Unsur unsur puisi 

    HomePendidikan Unsur unsur puisi 
Unsur unsur puisi 

Unsur unsur puisi 

admin

Unsur unsur puisi

Unsur unsur puisi 

Unsur unsur puisi

 

Sebuah puisi adalah sebuah ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Bentuk yang menyatu tadi sebenarnya terdiri dari beberapa unsur. Unsur unsur tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Akan tetapi, untuk memahami nilai puisi itu lebih dalam, perlu diadakan perbedaan unsur unsurnya. Jadi, unsur unsur dalam puisi tak dapat terpisahkan, tetapi dapat diberikan perbedaan. Hal inilah yang disebut sebagai analisis puisi. Secara garis besar unsur unsur puisi terbagi menjadi tujuh unsur akan tetapi pada buku Waluyo dibagi atas 2 garis besar yaitu unsur batin atau unsur makna puisi dan unsur fisik puisi.
Unsur puisi menurut Walyuo adalah sebuah unsur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun. Unsur-unsur pembangun ini saling berkaitan satu sama lain. Puisi terdiri atas dua unsur pokok yakni unsur fisik dan unsur batin. Berikut ini akan kita bahas satu per satu.

Unsur Batin Puisi atau Unsur makna puisi

Perasaan yang diutarakan dan yang disampaikan oleh para penyair dan pembuat puisi dinamakan sebagai unsur puisi (Waluyo, 1991). Unsur batin puisi secara utuh yang merupakan wacana teks puisi yang mengandung makna atau arti yang dapat kita rasakan dengan menghayati unsur unsur puisi ini. Unsur batin puisi atau unsur makna puisi terdiri atas  4 bagian yang tidak terpisahkan tapi dapat dibedakan, yaitu : tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), amanat (intention) (Waluyo, 1991:180-181).

Tema

Sebuah puisi memiliki inti pokok pembicaraan meskipun puisi berbiara banyak hal akan tetapi semua hal yang dibicarakan ataupun digambarkan harus menuju pada inti pembicaraan pokoknya.

Tema sering diartikan sebagai ide dasar dari puisi atau semua bentuk karya.Tema menjadi inti dari keseluruhan makna dalam suatu puisi. Munculnya tema dalam puisi tertentu dalam pikiran penyair akan memberikan dorongan yang kuat untuk menghasilkan karya puisi yang sesuai tema yang kuat untuk menghasilkan karya puisi yang sesuai tema tersebut. Misalnya, ketika muncul ide atau gagasan yang kuat berupa hubungan antara penyair dan tuhan, maka puisinya akan bertema ketuhanan. Begitu pula ketika muncul ide atau gagasan yang berkaitan dengan persoalan sosial, maka puisi nya akan bertema kritik sosial.
Dari sumber lain dijelaskan bahwa dalam sebuah puisi sang penyair tentu saja ingin menyampaikan sesuatu hal kepada para penikmat puisinya. Dalam puisi tersebut, penyair dapat menyampaikan dalam hasil karyanya hal yang dia dapatkan melalui penglihatan mereka, melalui pengalaman mereka atau bahkan penyair puisi dapat membuat puisi yang menceritakan pengalaman dirinya, orang lain atau dalam masyarakat tersebut dengan bahasanya sendiri. Para penyair puisi ingin mengemukakan, mempersoalkan, mempermasalahkan hal-hal itu dengan caranya sendiri. Tardigan ( 1984:10) menambahkan bahwa sang penyair ingin mengemukakan pengalaman pribadinya kepada para pembaca melalui puisinya . Sehingga dapat disimpulkan bahwa unsur puisi berupa tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh sang penyair yang terdapat dalam puisinya.
Menurut Waluyo, seorang pembaca puisi atau penikmat puisi yang memiliki latar belakang pengetahuan yang sama akan mengetahui tema puisi yang dibuat oleh penyair dikarenakan sebuah tafsir puisi bersifat lugas, obyektif dan khusus (Waluyo, 1991:107)

Perasaan Penyair (Feeling)

Pengertian perasaan (feeling) sebagai unsur puisi adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkan. Menurut Waluyo (1991:121) perasaan penyair dalam puisinya dapat dikenal melalui penggunaan ungkapan-ungkapan  yang digunakan dalam puisinya karena dalam menciptakan puisi suasana hati penyair juga ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati oleh pembaca. Sesuai dengan pendapat Tarigan (1984:11) bahwa rasa adalah sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terkandung dalam puisinya.

Nada dan Suasana

Pengertian nada sebagai unsur unsur puisi menurut Tarigan (1984:17) nada adalah sikap sang penyair terhadap pembacanya atau dengan kata lain sikap sang penyair terhadap para penikmat karyanya, seperti : merenungkan, menertawai, memaharahi, menyindir, menasihati, menggurui, menasehati, mengejek, dan lain-lain.

Amanat (Pesan)

Pengertian amanat atau pesan sebagai unsur unsur puisi adalah maksud yang hendak disampaikan atau himbauan, pesan, tujuan yang hendak disampaikan penyair melalui puisinya. Secara sadar ataupun tidak seorang penyair yang juga merupakan sastrawan dan anggota masyarakat khususnya yang berperan dalam literasi harusnya bertanggungjawab dalam menjaga kelangsungan hidup dan ketenangan dalam masyarakat sesuai dengan hati nuraninnya. Oleh karena itu, puisi selalu ingin mengandung amanat (pesan). Walaupun menurut Waluyo (1991:130) dalam banyak puisi, para penyair tidak secara khusus dan sengaja mencantumkan amanat dalam puisinya. amanat tersirat di balik kata dan juga di balik.