Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

    HomePendidikan Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia
Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

admin

Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

Kisah Pejuang Bahasa Warisan Nenek Moyang Indonesia

Indonesia tengah tergerus arus globalisasi, puluhan juta masyarakat sibuk

mempelajari bahasa asing dan mulai tak tertarik dengan bahasa sendiri. Bahkan seorang mahasiswa tingkat akhir saja, belum benar-benar bisa menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan kata yang dikenalnya dalam bahasa asing. Bebasnya informasi internasional yang masuk ke Indonesia, membuat masyarakat terutama generasi milenial kadang menjadi lebih akrab dengan bahasa asing. Lantas masih adakah orang-orang yang mencintai bahasa Indonesia? Adalah Slamet Samsoerizal, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang sedang berjuang merebut hati generasi milenial untuk tetap cinta berbahasa Indonesia.
slamet samsoerizal tokoh guru berprestasi tingkat nasionalSlamet Samsoerizal saat menjadi pembicara di salah satu acara konferensi ilmiah.

Slamet, lahir pada 10 Desember 1961, merupakan seorang guru Bahasa Indonesia

sekaligus penulis di berbagai media dan narasumber pada berbagai forum ilmiah. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukannya sejak 2019 hingga saat ini yaitu menjadi penulis skenario dan narasumber program TV edukasi “PASTI BISA”. Sepak terjangnya di dunia pendidikan berawal dari hobi membaca dan menulis sejak kecil, yang kemudian membuatnya masuk ke IKIP Jakarta Jurusan Bahasa Indonesia untuk memperdalam kemampuan bahasanya. Lulus pada tahun 1986, Slamet langsung berkarir menjadi seorang guru Bahasa Indonesia. Mulai dari sekolah keperawatan, sekolah tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi, semua pernah disinggahinya sebagai tempat ia berbagi ilmu.

Seakan tidak mau pasif, Slamet terus mengeksplorasi diri dengan menulis di samping tugas utamanya menjadi guru. Ia banyak menulis artikel pendidikan di berbagai jenis media, baik cetak maupun media daring. Sejak 1986 Slamet sudah aktif menulis buku-buku pelajaran, mulai dari buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA/K, modul cetak dan daring pembelajaran SMP Terbuka, hingga buku materi kuliah bagi Mahasiswa Pendidikan Tenaga Kesehatan. Ia juga terlibat dalam pembuatan naskah audio dan video pembelajaran bahasa Indonesia. Tidak hanya memiliki karya yang bermanfaat bagi banyak pelajar Indonesia, Slamet juga meraih predikat juara satu pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) tahun 2017.

Berkat prestasi dan pengabdian Slamet pada dunia pendidikan, pada tahun 2018

ia berhasil dianugerahi Penghargaan Satyalancana oleh negara. Tepatnya pada 25 November 2018 di Jakarta, ia bersama dengan 22 guru berprestasi lainnya menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI. Penghargaan Satyalancana sendiri adalah penghargaan tertinggi yang diberikan negara bagi guru-guru yang berprestasi di tingkat nasional. Tidak sembarang guru, penerima penghargaan ini memiliki beberapa kriteria antara lain: pernah menjuarai ajang lomba tingkat nasional; telah berdedikasi di bidang pendidikan minimal 10 tahun; dan lulus pemberkasan yang dilaksanakan mulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepolisian RI hingga verifikasi dari Badan Intelijen Nasional.

 

Sumber :

https://www.giantbomb.com/profile/danuaji88/blog/spermatophyta-definition-example-image-type-charac/140010/