Punya air 250 kali lebih banyak dari Bumi, adakah kehidupan di planet ini?

Punya air 250 kali lebih banyak dari Bumi, adakah kehidupan di planet ini?

Punya air 250 kali lebih banyak dari Bumi, adakah kehidupan di planet ini

 

Tujuh planet seukuran Bumi yang mengelilingi bintang TRAPPIST-1 saling tarik menarik satu sama lain saat mengelilingi bintang induk mereka itu.

Dengan pengamatan yang hati-hati terhadap gerakan tarik menarik itu, para

ilmuwan berhasil mengumpulkan informasi mengenai komposisi ketujuh planet dan didapat bukti bahwa beberapa dari planet yang mengelilingi TRAPPIST-1 memiliki air yang jumlahnya 250 kali lebih banyak dari seluruh samudera di Bumi, simpul sebuah penelitian seperti ditulis laman space.com.

Mengetahui komposisi planet-planet ini adalah penting untuk menentukan apakah planet-planet itu ditinggali kehidupan seperti di Bumi. Namun memang sangat rumit menganalisis planet-planet ini.

Untuk pengetahuan awal, sistem ini berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi sehingga

mengirimkan wahana antariksa ke sana untuk saat ini adalah mustahil karena teknologinya belum bisa sampai ke sana.

Sebagai perbandingan jarak Bumi ke TRAPPIST-1, ambil contoh pesawat ruang angkasa yang saat ini berada di tepi luar Tata Surya, Voyager 1, yang perlu waktu 73.000 tahun untuk mencapai Proxima b atau empat tahun cahaya dari Bumi.

Oleh karena itu, para peneliti pada Universitas Bern, Swiss, menempuh langkah kreatif untuk memahami planet-planet di sekeliling bintang TRAPPIST-1 itu.

Planet-planet luar surya atau eksoplanet pada sistem TRAPPIST-1 berserakan dalam

orbit yang sempit di sekitar bintang induknya dan dekat satu sama lain. Jarak antar mereka seperti jarak Merkurius ke Matahari.

Baca juga: Ketika Teori Relativitas Einstein dipakai untuk jejak eksoplanet

Ketika planet-planet yang dinamai TRAPPIST-1b, c, d, e, f, g dan h itu bergerak, gravitasi planet-planet ini bisa mengubah orbit di antara mereka.

Satu tim ilmuwan internasional pimpinan Simon Grimm dari Pusat Antariksa dan Habitabilitas (CSH) pada Universitas Bern, dapat mendeteksi fenomena itu.

 

sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/whatsapp-mod/

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.