ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

    HomePendidikan ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia
Dia menjelaskan, persentase inovasi dari penilaian hanya 5%. Memang kecil dari SDM yang berbobot 25%, kelembagaan 28%, kemahasiswaan 12%, dan litbang 30%. Namun, inovasi adalah komponen utama pemerintah dalam penghiliran hasil riset ke industri. Tahun lalu, kata dia, masih sedikit perguruan tinggi yang memasukkan data inovasi kampusnya sehingga kali ini dimasukkan agar kampus makin terpacu berinovasi. ”Inovasi dinilai dari sejauh mana inovasi dikawal di kampus itu, anggaran risetnya dan hasilnya,” jelasnya.

ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

admin

ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

ITB Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

 

 

Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil

menduduki peringkat pertama klasterisasi perguruan tinggi Indonesia. Pemerintah berharap klasterisasi ini akan memacu perguruan tinggi untuk meningkatkan mutunya. Dirjen Kelembagaan Kemenristek-Dikti Patdono Suwignjo mengatakan, klasterisasi perguruan tinggi dihitung berdasarkan lima komponen utama.

Tahun ini kriteria inovasi dan kerja sama dimasukkan sehingga ragam perguruan tinggi semakin banyak yang masuk di pemeringkatan dibandingkan tahun lalu. Kelima komponen penilaian itu adalah SDM, kelembagaan, kegiatan kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan inovasi.

Dia menjelaskan, ITB tahun ini menduduki posisi pertama menggeser UGM yang tahun lalu menjadi jawara. Dari kelima komponen tersebut, katanya, ITB tidak mendapatkan top skor hanya secara nilai mendekati di atas semua. ”Scoring angka 1-4.

Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan

perguruan tinggi dan menaikkan mutu secara berkelanjutan,” katanya seusai peringatan HUT ke-73 RI di Puspiptek Serpong kemarin.

Dari analisis Kemenristek-Dikti diperoleh lima klaster perguruan tinggi di Indonesia, yakni klaster 1 ada 14 perguruan tinggi, klaster 2 72 perguruan tinggi, klaster 3 sejumlah 299 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 1.470 kampus, dan klaster 5 ada 155 perguruan tinggi.

Patdono menuturkan, penambahan kriteria inovasi sejalan dengan peta jalan pemerintah. Yang menarik adalah, jelasnya, dengan adanya kriteria baru seperti inovasi dan kerja sama maka variasi perguruan tinggi yang masuk klaster juga makin beragam.

Tahun lalu tidak ada lembaga pendidik tenaga

kependidikan (LPTK), katanya, tahun ini Universitas Pendidikan Indonesia bisa masuk peringkat 13, Universitas Negeri Yogyakarta (11), dan Universitas Negeri Malang (14) bisa masuk pemeringkatan.

Dia menjelaskan, persentase inovasi dari penilaian hanya 5%. Memang kecil dari SDM yang berbobot 25%, kelembagaan 28%, kemahasiswaan 12%, dan litbang 30%. Namun, inovasi adalah komponen utama pemerintah dalam penghiliran hasil riset ke industri.

Tahun lalu, kata dia, masih sedikit perguruan tinggi yang memasukkan data inovasi kampusnya sehingga kali ini dimasukkan agar kampus makin terpacu berinovasi. ”Inovasi dinilai dari sejauh mana inovasi dikawal di kampus itu, anggaran risetnya dan hasilnya,” jelasnya.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/penjelasan-fungsi-kulit/