CARA MENDIDIK ANAK REMAJA AGAR TIDAK MELAKUKAN BULLYING

    HomePendidikan CARA MENDIDIK ANAK REMAJA AGAR TIDAK MELAKUKAN BULLYING

CARA MENDIDIK ANAK REMAJA AGAR TIDAK MELAKUKAN BULLYING

admin

7 TIPS MENDIDIK ANAK REMAJA AGAR TIDAK MELAKUKAN BULLYING KE ORANG LAIN

Sebuah studi yang disalin dalam The American Journal of Psychiatry mengemukakan bahwa anak-anak yang menjadi korban bullying berisiko besar menderita gangguan kognitif, fisik, dan mental hingga 40 tahun setelahnya. Oleh sebab itu, segera ambil tindakan andai anak menjadi tukang bully di sekolahnya. Berikut ini ialah beberapa tips guna mendidik anak remaja supaya dia tidak mengerjakan bullying pada orang lain.

Bersikap Tegas Kepadanya
Ketika kita tahu anak mengerjakan bullying untuk temannya, tidak boleh didiamkan. Segera ajak dia untuk berkata secara serius. Pastikan bahwa anak memahami sikap tersebut bukan sesuatu yang mesti diulanginya. Di samping itu, tunjukkan pula kepadanya bila Anda tidak pernah memberi toleransi terhadap perbuatan bullying dalam format apapun, baik tersebut di luar ataupun di dalam rumah.

Memberi Hukuman Sebagai Konsekuensi
Dalam mendidik anak remaja, orang tua perlu mengindikasikan sikap tegas. Sebagai contohnya, ketika Anda tahu bahwa dia mengerjakan bullying pada rekan sekelasnya, beri dia hukuman yang dapat memberinya efek jera. Apabila dia mengerjakan bullying dalam format verbal, entah tersebut lewat jejaring sosial atau platform pesan instan, beslah PC atau ponsel pintarnya untuk sedangkan waktu.

Cari Tahu Pemicunya
Bagaimanapun, anak tetap berhak memberi sanggahan atas sikapnya. Oleh karenanya, beri dia waktu guna menjelaskan urusan itu kepada Anda. Namun, tidak boleh langsung menelan informasi tersebut seutuhnya, ya. Coba kerjakan validasi ke sekolahnya. Anda dapat bertanya untuk wali ruang belajar atau guru konselingnya, mengenai pergaulan anak ketika di sekolah. Setelah itu, barulah tarik benang merah mengenai pemicu dari sikap anak yang suka mengerjakan bullying untuk orang lain.

Coba Lakukan Introspeksi Diri
Dukungan orang tua ialah kunci guna mendidik anak remaja menjadi individu yang lebih baik. Ketika anak mengerjakan suatu kesalahan, kita tidak butuh langsung memarahinya. Cobalah guna merenung sejenak dan mengerjakan introspeksi diri. Apakah sikap anak yang agresif ialah hasil refleksi dari apa yang dia lihat di rumahnya?

Mengajarkan Sikap Empati Sedini Mungkin
Ajarkan sikap empati sedini mungkin untuk anak. Dengan demikian, dia tidak akan mengerjakan hal buruk untuk orang lain. Saat kita mempunyai waktu luang, misalnya, ajak anak guna menghadiri acara-acara bertajuk sosial. Kenalkan dia untuk orang-orang yang bertolak belakang darinya, entah itu dari sisi ras, agama, suku, warna kulit, dan beda sebagainya. Cara ini lumayan efektif dalam mendidik anak remaja yang sedang menggali jati diri, lho.

Menjadi Panutan yang Baik untuknya
Anak bakal meniru teknik orang tua berinteraksi, entah tersebut dengan dirinya ataupun orang lain. Maka dari itu, orang tua butuh bersikap hati-hati saat berada di dekat anak. Sebisa mungkin tidak boleh bersikap agresif di depan anak. Namun, bilamana Anda merasa tidak dapat menahan emosi, segera pergi dari hadapannya. Dengan memberi misal yang baik untuknya, anak pasti akan menjadi individu yang lebih berempati dengan lingkungan sosialnya.

Beri Pujian Bagi Hal Positif yang Dilakukannya
Pada sejumlah kasus, anak sengaja mengerjakan bullying melulu untuk unik perhatian orang tua mereka. Karena itu, tidak jarang kali beri anak sokongan untuk segala urusan baik yang sudah dilakukannya. Perhatian sekecil apapun dari kita akan paling berarti baginya. Jadi, sebisa barangkali luangkan masa-masa untuk memperhatikan ceritanya, atau sekadar memberinya pujian ketika dia mengerjakan hal positif.

Inilah sejumlah tips mendidik anak remaja yang dapat Anda jajaki di rumah. Juga, tidak jarang kali tegaskan untuk anak bahwa menjadi tukang bully bukan sesuatu yang membanggakan, dan tersebut hanya dilaksanakan oleh mereka yang tidak percaya diri. Sumber : www.pelajaran.co.id/