut tidak akan berjalan secara maksimal.

Pro kontra subsidi

Pengenaan kebijakan subsidi yang dilakukan oleh beberapa negara untuk melindungi produk dalam negerinya ternyata juga menimbulkan sebuah pro kntra dari beragam kalangan. Ada yang berpendapat bahwa dengan pelaksanaan kebijakan subsidi akan mampu melindungi produk dalam negeri dan juga meningkatkan semangat produsen dalam negeri untuk melakukan ekspor barang.

Namun disisi lain ada sebuah anggapan bahwa ternyata dengan adanya kebijakan subsidi, hal tersebut justru akan mematikan produksi barang negara tujuan ekspor. Hal tersebut terjadi karena dengan adanya subsidi secara otomatis, harga barang ekspor akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga barang yang tanpa subsidi. Sehingga jika negara tujuan ekspor tidak mempunyai perlindungan yang kuat terhadap produksi dalam negerinya, hal tersebut akan berakibat pada kematian produksi dalam negeri.

Oleh karena itu dengan melihat kondisi tersebut, WTO mengeluarkan aturan – aturan pada pemberlakuan subsidi barang agar perdagangan internasional tetap berjalan secara sehat dan tidak merugikan salah satu pihak.

Dengan melihat kondisi tersebut maka sudah dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari suatu kebijakan tersebut dapat berdampak positif maupun negatif, bergantung pada proses pelaksanaanya. Secara jelas pemberlakuan kebijakan subsidi tersebut akan memberikan keuntungan bagi para pengekspor. Namun disisi lain juga akan memberikan keuntungan dan kerugian bagi konsumen negara tujuan ekspor. Kerugian bagi negara tujuan ekspor adalah tersendatnya produksi dalam negeri karena tidak mampu bersaing dengan produk luar negeri yang jauh lebih murah.

3)      Efek dari Subsidi :

  • Efek Positif Subsidi

Kebijakan pemberian subsidi biasanya dikaitkan kepada barang dan jasa yang memiliki positif eksternalitas dengan tujuan agar untuk menambah output dan lebih banyak sumber daya yang dialokasikan ke barang dan jasa tersebut, misalnya pendidikan dan teknologi tinggi.

  • Efek Negatif Subsidi

Secara umum efek negatif subsidi adalah :

  1. a)Subsidi menciptakan alokasi sumber daya yang tidak efisien. Karena konsumen membayar barang dan jasa pada harga yang lebih rendah daripada harga pasar maka ada kecenderungan konsumen tidak hemat dalam mengkonsumsi barang yang disubsidi. Karena harga yang disubsidi lebih rendah daripada biaya kesempatan (opportunity cost) maka terjadi pemborosan dalam penggunaan sumber daya untuk memproduksi barang yang disubsidi.
  2. b)Subsidi menyebabkan distorsi harga.

Menurut Basri, subsidi yang tidak transparan dan tidak mengakibatkan:

Ø  Subsidi besar yang digunakan untuk program populis cenderung menciptakan distorsi baru dalam perekonomian

Ø  Subsidi menciptakan suatu inefisiensi

Ø  Subsidi tidak dinikmati oleh mereka yang berhak

4)      Contoh Subsidi

Ini Dampak Buruk Subsidi BBM Bagi Ekonomi RI

Pemangkasan subdisi energi menjadi satu pilhan kebijakan yang cukup berani dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal pemerintahannya. Padahal, selama bertahun-tahun kebijakan tersebut sulit diputuskan sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dibiarkan ‘sakit’.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara menuturkan subsidi energi menyimpan risiko besar terhadap APBN. Hal ini dikarenakan subsidi tersebut rawan dari pengaruh kondisi global.

Pertama, subsidi energi akan membengkak bila adanya lonjakan pada harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Ini terjadi di 2014, ketika anggaran subsidi energi melonjak sampai dengan Rp 350,3 triliun.

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.