Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

    HomeFashion Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%
Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

admin

Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

Pasokan untuk Pasar Ritel Tumbuh 3,9%

 

Pasokan properti untuk pasar sektor ritel

diperkirakan tumbuh 3,9% pada semester II tahun ini. Penambahan pasokan properti tersebut akan dikontribusi dari segmen lifestyle center.

 

Director Head of Research & Advisory PT Cushman and Wakefield

Indonesia Arief Rahardjo mengatakan, selain lifestyle center , jenis properti onestop shopping center yang sudah mempunyai izin sebelum diberlakukannya moratorium oleh Pemerintah DKI Jakarta juga akan memberikan kontribusi dari pertubuhan pasar ritel. Menurutnya, beberapa proyek yang siap meramaikan pasar di antaranya Lippo Mall Puri di The St Moritz dan Mal Pantai Indah Kapuk yang diharapkan selesai 100% pada akhir 2015.

Selain itu, ada juga Pusat Grosir Metro Cipulir dan One Belpark yang diperkirakan dipasarkan di kuartal III/2015. ”Meskipun tidak ada pasokan baru, aktivitas pasar ritel di Jakarta terpantau cukup aktif selama kuartal kedua tahun 2015. Menempati ruangruang ritel existing di Jakarta, department store dan penyewa toko fashion mendominasi kegiatan sewa pada kuartal II,” ujar Arief di Jakarta kemarin.

 

Meski demikian, ujar dia, dalam kondisi ekonomi nasional

yang masih melambat, diperkirakan akan menahan rata-rata tingkat hunian dalam jangka waktu pendek. Menurutnya, tingkat hunian baru akan stabil dan harga sewa kembali mengalami meningkat dalam beberapa kuartal ke depan. Analis PT Pefindo Riset Konsultasi Guntur Triharyanto mengatakan, pada semester kedua tahun ini emiten sektor ritel memiliki harapan untuk tumbuh lebih baik dibandingkan semester sebelumnya.

Hal ini terkait terus tumbuhnya pembangunan pusat perbelanjaan di Jakarta dan sekitarnya. ”Diperkirakan sepanjang 2014-2016 akan ada 381.000 meter persegi ruang ritel baru di Jakarta. Setelah moratorium, lahan peritel baru hanya diperbolehkan seluas 5.000 meter persegi dan perkembangannya kemungkinan akan lebih banyak di Jakarta Timur,” ujarnya.

Sumber : https://merekbagus.co.id/