Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

    HomePendidikan Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes
Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

admin

Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

Wagub Uu Minta Pemerintah Berikan Anggaran Untuk Ponpes

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, merasa prihatin terhadap pendidikan

Pondok Pesantren (Ponpes) disebut sebagai pendidikan non formal. Sehingga label itu yang berdampak pada tidak adanya anggaran yang jelas bagi pendidikan berbasis ponpes.

Menurut Uu, di sektor pendidikan umum dan lainnya, pemerintah begitu peduli. Bahkan pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Mekanisme penganggaran pun diatur, tapi kenapa pendidikan berbasis ponpes tidak mendapatkan porsi yang sama.

“Harapan kami pemerintah agar ada anggaran untuk para santri, kyai, ajengan dan kobong,” kata Uu saat ditemui awak media di Cirebon pada peringatan HSN, Sabtu (20/10) kemarin.

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan Uu, ponpes sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Di bidang kesehatan, kata Uu, pemerintah mampu mengalokasikan anggaran.

“Pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat dan kesehatan masyarakat,

pemerintah membuat anggaran puskesmas, membuat anggaran untuk alat kesehatan, membuat anggaran untuk gaji para dokter, kode rekeningnya jelas, nomor rekeneningnya jelas,” sebutnya.

Begitupun dengan sistem pendidikan yang ada selama ini. Pemerintah memfasilitasi anggaran dengan jelas. Mulai dari gaji guru, penyediaan sarana dan prasarana, pembangunan ruang kelas dan perpustakaan serta lainnya.

“Tapi kenapa dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan tidak ada anggaran yang jelas di APBN, tidak ada anggaran yang jelas di provinsi dan kabupaten. Paling juga dari hibah yang ada di kabupaten dan kota,” paparnya.

“Itu pun kalau Bupatinya kayak saya yang dari pesantren. Ada kepedulian.

Tapi kan kalau ganti Bupati, ganti Kepala Daerah, siapa tahu? Karena itu tidak ada payung hukum yang jelas, bisa saja tidak ada,” lanjut Uu.

Oleh karena itu, Uu berharap pendidikan berbasis ponpes pun dapat diperlakukan yang sama. Tidak ada lagi dikotomi antara pendidikan ponpes dengan pendidikan umum, tidak lagi menyebut ponpes sebagai pendidikan non formal, sehingga kesejahteraan para santri, kyai dan guru ngaji dapat meningkat.

“Harapan kami, pemerintah harus menganggarkan untuk sarana dan prasarana pondok pesantren, beasiswa santri. Jangan hanya beasiswa-beasiswa saja, sementara santri tidak dikasih. Mereka juga sama sebagai anak bangsa yang akan meneruskan estafet perjuangan dan kepemimpinan,” pungkasnya.

 

Baca Juga :