Model Proses Cleanroom

    HomePendidikan Model Proses Cleanroom
Model Proses Cleanroom

Model Proses Cleanroom

admin

Model Proses Cleanroom

Model Proses Cleanroom

Model Proses Cleanroom

Pendekatan cleanroom menggunakan incremental software model versi khusus. Pipeline software increment dikembangkan oleh tim kecil perekayasaan perangkat lunak secara independen. Setelah setiap increment tersertifikasi, kemudian semua increment tersebut digabungkan. Urutan kerja cleanroom untuk setiap increment diilustrasikan dalam gambar 1. Semua requirement sistem dikembangkan dengan metode perekayasaan sistem (system engineering methods). Ketika fungsionalitas telah diberikan, pipeline increment cleanroom dimulai.

kiki1
[gambar 1]

Rangkaian kerja untuk setiap increment:
Increment planning. Fungsionalitas setiap increment, proyeksi ukurannya, dan jadwal pengembangan cleanroom dibuat. Rencana kerja ini dikembangkan sebelum increment dimulai.
Requirements gathering. Deskripsi lebih detail tentang level requirement customer untuk setiap increment dikembangkan.
Box structure spesification. Metode spesifikasi yang menggunakan struktur boks [HEV93] digunakan untuk mendeskripsikan spesifikasi fungsional. Secara singkat, struktur boks mengisolasi dan memisahkan definisi tentang perilaku, data, dan prosedur (fungsi) pada tiap level perbaikan. Akan dijelaskan lebih lanjut di bagian lain pembahasan ini.
Formal design. Meskipun dimungkinkan untuk membedakan secara jelas antara dua aktivitas, spesifikasi (disebut black box) berulang-ulang tetap dilakukan.
Correctness verification. Sesuai dengan filosofi yang telah disebutkan sebelumnya, tim cleanroom melakukan banyak sekali akktivitas verifikasi kebenaran. Verifikasi dilakukan dimulai dari level teratas struktur boks hingga ke detail desain dan kode.
Code generation, inspection, and verification. Spesifikasi struktur boks diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman. Teknik inspeksi digunakan untuk memastikan kesesuaian kode dan struktur boks dan kebenaran sintaks kode. Kemudian verifikasi kebenaran dilakukan pada source code.
Statistical test planning. Proyeksi penggunaan software dianalisa dan serangkaian test case direncanakan dan didesain. Aktivitas ini berjalan paralel dengan spesifikasi, verifikasi, dan code generation.
Statistical use testing. Teknik statistical use mengeksekusi serangkaian tes yang diturunkan dari sample statistikal dari semua kemungkinan eksekusi program oleh semua pengguna dari populasi target.
Certification. Ketika verifikasi, inspeksi, dan tes penggunaan selesai dilakukan, increment disertifikasi, yang berarti bahwa siap untuk diintegrasikan dengan increment lain.

Sumber : https://forbeslux.co.id/