PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

    HomePendidikan PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN
PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

admin

PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

PEMBENTUKAN ISTILAH DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN

Definisi istilah : Kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Khusus dalam bidang peristilahan yang menyangkut 39 bidang

ilmu, Majelis Bhs Ind-Malaysia tengah berusaha membakukan berbagai

istilah bidang ilmu bagi kepentingan dua negara. Majelis BI-M didirikan

pada tanggal 23 Mei 1972 dan mengadakan sidang secara bergantian di

dua negara. Di setiap bidang ilmu ada kurang lebih 500-1000 istilah.

Penciptaan istilah itu dilakukan oleh ahli ilmu pengetahuan masing–

masing, kemudian oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam koalisi

istilah itu disesuaikan dengan pedoman pembentukan istilah.

Beberapa sumber bahasa yang dapat dijadikan sumber istilah :

1.Bahasa Indonesia / Melayu

1.1 Kata yang paling tepat mengungkapkan makna konsep, proses, dan keadaan.

– bea => pajak barang masuk dan barang keluar

– cukai => pajak hasil perusahaan atau industri

– pajak => iuran wajib dari rakyat sebagai sumbangan kepada negara.

Pajak kekayaan, tontonan, PBB, dll

1.2 Kata yang paling singkat daripada kata lain yang berujukan sama

– gulma => tumbuhan pengganggu

– suaka => perlindungan

– kosa => perbendaharaan

1.3 Kata yang bernilai rasa baik dan sedap didengar

– pramuniaga => pelayan toko besar

– pembantu => babu/jongos

– karyawan => pekerja / buruh

– pemandu / pramuwisata => penunjuk jalan

2.Bahasa – bahasa daerah serumpun

Bahasa Indonesia masih kekurangan kata–kata yang bernilai rasa atau kata–kata efektif yang melambangkan curahan hati masyarakat. Di antara kata–kata rasa yang sudah sering digunakan dalam pemakaian bahasa Indonesia sekarang,

– sempoyongan => terhuyung –huyung seperti hendak jatuh

– bertele – tele => berbicara tidak jelas ujung pangkalnya

– bobrok => rusak sama sekali (bangunan/akhlak)

– nyeri => sakit pada salah satu bagian tubuh

– langka => susah didapat

– lugas => apa adanya (zakelijk)

– tuntas => selesai sepenuhnya

– pesangon => uang untuk karyawan yang diberhentikan

3.Bahasa asing

Pemakaian istilah asing dapat dilakukan apabila memenuhi syarat sbb:

3.1 Istilah asing yang dipilih lebih cocok karena konotasinya atau lebih bermakna tepat jika dibandingkan dengan persediaan kata yang ada

– konfirmasi => penegasan atau pengesahan

– amatir => tanpa bayaran

– logis => masuk akal

– insentif => pendorong / perangsang

– spontan => tanpa diminta – minta / dengan sendirinya

3.2 Istilah asing yang dipilih lebih singkat bila dibandingkan dengan terjemahannya

– dokumen => surat – surat penting yg menjadi bukti

– akulturasi => perpaduan unsur kebudayaan yang satu dengan yang lain hingga menimbulkan kebudayaan yang baru.

– Urbanisasi

– etiket => cara kesopanan yang dilazimkan

Kadang – kadang terdapat istilah yang diizinkan dipakai dalam

bahasa asing dan bahasa Indonesia.

i.manajer = pengelola

ii.manajemen = pengelolaan

iii.relatif = nisbi

iv.temperatur = suhu

v.klasifikasi = penggolongan

vi.kreativitas = daya cipta

vii.sektor = bidang

viii.sirkulasi = peredaran

ix.realisasi = pelaksanaan

Cara pemasukan istilah asing dapat dilakukan sebagai berikut:

1.Melalui penerimaan secara utuh

Diterima sebagaimana adanya dalam bahasa asalnya. Cara ini

ditempuh jika istilah atau ucapan itu dianggap bersifat internasional

atau jika orang belum menemukan padanannya dalam bahasa

Indonesia, antara lain

x.de jure => menurut hukum

xi.de fakto => menurut kenyataan

xii.doctor honoris causa => doktor kehormatan

xiii.cum laude => dengan pujian

2.Melalui terjemahan

Dalam menerjemahkan istilah asing yang penting ialah kesamaan

makna konteks, bukan makna harfiahnya. Karena itu terjemahan tidak

menghasilkan bentuk berimbang satu lawan satu. Namun kategori

gramatikalnya diperhatikan juga kata benda=kata benda pula.

xiv.brain storming => sumbang saran

xv.up to date => mutakhir

xvi.overlap => tumpang tindih

xvii.bilateral => dua pihak

xviii. feedback => umpan balik

3.Melalui adaptasi : penyesuaian ejaan / sistem bunyi bahasa Indonesia

-integration => integrasi

-research => riset

-university => universitas