Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Menjadi Imigran, Kisah Perempuan Muda Rusia

Enam bulan lamanya, aku mengenal perempuan muda ini. Datang jauh dari Rusia karena ia menikah dengan pria warga negara Jerman. Bedanya ia sangat muda sekali, masih baru 24 tahun. Cantik, rambut sebahu, rambutnya coklat, tinggi, setiap lelaki memujinya sebagai perempuan yang seksi. Asiknya apartemen kami sangat dekat, sehingga kami sering minum kopi bersama, ngobrol tema sehari-hari, berbagi cerita dan mimpi.

Setelah mengikuti sekolah bahasa 600 jam, ia mulai menemukan beberapa persoalan klasik. persoalan pertama, tentang pendidikan. Ia tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk mulai bekerja. pekerjaan terakhirnya adalah waitress di cafe. tentunya pekerjaan ini bukanlah pekerjaan white collar workers. secara teknis setelah siswa selesai tahapan sekolah akhir mereka bisa memilih jika mereka ingin mengambil “Ausbildung” (semacam pratikum di perusahaan, selama 4 tahun) atau belajar di universitas.

Pilihannya tentu tidak terlalu banyak tetapi akhirnya ia disarankan untuk mengambil arah Ausbildung oleh Arbeitsamt (badan yang membantu orang untuk bekerja). menurut Arbeitsamt, ia akan menerima sekitar 200 euro tiap bulan sebagai pekerja di perusahaan pratikumnya. Which sounds good… pada saat itu kabar ini adalah sebuah angin segar buat telinga imigran.

Pada kunjungan berikutnya di Arbeitsamt, ia diberi banyak kertas untuk diisi. kemudian ada statement yang tertera didalamnya, bahwa ia akan menerima 200 euro (uang bantuan dari pemerintah) jika suaminya telah bekerja di jerman minimum 4 tahun. Tentunya fakta ini tidak terlalu bagus baginya karena suaminya selama ini bekerja di Austria, dan baru saja memulai karirnya di jerman (dalam hitungan bulan). Sehingga … pertanyaannya, pilihan apa yang dia punyai?

“Tidak ada pilihan”.

ini adalah sebuah kondisi yang cukup pelik ketika suaminya mempunyai pendapatan yang mepet. belum lagi dari ceritanya, mereka juga harus membayar permanent cost (apartemen, dll), kredit mobil, dll. Sekolah lagi juga bukan tema mereka saat ini. bekerja adalah kebutuhannya. tapi sayangnya dengan catatan serupa ia tidak bisa langsung bekerja, kecuali jika ia ingin kerja sambilan tanpa asuransi (400 euro per bulan).

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/fb-ads-vs-ig-ads/

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.