Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

    HomePendidikan Peminat Pendidikan Alquran Meningkat
Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

admin

Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

Peminat Pendidikan Alquran Meningkat

Rektor In­stitut Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ), Prof Nasaruddin Umar, mengungkapkan,

jumlah peminat terhadap pendidikan Alquran di universitas Jakarta ini meningkat tiga kali lipat. Daftar tunggu pe­minat di PTIQ kini lebih lama lantaran banyaknya calon maha­siswa yang ingin mengenyam pendidikan di sana. Namun, PTIQ sendiri membatasi jumlah ma­hasiswanya.

”Peminat dari calon mahasiswa meningkat. PTIQ digemari ba­nyak orang. Apalagi karena adanya permintaan untuk mahasiswa perempuan, PTIQ akhirnya mem­buka kelas perempuan,” kata Us­tadz Nasaruddin.

Berbeda dengan tahun sebe­lumnya, Nasaruddin mengatakan b a h w a PTIQ

tak lagi mene­rima ma­hasi swa dari sisa pendaftar yang tidak lulus di perguruan tinggi ne­geri, se­perti UIN. Menurut dia, kini P T I Q j u s t r u mengada­kan tes lebih dulu, yakni satu bulan sebelum dimulainya tes di UIN Jakarta. Bahkan, banyak pendaftar yang tidak lulus di PTIQ kemudian masuk ke perguruan tinggi lain.

Nasaruddin menuturkan, jum­lah maksimum mahasiswa di PTIQ setiap tahunnya 500 sesuai kapa­sitas asrama. Namun tahun ini PTIQ akan menambah kuota mahasiswa menjadi 600. Penam­bahan itu seiring dibukanya dua kelas untuk perempuan yang ta­hun ini memasuki tahun kedua. Dari jumlah 600 mahasiswa itu, di antaranya 500 laki-laki dan 100 perempuan.

Dalam mengembangkan dan menghasilkan lulusan PTIQ yang berkualitas

, Nasaruddin men­gatakan bahwa universitas ini melakukan penguatan bahasa Inggris bagi mahasiswanya. Hal itu karena imam yang dihasilkan dari PTIQ banyak dibutuhkan masjid di Indonesia dan Asia Tenggara.

Ia melanjutkan, permintaan imam dari PTIQ bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan, peminat ter­hadap imam dari PTIQ juga ba­nyak datang dari Eropa dan Amerika.

”PTIQ meny­uplai imam di Eropa, Amerika dan negara tetan­gga. Jumlah peng­anggur PTIQ se­makin berkurang, seiring banyaknya permintaan akan imam dari Indo­nesia,” lanjutnya. Di luar negeri, imam-imam ter­sebut tak hanya memimpin salat, tapi juga menika­hkan, memberi fatwa dan mem­berikan wasiat.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/B2G2G8C