Keteguhan Menjaga Rahasia

    HomePendidikan Keteguhan Menjaga Rahasia

Keteguhan Menjaga Rahasia

admin

Keteguhan Menjaga Rahasia

Seorang wanita mendatangi Ahmad bin Al-Mahdi dikala ia bermalam di Bagdad. Ahmad bin Al-Mahdi bukanlah penduduk asli Bagdad. Sedangkan, wanita yang mendatanginya adalah seorang putri berasal dari warga kota selanjutnya yang sedang dirundung masalah.

Ia akan menceritakan permasalahannya, namun Ahmad bin Al-Mahdi perlu bersumpah supaya merahasiakannya. Ahmad bin Al-Mahdi pun menyanggupinya.

Wanita itu bercerita bahwa ia telah hamil. Selama itu ia mengaku sebagai istri Ahmad dan bayi dalam kandungannya adalah darah daging Ahmad.

Dia memohon bersama amat supaya Ahmad bin Al-Mahdi senang memelihara rahasianya bersama berkata, “Simpanlah rahasiaku, semoga Allah menutupi rahasiamu seperti halnya engkau menutupi rahasiaku.” Wanita itu pun segera pergi meninggalkannya.

Tentu saja hal itu membuatnya kaget. Bagaimana tidak, bisa-bisanya wanita itu mengaku sebagai istrinya, apalagi ia perlu mengakui bayi dalam kadar wanita selanjutnya sebagai anaknya. Namun, seluruh telah terlanjur dan ia cuma ingin menunjang wanita selanjutnya terlepas berasal dari kesulitannya.

Waktu pun berlalu. Sesepuh berasal dari area area tinggal wanita itu berkunjung mendatangi Ahmad bin Al-Mahdi bersama warga lainnya guna berikan sadar perihal kelahiran anaknya.

Ia pun bergembira atas berita tersebut, sesudah itu menitipkan duit dua dinar untuk diberikan kepada wanita yang mengaku istrinya untuk menafkahi anaknya.

Begitu seterusnya, ia selalu menitipkan duit untuk wanita selanjutnya bersama anaknya melalui sesepuh area wanita itu. Akan tetapi, tidak lama sesudah itu anak selanjutnya meninggal. Ia pun perlihatkan bela sungkawanya dikala orang-orang berkunjung menyampaikan berita tersebut.

Satu bulan kemudian, wanita itu mendatanginya sambil membawa duit yang dititipkan Ahmad untuknya. Seluruh duit Ahmad ia kembalikan seraya berkata, “Semoga Allah menutupi rahasiamu seperti halnya engkau menutupi rahasiaku.”

Namun, Ahmad menolaknya, “Uang ini milikmu, gunakanlah untuk keperluanmu.”

Baca Juga :