Kecepatan dan Percepatan

    HomePendidikan Kecepatan dan Percepatan
Kecepatan dan Percepatan

Kecepatan dan Percepatan

admin

Kecepatan dan Percepatan

Kecepatan dan Percepatan

Kecepatan dan Percepatan

Rumus kecepatan adalah jarak per waktu tempuh atau v = s/t . Secara filosofis makna kecepatan dalam kehidupan ditinjau dari rumusnya berarti kecepatan berbanding lurus dengan jarak dan berbanding terbalik dengan waktu. Dengan memahami konsep v = s/t ini, maka seharusnya kita akan selalu tepat waktu dan menjadikan kita disiplin waktu dan hidup teratur.

Misalnya dalam kehidupan nyata, keseharian seorang santri Ar-Rahman yang hidup diasrama sering dihadapkan dengan persoalan mengantri pada saat mandi pagi. Maka, agar tepat waktu apel pagi pukul 7.00 kita harus bergerak cepat, ketika waktu yang dibutuhkan kecil maka tidak ada hambatan apapun dan menjadi bebas mengantri. Dalam kehidupan kita sering mendengar semboyan diri “lebih cepat lebih baik” jika kita mempunyai segudang tugas, jangan memikirkan banyaknya tapi bertindaklah!, kerjakanlah segera!, maka waktu untuk menyelesaikannya menjadi kecil dan kita memiliki sisa waktu untuk hal lainnya yang lebih lapang.

Hasil atau kenyataan yang akan kita peroleh mendatang atau saat ini adalah usaha/kerja yang kita lakukan dikalikan dengan waktu yang kita tempuh. Karena itu hiduplah seperti rumus “percepatan (a)” dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan bukan rumus Gerak Lurus Beraturan (GLB). dimana dalam rumus GLB, tidak ada nilai perubahan kecepatan, dengan kata lain kecepatannya tetap atau konstan, sehingga nilai percepatannya nol. Itu sama artinya seorang tak maju-maju dalam hidupnya. Terus menerus dalam keadaan yang sama sepanjang waktu. Pada rumus GLBB, dikenal pula istilah “perlambatan” (nilai percepatannya minus). Rumus ini pun jangan ditiru, karena nilai minus muncul akibat kecepatan akhir yang dilakukaan lebih kecil dari pada kecepatan awal (∆v = Vt – Vo). Ini sama artinya seorang mengalami kemunduran dalam hidupnya.

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

Sumber : https://downloadapk.co.id/