Konsep Sistem Basis Data

Konsep Sistem Basis Data

Konsep Sistem Basis Data

Konsep Sistem Basis Data

Konsep Sistem Basis Data

Definisi DBMS sangatlah bervariasi, secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efsien.

Dibandingkan dengan sistem yang berbasis kerta, DBMS memiliki 4 keunggulan:

· Kepraktisan : Sistem yang berbasis kertas akan mengguankan kerta yang sangat banyak untuk menyimpan informasi, sedangkan DBMS menggunakan media penyimpan sekunder yang berukuran kecil tetapi padat informasi.

· Kecepatan : Mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia.

· Mengurangi kejemuan : Orang cenderung menjadi bosan kalau melakukan tindakan-tindakan berulang yang menggunakan tangan )misalnya harus mengganti suatu informasi).

· Kekinian : Infomasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.

Secara lebih detail, keuntungan basis data terhadap sistem pemrosesan berkas adalah dalam hal :

· Kemubaziran data terkurangi
· Integritas data
· Independensi data
· Konsistensi data
· Berbagi data
· Sekuritas data
· Penggunaan data lebih mudah.

Abstraksi Data

Untuk mendukung kepraktisan, DBMS menyediakan pandangan abstrak terhadap data bagi pengguna. DBMS berusaha menyembunyikan detail tentang bagaimanna data disimpan dan dipelihara. Namun tentu saja hal ini dilakukan dengan sedapat mungkin mengusahakan data agar dapat diakses secara efisien.

Abstraksi data dalam DBMS biasa dibagai menjadi tiga lapis, yaitu lapis fisis, lapis konseptual, dan lapis pengguna.

Lapis fisis merupakan lapis terendah dalam abstraksi data. Lapis ini menjelaskan bagaimana data sesungguhnya disimpan. Pada lapis ini struktur data dijabarkan secara rinci.

Lapis konseptual bersifat lebih tinggi daripada lapis fisis. Lapis ini menjabarkan data apa saja yang sesungguhnya disimpan pada basis data, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antar data. Level ini biasa digunakan oleh Database Administrator.

Lapis pengguna merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini apengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna dapat berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data.

Enterprise

Enterprise adalah bagian dunia nyata yang dimodelkan dengan menggunakan basis data. Bentuk entrprise dapat berupa individu atau badan hukum ynag menjalankan tugas-tugasnya sehubungan dengan aktivitasnya sehari-hari. Sebagian contoh enterprise adalah objek-objek yang penting seperti sekolah, perpustakan, rumah sakait, bank, dsb. Sedangkan aktivitas akademik, pengelolaan keuangan dalam toko, dan manajemen inventarisasi obat-obatan pada suatu apotik dapat disebut enterprise.

Enterprise Rules

Enteprise rules adalah aturan-aturan yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan-hubungan (keterkaitan atau relasi) antara entity satu dengan lainnya (entity relationship) beserta operations-nya. Atau dengan kata lain, enteprise rules adalah aturan-aturan yang dipakai untuk menegaskan hubungan antar entitas. Penegasan ini sangat berguna di dalam melihat apakah suatu entity bersifat obligatory (harus ada) atau non-obligatory. Dengan demikian, enterprise rules sangat erat kaitannya dengan masalah-masalah model entity relationship dan tingkat relasi pada entity set dan proses normalisasi tabel-tabel basis data.

Baca Juga :

about author

admin

admin@worldbikelx.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.